Rabu, 31 Desember 2008

Pergantian Tahun 2008 ke 2009 Masehi

Nuku’alofa Tonga, hari Rabu tanggal 31 desember 2008, waktu telah menunjukkan jam 23.59.51 serempak yang hadir diberbagai pangung, lapangan ditepi pantai maupun taman menyambut dengan teriakan 9,8,7,6,5,4,3,2,1, Aneka petasan bunga api, sirine, klakson mobil, beragam musik dibunyikan, semua bersorak menari berbusanakan aneka mode, champagne, bir apel muncrat kemana-mana ditengah tengah cuaca sejuk, disertai gemrisiknya gesekan daun kepala, untaian guntingan kertas timah, hempusan angin lautan Pasific yang cukup kencang, ombak bergulung bagai balok-balok turun dari tebing, memuntah iar ketepi pantai, semua yang hadir menyambut gembira.hari Kamis 01 Januari 2009.

Sementara di Dakka Banglades, waktu masih jam 18.00 waktu setempat, sebagian orang menikmati Sunset, turunnya matahari keufuk barat daya secara pelan perlahan, pergantian hari dari Rabu ke hari Kamis, suara bedug kulit kerbau dan sapi, juga kulit kambing yang lebih kecil, kentongan dari bongkol bambu juga terdengar, berlanjut suara azan dari berbagai masjid musholla TV dan radio saling bersautan, panggilan waktu sholat maghrib telah datang, bergegaslah mereka meninggalkan pantai, menuju masjid atau rumah.

Satu waktu dalam ruang berbeda, sama menantikan perubahan hari, Nuku’alofa ibukota Tonga, negara di tengah lautan Pasific, bertepatan dengan jam 12.00 siang waktu Greenwicth di Inggris Raya yang masih hari Rabu, sementara di Dakka Banglades pelaksanaan sholat maghrib untuk hari Kamis dan menyiapkan puasa sunah hari Kamis.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui @ dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehungga setelah (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. @ tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya @ QSA: 36; 38-39

Dua belas bulan disepakati sebagai setahun, dalam empat hari kurang,diminggu ini telah terjadi tiga peristiwa tahun baru, Hijriyah, Csaka dan Masehi

Hijrah diambil dari peristiwa exodusnya nabi Muhammad beserta para sahabatnya dari Mekah menuju kota Yatsrip, beberapa tahun kemudian berubah menjadi Madinah Nabi, penghargaan warga Anshor penduduk Yatsrib, secara terbuka melindungi mengundang untuk datang menetap di Yastrib kota moyang ibunda Aminah.

Makah sebagai kawah candra dimuka nabi Muhammad, latihan spiritual nabi dimulai berpuasa, berhalwat serta bertahanus, berulang kali berhari hari, seminggu dua minggu hingga sebulan. Awal pencerahan diperoleh di dalam guha Hiro’ waktu dhuha, bersamaan turunnya Surah Dhuha, sebagai surah ke 93 dalam Mushaf Usman, Mushaf Ali surah ke 81, Mushaf Ubay surah ke 86, Mushaf Ibnu Masud surah ke 89 dan Mushaf Ibnu Abbas pada surah ke 3 setelah surah Nun, sebagai pertamanya surah Iqra’.

Setelah menerima wahyu, otomatis Muhammad sebagai nabi dan rasul sekaligus kepala spiritual menuntun kaum mukminin muslimin sebagai yang dihendaki oleh Alloh. Puncak pengalaman spiritualnya, ketika Muhammad sedang bermalam dirumah saudara sepupunya, Umi Hani saudara perempuan Ali, ditengah malam yang hening ditemani Malikat Jibril untuk menjemput perintah Sholat Wajib 5 waktu dalam sehari. Nabi Muhammad berkendaraan Buroq sejenis Keledai, dipilhnya yang agak gantuk, sedikit kurus lemah lunglai. Berangkatlah Nabi menunggang Buroq dari rumah Umi Hani singgah ke Masjidil Haram sholat dua rekaat, terus menuju Masjidil Aqsho transito dan sholat dua rekaat, blast bertiga bagai Cosmonout dalam Soyuz menuju Sidratil Muntaha.

Madinah Nabawy, Kota Nabi, demikian kata kasepuhan kaum Anshor agar nabi Muhammad jangan pindah lagi dan menetaplah di Yatsrip. Atas petunjuk Alloh memang ia harus hijrah dan menyampaikan ajaran Islam. Tiga agama bersumber dari Wahyu ketemu disini, Yahudi, Nasrani dan Islam itu sendiri. Yahudi, Nasrani bagi nabi Muhammad sudah tidak asing lagi, ketika beliau masing bujang sudah sering ke daerah utara seperti Syam atau Syria dan sekitarnya, sudah biasa bertemu pedagang yahudi dan nasrani, bahkan Bukhoiroh seorang Pastur Gereja Jemaat Yerusalem pernah memprediksi, bahwa Messiah atau al Masih ada pada diri Muhammad.

Memang benar, Muhammmad mendapatkan kerajaan, kewilayahan, namun Nabi tidak menggunakan potensi itu dan hanya menyampaikan dakwah islamiyah sampai semenanjung arab menjadi muslim, terbebaskan kota Makah dan Toif dari kaum musyrikin.

Juga hari yang bersamaan menyambut tahun baru Csaka, dinisbahkan kepada Aji Csaka, pembaharu peradaban tanah jawa madura bali lombok, yang mempadukan budaya Pali dan Sansekerta menjadi satu simbul aksara, bersandikan Genthowiyanjono awal tembangnya dandanggula, pertemuan dua duta sama-sama menjaga amanah raja, terjadi duel sama-sama kena mimis atau tertusuk keris, seperti Djinggo tapi bukan Franko Nero.

Itulah aksara jawa, bahasa serat yang digunakan sastrawan sunda, jawa, madura, bali dan sasak. Aksara bervocal, hilang bunyi kalau dipangku, penuh sandang untuk berbunyi, dipagar juga mati ; hanacaraka datasawala padajayanya manggabathanga.

Kalendar Csaka perlahan terlupakan, dalam kurun setengah abad kurang disentuh dan sulit untuk disentuh, hanya sedikit yang dapat menyentuh, almanak dan primbon sebagai satu dari bentuk ensiklopedia dan ramalan ramalan penuh rumus symbol dunia bawana dan dunia langit milky galaxy, saling tarik mempengaruhi perilaku bawana dan isinya khususnya manusia, terpancar dari dunia agung milky galaxy dapat dibaca disana.

Biasanya, menyambut tahun baru Csaka ini, selain pesta gembira, makan minum bersama, hiburan semalam suntuk yang umumnya wayangan, atau pertunjukan sandiwara wayang kulit maupun golek, ada juga yang berkontemplasi mencerahkan pikiran, juga banyak menyuci barang pusaka, marangi, sebagai pertanda yang lalu penuh karat daki kotoran luluh lebur oleh asamnya jeruk-nipis asam jawa, brasso, bikinan empu yang harum mewangi kembang setaman.

Tahun baru, mata gasper kuning mengkilat, berikatkan kulit sapi asli bikinan Cibaduyut, berpiyamakan lengan panjang lurik, tidak pakai jarit, melilitnya susah, ada jarik kawung kolornya putus, habis dipakai orang hajatan, kini belum disambung, akhirnya pakai jelana Mustang warna hitam, melangkah kedepan menuju harapan baru.

Tahun Masehi 2009, yang dinisbahkan dengan al Masih, Isa putra Maryam, memang semenjak masih didalam kandungan Isa sudah dapat menjelaskan orang sekelilingnya bahwa ia adalah al Masih, Messiah atau Kristus dalam bahasa Arab, Hebrew dan Romawi berdialekan greek Kini tahun masehi atau dalam sebutan peristiwa yang biasa disebut setelah christus, sudah menjadi milik umat manusia seluruh dunia tidak memandang suku bangsa ras agama atau budayanya, sepakat memakai memakai bujur kota Nuku’alofa atau nol derajat bujur, sebagai titik awal hari pada pada pukul 00.00.01.

Senang gembira bahagia, menabuh yang dapat ditabuh, terompet ditiup, dari perayaan sederhana bakar ubi singkong minum air jahe hangat gula aren bakar ikan, ayam, bebek sampai bakar kambing guling, hampir pantai laut disetiap kota berkumpul kaum muda, tua dan anak juga ada, tiap RT Desa Kelurahanpun juga mengadakan.

Ada sekelompok pemuda mengadakan perayaan pergantian tahun 2009 ini , mereka beberapa orang mulai jam 23.00, sete;ah melaksanakan sholat isya membaca beberapa surah alQura’an diawali surah al Fatihah, Isroiil sesampai ayat 109 “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusu” kemudia mereka bertakbir sebagai tanda istirahat membaca al Quran dan bersujud tilawah dengan bacaannya “sajada wajhiya lillazi kholaqohu wa shaowwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu bi haulihi wa quwwatihi fa tabaaroka_llohu ahsanul kholiqiin” kemudian duduk lagi melanjutkan hingga akhir ayat 111. takbir, baca surah al Kahfi sampai akhir, beberapa menit kemudian bunyi petasan terompet berbunyi, layaknya merayakan tahun baru, makan minumpun tersedia, habis pesta kita sholat malam, sholat lail dua rekaat.

Selamat Tahun Baru 2009, Semoga Setahun Mendatang Dalam Keadaan Baik.

(mic)

Tidak ada komentar: