Terdengarlah suara azan maghrib akhir Rabu 10 Muharam 1430 H, aku dan keluarga medo’a “allohumma laka shumna wa bika amanna wa ‘ala rizkika fatharna” seteguk air manis pembasah tenggorokan, memang hari ini tidak tersa panas, bahkan sejak pagi hingga sore langit tak henti-henti menangis, tiga dua jam menangis dua tiga jam berhenti, laparpun tak terasa lapar seperti hari sebelumnya. Duka nestapa langit melihat Irian yang digonjang gempa bumi bersusulan, harta benda nyawa melayang menjadi korban gerakan bumi. Semetara dibelahan barat Timur Tengah tentara Isroil memuntahkan ribuan peluru berton-ton misiu meledak menghancur luluhkan bangunan serta apa yang terkena, korban berjatuhan terkena peluru pecahan roket bomb maupun tertimpa reruntuhan bangunan, anak-anak remaja pemuda dan orang tua warga sipil kena sasaran.
Aku Korokandas, stress rasa jiwa-ragaku, seperti lakon manusia 6 ribu dolar, Fire Stress, Djinggo, Robinhoot atau Arjuna ingin langsung berangkat ke medan juang menolong manusia yang kena musibah akan tetapi tidak berdaya, hanya do’a yang ada.
Assyuro, sebgai hari ke 10 dalam Muharam dikabarkan sebagai hari penuh ampunan, keselamatan; Adan anjlok dari Syurga di Teluk Eden dan Hawa di Jidah, Nabi Nuh selamat dari malapetaka musibah banjir air bah, Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api sebagai hukuman dari Raja Namrut atas dirinya, Nabi Musa beserta bani Isroil dan suku Hexos selamat dapat menyeberang laut Merah dari kejaran suku Kypt dipimpin Raja Ramses II.
Dunia Islam sebagian pemeluknya merayakan sebgai Hari Raya Fatimah atau Hari Raya Anak-Yatim, sedekah, infaq aneka santunan diberikan kepada yatim-piatu, sambil mengusap rambut mereka, yang tidak berinfak-sedekahpun ikut mengusap-usap sebagai tanda kasih-sayang dan mengharap pahala sebanyak rambut yang diusap, rambut mereka sampai kusut, tidak marah malahan berbahagia.
Sementara dibelahan barat Sumatra khususnya di kota Bengkulu -Propinsi Bengkulu, tempat Ir.Sukarno diasingkan oleh Pemerintah Hindia Nederland di era pra Kemerdekaan RI, dimana Sentot Ali Basya Prawiradirjo pun juga diasingkan disana dan wafat dkebumikan di Bengkulu- Pariaman Sumatra Barat dan beberapa daerah di Aceh Nangro Darussalam juga merayakan 10 Muharom di kenal dengan perayaan Tabot dinisbahkan dengan wafatnya Imam Hasan putra Sayidina ‘Ali Karomahullohu wajhah, dimulai dari tanggal 1 Muharam berakhir pada tanggal 10, akhirnya BonekaTabot dibuang kedalam tebing sebagai sampah biasa, yang sebelumnya disakralkan, yang sebelumnya didorong ditarik kesana-sini.
Arak-arakan Tabot, mengingatkan daku akan hikayat Nabi Musa, saat itu Nabi Musa sedang memenuhi panggilan Tuhan untuk berhalwat selama 40 hari, kerasulan dan kenabian dijalankan oleh Nabi Harun saudara sepupunya yang memiliki suara indah bernafaskan panjang -seperti qori H.Muammar MZ ataupun H.Nasrulloh Djamaludin qori terkenal diera Jhon Travolta maupun The Queen- lidahnya bagus tak sejelek lidah Nabi Musa yang jadel akibat luka bakar waktu kecil, ketika diuji Firaun tentang kenalaran keselamatan dan bahaya, rupanya Nabi Musa memilih bahaya demi keselamatannya.
Keselamatan Nabi Musa dari negeri Mesir menuju negeri Madyan tempat kedua isterinya putrid-putri Nabi Syuaib.
Peristiwa keselamatan Nabi Musa, dengan mukjizatnya dapat membelah Laut Merah dan menyeberang ke daratan Madyan dijadikan awal calendar penanggalan Yahudi , Hari Keselamatan tersebut dirayakan sebagai Hari Kipor, Erev Yom Kippur tanggal 10, tanggal 11 disebut Yom Kippur Yiskor, persamaan Muharom disebut bulan Tishrei, tanggal 1 Tishrei sebagai lebaran Erev Rosh Hashana, tahun 2009 yang baru saja datang bertepatan dengan tahun 5769 bagi agama Yahudi, ada koreksi 3 tahun kalau menggunakan lunar calendar system secara murni. Ini dinisbahkan dengan hari kemerdekaan Negara Isroil tahun 1948 yang bertepatan dengan tahun 5708 dibulan Iyar tanggal 5.
Perayaan Assyuro juga dirayakan dilingkungan keratin digeri nusantara ini berbagai upacara dan ritual, baik bersifat spiritual maupun supernatural diselenggaran oleh paguyuban-paguyuban yang memiliki kesamaan sebagai tahun baru, perpindahan dari waktu yang sudah menuju ke-waktu yang akan dijalani.
Awal Muharrom 1430 H, awal kerusuhan dan musibah di Gaza Palestina, Negara yang hampir 100% merdeka, diawali dengan merucutnya roket tua, layaknya cuci godang sebuah perusahaan garmen, meledak dipemukiman Isroil penduduk luar zona perang. Isroil yang kebetulan kelebihan senjata, sampai-sampai gudang penyimpanan tidak mampu menampung, berserakan dilapangan tanah terbuka dibawah pepohonan timbunan daun-tanah semak belukar saking banyaknya.
Seorang yang mempunyai hobby nonton ketoprak, wayang, maupun nonton film perang, silat maupun cow-boy terbayang ketika sedang nontong wayang dalangnya kena diare, lama kebelakang gak datang-datang, para sinden telah menembangkan beberapa sekar gending, tiba-tiba ada seseorang yang kebetulan dapat memainkan wayang langsung duduk dipedalangan dan suluk, diambilnya tiga tokoh wayang, dua ditangan satu melayang bagai loncat atau terbang, silih berganti seperti acrobat memainkan tiga bola atau lebih, wayang yang dimainkan tidak nyambung dengan lakon yang dimainkan ki dalang, bukan protes yang datang dari penonton malah sebaliknya sorak sore, kegembiraan tanpa kendali, datang seorang lagi ikut memainkan wayang, terjadilah dua dalang dalam satu panggung, tak lama datang lagi dua tiga orang ikut berkolaborasi, apa yang terjadi gak ada kesimpulan siapa menang siapa kalah siapa Pandito-siapa Rahwono siapa Betoro siapa Durno, yang jelas wayangnya banyak yang mreteli, gemblak bonangan gak bias berhenti, ada “asholatu khoirum minan naum baru bubar”
Kira-kira itulah yang akan terjadi, kalau aku nekat berangkat cancut taliwondo ke Palestina, ikut orang perang yang tak pernah memegang bedil, bagaimana mengisi mimisnyapun tak tahu, apalagi aku gak bisa membedakan antara orang Yahudi dan Palestina, kedua-duanya sama mancung, berjambang berkumis, bahasa Arab aku tak paham apalagi Hebreuw, biar tidak mendapatkan US $ 6.000,00 mendingan ke Irian sebagai sukarelawan, kalau ada yang mengajak, walaupun sedikit reumatik dan asem urat.
Ya Alloh, aku ini orang penakut kecil serta kerdil, Engkau maha melihat, nama-Mu Bashor dan Bashir, sebagai imanku akan sifat-Mu yang 13 dan 20 serta 99 asma’ul husna-Mu, Engaku dapat mendengar suara jari-jeruji kedua tanganku yang tiada bunyi.
Ya Alloh, ada tiga orang dalang yang bagus didunia ini, menurut penilaianku, ya Alloh.
1. Mr Nicolas Zarkozi, Presiden Prancis
2. Mr Gordon Brown PM Inggris Raya dan juga Mr. Bush
3. Mr. Barrack Obama Presiden
Ya Alloh, aku optimis, baik-buruknya Isroil dan Palestina tergantung tiga dalang diatas, dalam memainkan wayang Isroil dan Palestina serta figurannya.
Ya Alloh, aku beriman dan percaya kepada-Mu, bahwa dunia ini kecil dihadapan-Mu, apalagi para manusianya, Engaku telah memberikan hukum alam atas bumi, Engkau berikan akal untuk kami manusia juga nafsu.
Ya Alloh, aku tahu Engkau sedang sibuk menciptakan galaxy baru diluar galaxy ini, Enkau telah memerintahkan aku untuk mewaspadai Yahudi dan Nasroni, juga menyuruh perang suci untuk bunuh membunuh, aku memahami orang Yahudi dan Nasroni pasti gak mau dibunuh, wajar juga bila Yahudi dan Nasroni membunuh aku, darti pada dibunuh Yahudi dan Nasroni lebih baik Malaikat Isroil saja yang membunuhku.
Tapi, ya Alloh, di Negara Isroil banyak orang Arab juga, di Palestina ada juga orang Yahudi, Nasroni dan Islam, jadi bagaimana ya Alloh.
Ya Alloh bimbinglah dengan hidayah-Mu pada Dalang-Dalang yang akan memainkan wayang Palestin dan Isroil. Amin ya rabbal alamin
(mic)