Rabu, 31 Desember 2008

Pergantian Tahun 2008 ke 2009 Masehi

Nuku’alofa Tonga, hari Rabu tanggal 31 desember 2008, waktu telah menunjukkan jam 23.59.51 serempak yang hadir diberbagai pangung, lapangan ditepi pantai maupun taman menyambut dengan teriakan 9,8,7,6,5,4,3,2,1, Aneka petasan bunga api, sirine, klakson mobil, beragam musik dibunyikan, semua bersorak menari berbusanakan aneka mode, champagne, bir apel muncrat kemana-mana ditengah tengah cuaca sejuk, disertai gemrisiknya gesekan daun kepala, untaian guntingan kertas timah, hempusan angin lautan Pasific yang cukup kencang, ombak bergulung bagai balok-balok turun dari tebing, memuntah iar ketepi pantai, semua yang hadir menyambut gembira.hari Kamis 01 Januari 2009.

Sementara di Dakka Banglades, waktu masih jam 18.00 waktu setempat, sebagian orang menikmati Sunset, turunnya matahari keufuk barat daya secara pelan perlahan, pergantian hari dari Rabu ke hari Kamis, suara bedug kulit kerbau dan sapi, juga kulit kambing yang lebih kecil, kentongan dari bongkol bambu juga terdengar, berlanjut suara azan dari berbagai masjid musholla TV dan radio saling bersautan, panggilan waktu sholat maghrib telah datang, bergegaslah mereka meninggalkan pantai, menuju masjid atau rumah.

Satu waktu dalam ruang berbeda, sama menantikan perubahan hari, Nuku’alofa ibukota Tonga, negara di tengah lautan Pasific, bertepatan dengan jam 12.00 siang waktu Greenwicth di Inggris Raya yang masih hari Rabu, sementara di Dakka Banglades pelaksanaan sholat maghrib untuk hari Kamis dan menyiapkan puasa sunah hari Kamis.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui @ dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehungga setelah (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. @ tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya @ QSA: 36; 38-39

Dua belas bulan disepakati sebagai setahun, dalam empat hari kurang,diminggu ini telah terjadi tiga peristiwa tahun baru, Hijriyah, Csaka dan Masehi

Hijrah diambil dari peristiwa exodusnya nabi Muhammad beserta para sahabatnya dari Mekah menuju kota Yatsrip, beberapa tahun kemudian berubah menjadi Madinah Nabi, penghargaan warga Anshor penduduk Yatsrib, secara terbuka melindungi mengundang untuk datang menetap di Yastrib kota moyang ibunda Aminah.

Makah sebagai kawah candra dimuka nabi Muhammad, latihan spiritual nabi dimulai berpuasa, berhalwat serta bertahanus, berulang kali berhari hari, seminggu dua minggu hingga sebulan. Awal pencerahan diperoleh di dalam guha Hiro’ waktu dhuha, bersamaan turunnya Surah Dhuha, sebagai surah ke 93 dalam Mushaf Usman, Mushaf Ali surah ke 81, Mushaf Ubay surah ke 86, Mushaf Ibnu Masud surah ke 89 dan Mushaf Ibnu Abbas pada surah ke 3 setelah surah Nun, sebagai pertamanya surah Iqra’.

Setelah menerima wahyu, otomatis Muhammad sebagai nabi dan rasul sekaligus kepala spiritual menuntun kaum mukminin muslimin sebagai yang dihendaki oleh Alloh. Puncak pengalaman spiritualnya, ketika Muhammad sedang bermalam dirumah saudara sepupunya, Umi Hani saudara perempuan Ali, ditengah malam yang hening ditemani Malikat Jibril untuk menjemput perintah Sholat Wajib 5 waktu dalam sehari. Nabi Muhammad berkendaraan Buroq sejenis Keledai, dipilhnya yang agak gantuk, sedikit kurus lemah lunglai. Berangkatlah Nabi menunggang Buroq dari rumah Umi Hani singgah ke Masjidil Haram sholat dua rekaat, terus menuju Masjidil Aqsho transito dan sholat dua rekaat, blast bertiga bagai Cosmonout dalam Soyuz menuju Sidratil Muntaha.

Madinah Nabawy, Kota Nabi, demikian kata kasepuhan kaum Anshor agar nabi Muhammad jangan pindah lagi dan menetaplah di Yatsrip. Atas petunjuk Alloh memang ia harus hijrah dan menyampaikan ajaran Islam. Tiga agama bersumber dari Wahyu ketemu disini, Yahudi, Nasrani dan Islam itu sendiri. Yahudi, Nasrani bagi nabi Muhammad sudah tidak asing lagi, ketika beliau masing bujang sudah sering ke daerah utara seperti Syam atau Syria dan sekitarnya, sudah biasa bertemu pedagang yahudi dan nasrani, bahkan Bukhoiroh seorang Pastur Gereja Jemaat Yerusalem pernah memprediksi, bahwa Messiah atau al Masih ada pada diri Muhammad.

Memang benar, Muhammmad mendapatkan kerajaan, kewilayahan, namun Nabi tidak menggunakan potensi itu dan hanya menyampaikan dakwah islamiyah sampai semenanjung arab menjadi muslim, terbebaskan kota Makah dan Toif dari kaum musyrikin.

Juga hari yang bersamaan menyambut tahun baru Csaka, dinisbahkan kepada Aji Csaka, pembaharu peradaban tanah jawa madura bali lombok, yang mempadukan budaya Pali dan Sansekerta menjadi satu simbul aksara, bersandikan Genthowiyanjono awal tembangnya dandanggula, pertemuan dua duta sama-sama menjaga amanah raja, terjadi duel sama-sama kena mimis atau tertusuk keris, seperti Djinggo tapi bukan Franko Nero.

Itulah aksara jawa, bahasa serat yang digunakan sastrawan sunda, jawa, madura, bali dan sasak. Aksara bervocal, hilang bunyi kalau dipangku, penuh sandang untuk berbunyi, dipagar juga mati ; hanacaraka datasawala padajayanya manggabathanga.

Kalendar Csaka perlahan terlupakan, dalam kurun setengah abad kurang disentuh dan sulit untuk disentuh, hanya sedikit yang dapat menyentuh, almanak dan primbon sebagai satu dari bentuk ensiklopedia dan ramalan ramalan penuh rumus symbol dunia bawana dan dunia langit milky galaxy, saling tarik mempengaruhi perilaku bawana dan isinya khususnya manusia, terpancar dari dunia agung milky galaxy dapat dibaca disana.

Biasanya, menyambut tahun baru Csaka ini, selain pesta gembira, makan minum bersama, hiburan semalam suntuk yang umumnya wayangan, atau pertunjukan sandiwara wayang kulit maupun golek, ada juga yang berkontemplasi mencerahkan pikiran, juga banyak menyuci barang pusaka, marangi, sebagai pertanda yang lalu penuh karat daki kotoran luluh lebur oleh asamnya jeruk-nipis asam jawa, brasso, bikinan empu yang harum mewangi kembang setaman.

Tahun baru, mata gasper kuning mengkilat, berikatkan kulit sapi asli bikinan Cibaduyut, berpiyamakan lengan panjang lurik, tidak pakai jarit, melilitnya susah, ada jarik kawung kolornya putus, habis dipakai orang hajatan, kini belum disambung, akhirnya pakai jelana Mustang warna hitam, melangkah kedepan menuju harapan baru.

Tahun Masehi 2009, yang dinisbahkan dengan al Masih, Isa putra Maryam, memang semenjak masih didalam kandungan Isa sudah dapat menjelaskan orang sekelilingnya bahwa ia adalah al Masih, Messiah atau Kristus dalam bahasa Arab, Hebrew dan Romawi berdialekan greek Kini tahun masehi atau dalam sebutan peristiwa yang biasa disebut setelah christus, sudah menjadi milik umat manusia seluruh dunia tidak memandang suku bangsa ras agama atau budayanya, sepakat memakai memakai bujur kota Nuku’alofa atau nol derajat bujur, sebagai titik awal hari pada pada pukul 00.00.01.

Senang gembira bahagia, menabuh yang dapat ditabuh, terompet ditiup, dari perayaan sederhana bakar ubi singkong minum air jahe hangat gula aren bakar ikan, ayam, bebek sampai bakar kambing guling, hampir pantai laut disetiap kota berkumpul kaum muda, tua dan anak juga ada, tiap RT Desa Kelurahanpun juga mengadakan.

Ada sekelompok pemuda mengadakan perayaan pergantian tahun 2009 ini , mereka beberapa orang mulai jam 23.00, sete;ah melaksanakan sholat isya membaca beberapa surah alQura’an diawali surah al Fatihah, Isroiil sesampai ayat 109 “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusu” kemudia mereka bertakbir sebagai tanda istirahat membaca al Quran dan bersujud tilawah dengan bacaannya “sajada wajhiya lillazi kholaqohu wa shaowwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu bi haulihi wa quwwatihi fa tabaaroka_llohu ahsanul kholiqiin” kemudian duduk lagi melanjutkan hingga akhir ayat 111. takbir, baca surah al Kahfi sampai akhir, beberapa menit kemudian bunyi petasan terompet berbunyi, layaknya merayakan tahun baru, makan minumpun tersedia, habis pesta kita sholat malam, sholat lail dua rekaat.

Selamat Tahun Baru 2009, Semoga Setahun Mendatang Dalam Keadaan Baik.

(mic)

Minggu, 28 Desember 2008

Damar Wulan Ngarid 1430 H

Sehabis melaksankan sholat maghrib wirid do’a dan sholat ba’diyah, Maulana Ishak, memberikan lembaran-lembaran daun ental atau enau sejengkal panjangnya, lebar seibu jari, memberikan kepada setiap makmum yang hadir, masing masing diberi seikat sejumlah 180 lembar dan sebatang jarum kasur yang terbuat dari kawat. Maulana menjelaskan agar para jamaah menuliskan lafaz basmalah atau bimillahir-romanir-rohim, tiap lembar dua lafaz cara menulisnya ‘mim’ pada bismi, ‘ha’ pada Alloh, serta ‘mim’ pada rohman dan rohim, ditulis dengan kaidah khot nasah jangan rik’ah, mim dan ha’nya berlobang dan bersambung, seperti a dan o pada aksara greek. Kemudian mereka sama-sama membaca surah Yasin, shalat isya lalu menulis basmalah tersebut.

Kebiasaaan ini sampai sekarang masih dilanjutkan oleh sebagian kaum muslimin ketika memasuki tahun baru hijriah, dengan permohonan do’a maghfiroh kepada Alloh atas dosa kesalahan setahun yang lalu agar dimaafkan dan diampuni serta memohon hidayah dan maghfiroh untuk setahun kedepan.

Maulana Ishak, seorang mubaligh dan saudagar dari Gujarat India yang datang ke pulau jawa menetap dan mengajar agama islam, dibagian timur pulau jawa sekitar kota Blambangan,. Sebagai saudagar, sebagian dagangannya berasal dari Aceh Malaka Cina India dan Persia, ia menjajakan danganganya lima hari sekali pada satu tempat. Bersama pedagang lain, mereka menjajakan ditengah lapang dan memberi nama bazaar, jarak antara bazaar satu dengan bazaar terdekat sekitar tiga jam bagi pejalan kaki, tiap bazaar diberi nama -Bazaar Pon, Wage, Kliwon , Legi dan Pahing- sesuai dengan nama hari yang berlaku di tanah jawa.

Saudagar dari Malaka yang mengirimkan barang serta ikut berdagang di bazaar itu menamai sebagai bazaar_pekan sedangkan mereka yang berasal dari Portugis menyebut pasar_pon, wage kliwon legi dan pahing sebagai kelompok transaksi jual beli dinamai el pasaro de los communidad, jadi tiap bazaar atau pasar ada los pakaian, los raja kaya khusus ternak, los unggas, los pangan beras jagung gaplek biji-bijian, los janganan sayur mayur. Tiap los terdiri beberapa lapak yang menjual dangangan yang mirip atau sama. Dengan demikian tiap hari mereka membuka bazaar, namun tempat berbeda, sesuai dengan nama hari jawa pada hari itu.

Hampir tengah malam para jemaah sholat yang telah menyelesaikan tulisan basmalah dan menyerahkannya kepadanya. Setelah semuanya terkumpul, tiap orang menyerahkan ikatan lontar, atau ron_ental kepadanya, lalu dihitung sesuai dengan jumlah yang hadir dalam masjid itu. Dari jumlah lontar yang ada terdapat selisih dengan yang hadir, kemudian ia menanyakan siapa yang belum menyerahkan tulisannya.

Berdirilah Margono, seorang pemuda yang baru sekali ikut sholat bersama, kemudian maju menghadap maula Ishak mencium telapak dan punggung tangannya, sambil menunduk Margono menyatakan “bahwa ia mau ikut agama maula dan ngaji disini”. Maula Ishak menepuk punggung Margono, “baiklah sanak” jawab maula Ishak.

Maula Ishak membaca basmalah, mengucap salam hamdalah dan sholawat kemudian mengucap isti’azah, mengawali tausiyahnya, ayat yang dibacakan “Mereka bertanya kepamu tentang bulan sabit. Katakanlah: ‘Bulan sabit itu adalah tanda- tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang-orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu beruntung. QSA: 2; 189

Semua yang hadir mendengar dengan penuh perhatian, berlanjut maula Ishak berceramah tentang tahun penanggalan hijriyah, baru beberapa kalimat, tiba-tiba ada angin sepoi-poi masuk kedalam masjid membawa aroma nasi-samin serta sedapnya asap lemak-daging kambing yang sedang di sate, kemudian datang dihantar minuman beberapa kendil dan gelas dari bambu berfungsi ganda untuk minum sebagai gelas atau asbak rokok bila dibalik. Air jahe hangat manis gula aren sedikit lada dan sereh, penahan ngantuk penolak angin, dituangkan kedalam gelas bambu itu.

Maula tetap meneruskan ceramahnya, sementara yang hadir ada yang merokok, menyandar didinding sambil pejam mata, ada juga yang tangannya gatel merobek sambungan atau ujung tikar pandan, digigitnya bagai makan daun sirih yang terasa gurih bekas keringat tangan dan daki kaki serta sedikit apek. Tanpa terasa, lalu maula mengakhiri pengajiannya, kemudian memanggil Margono untuk maju kedepan. Ditanyalah ia oleh maula, kisanak !, apa yang kisanak pahami dari tausiyah tadi ?

Baiklah maula; putaran rembulan dari sabit kesabit dinamai sebulan, dalam setahun ada 12 bulan; Suro, Safar, Mulud, Ba’da Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Selo dan Besar. Tanggal 10 bulan Suro sunah puasa atawa siyam, bulan Poso sebulan wajib siyam, tanggal 8,9 bulan Besar sunah siyam, juga dibulan Besar kewajiban Kaji bagi yang mampu pergi ke Makkah.

Artinya kisanak tidak ngantuk, baiklah, nanti mengucap basmalah, kemudian membaca dua kalimah syahadat, kisanak kuberi nama Hilal. Margono sedikit usul untuk mudah memanggilnya, bagaimana kalau Damar Alit, sebagai dian alit, karena nama Purnomo, Purnomo Sidi, Badar atau Badary sudah banyak.

Nama yang cukup bagus, kata maula, baiklah akan kunamai yang tambah bagus dengan nama Damar Wulan Ngarid. Kisanak kan sebagai abdi dalem merawat kuda kavalri dan cari rumput, jadi kalo ngarit bikin daur sebulan, untuk dipotong kedua, sebulan itu sudah cukup memadai untuk dipotong lagi. Kedua, suara kisanak merdu dan pernafasannya cukup baik, nanti diajarai ilmu ‘arud, cara membaca qasidah, syair sesuai dengan jumlah kata yang terdapat pada tiap bait, juga panjang pendeknya yang disebut dengan bahar, pesan; senang sedih kasmaran kecewa takut serta harap penyesalan. Seperti dandangulo, asmorodono, puspanjana, pangkur, sinom, balok kintier dalam membaca sekar maca pat atau kembang gending pada karawitan.

Jadi kisanak Damar Wulan, abdi dalem pamong projo, bisa ngarit bisa ngarud, orang yang pinter ngarud disebut ngarid.

Hidangan telah siap, daun jati dan pisang dibagikan, didepan duduk sila yang hadir, nasi samin nasi putih telah siap empat panci/ngaron gerabah, dua ngaron gulai kambing, sate diatas anyaman bambo berlapis daun pisang ditopang dua batangnya, seperti dalang mau menancapkan gunungan maupun wayang-wayang.

Setelah menerima bimbingan dan diucapkan berkali-kali, mengucaplah Margono : “bismilllahir rohmanir rohim @ asyhadu alla ilaha illa_lloh wa asyhadu anna muhammadar rasululloh @ roditu billahi rabba @ wa bil islami dina @ wa bi muhammadin nabiya wa rasula @

Maula Ishak berdiri lagi, kisanak semua !, mari kita sambut kedatangan saudara kita Damar Wulan Ngarid, dengan ucapan marhaban bihudurikum, assalamu alaikum waraohmatulllohi wa barokatuh. Mereka mengucap marhaban dan salam, Maula mempersilahkan untuk menyantap hidangan yang ada. Setelah mereka menikmati dan membungkus untuk dibawa pulang, maula Ishak mengingatkan kepada mereka yang biasa mebawa dan mendagangkannya, jangan lupa besok kita di Pasar Legi.

Damar Wulan Kawin

Keahlian Damar Wulan membawakan arud dang gending, menjadikan terkenal tidak hanya didalam kraton Blambangan tapi juga sekitarnya, hampir setiap orang yang mengadakan hajatan mengundang santri Maula Ishak. Damar Wulan sebagai ‘Arid yang kreatif ia perpadukan antara gending dan arud, ia kembangkan jadi sandiwara berdialogkan tembang.

Pemuda pemudi mengidolakan, banyak gadis menaksir menaruh hati padanya, setiap hati handak mengarit sambil menggending suara pelan mengiringi langkah kakinya, setiap lewat depan rumah, selalu ada penyapa, 2,3,4 gadis terpaut dihati, satu jadi pilihannya, Sekar Mawar putrinya pak Suro.

Setiap sore menjelang mangrib, Sekar Mawar, duduk dibale rumahnya beralaskan tikar pandan. Dag dig dug, dag dig plas denyutan jantung ketika terdengar arudan tembang Damar, pemuda tumpuan hatinya.

Terbukalah benak hatinya ingin mengikuti agama rasul, agama islam, agar dapat ikut solat berjamaah dan ngaji bersama pemuda pemudi lainnya, lebih lebih biar dekat dengan Damar. Hasrat hati, disampaikan kepada ayahnya, pak Suro, yang kebetulan berbeda agama dengan maula Ishak. Pak Suro tidak keberatan, dipanngillag Sekar Tanjung dan Sekar Kenanga untuk menemani Mawar ke rumah Maula Ishak. Kenanga menyarankan agar, ayah, minta bantuan Damar untuk menemani mereka bertiga. Ketika Damar disebut Kenanga, dag dig dug jantung Mawar semakin keras dan cepat, sambil sedikit gemetar Mawar menyahut “iya ayah, itu lebih bagus”

Hari berikutnya Mawar sudah memulai belajar ngaji, Sekar_Tanjung Sekar_Kenongo belum, mulai menghafal menulis tanya jawab, dibalik tabir kain mori, pemisah bagi peserta putri. Damar diberi wewenang maula untuk membimbing memandu menghafal arud dan surat-surat alQur’an yang biasa digunakan sholat.

Tergeraklah Damar untuk menyampaikan isi hatinya pada Mawar, Mawar tidak menolaknya dan menyampaikan hal itu pada kedua orang tuanya, rupanya orang tuanyapun tidak keberatan, Damar melamar Mawar, pak Suro dan keluarga menerima.

Keluarga Damar dan keluarga Mawar telah mensepakati hari ‘H’nya, keduanya mohon ijin restu dan bimbingan kepada maula Ishak.

Penjelasan telah disampaikan maula kepada kedua santrinya, tentang syarat dan rukun dalam penikahan dan diberikan beberapa do’a kaitannya dengan perkawinan. Ikatan pernikahan atau perkawinan itu sah apabila rukun/pilar pernikahan itu terpenuhi ; adanya calon suami, adanya calon istri, adanya wali, adanya dua orang saksi, ada ijab-kabul, satu rukun/pilarnya tidak ada, tidak syah pernikahan itu.

Kebetulan pak Suro bukan muslim, sedangkan syarat wali calon_istri harus muslim, adapun tanpa wali pernikahannya tidak syah, Sekar Mawar menanyakan tentang perwaliaanya nanti.

Maula menjelaskan bahwa pernikahan atau perkawinan wajib adanya wali laki-laki dari pihak ayah, jadi ayah dan atau kakek “ayah bapaknya ayah, bukan ayah bapaknya ibu”. Ini disebut wali nasab kerabat pertama, tidak ada kerabat I pindah ke

kerabat kedua; saudara laki-laki seayah seibu atau saudara laki-laki seayah lain ibu atau anak laki-laki maupun cucu lalki-laki dari anak lelakinya, tidak ada kerabat II pindah ke

kerabat ketiga; paman atau saudara laki-laki ayah, se-ayah se-ibu atau se-ayah saja atau anak laki-laki paman atau cucu pama laki-laki dari anak paman yang laki-laki, tidak ada kerabat III pindah ke

kerabat keempat; saudara laki-laki kakek dari garis ayah, atau anak cucunya garis laki-laki, kerabat I, II, III & IV disebut Wali Nasab,

tidak ada wali nasab baru pindah ke Wali Hakim, jadi pernikahan kisanak berdua nanti menggunakan wali Hakim.

Bagaimana caranya ?, Tanya Sekar Mawar kepada maula Ishak

Kemudian maula Ishak membimbingnya bertahap-tahap; supaya diikuti apa yang diucapkan :

Tahap I, “ maula Ishak, saya neng Sekar Mawar putrinya pak Suro, telah dilamar kang Damar Wulan, saya menerima lamaran tersebut sedangkan wali saya, pak Suro, masih non muslim, mohon kiranya maula Ishak memberi jalan keluarnya”.

Baiklah, jawab maula; dan pernikahan nyi Sekar Mawar menggunakan Wali Hakim.

Karena di Blambangan maupun di Majapahit ini tidak ada Wali Hakim, maka kalian berdua mengangkat maula sebagai Hakim dalam perwalian pernikahan ki sanak berdua.

Sekarang kalian berdua ikuti saya,

Tahap II “maula Ishak kami, Dammar Wulan dan Sekar Mawar, sepakat ingin membina rumah tangga dan memulainya dari jenjang pernikahan, sedangkan wali_nasab pernikahan kami non muslim, selanjutnya kami mengangkat maula Ishak sebagai Hakim dalam perwalian pernikahan kami, dan kami ikhlas serta ridlo untuk dinikahkan”

Sekarang maula tidak dipanggil maula Ishak, akan tetapi dipanggil sebagai Hakim, dan hanya diucapkan calon istri atau neng Sekar Mawar, ikuti lagi

Tahab III“pak Hakim, saya neng Sekar Mawar putri pak Suro dengan ikhlas dan ridlo menyerahkan diri pribadi saya kepada pak Hakim untuk dinikahkan kepada kang Damar Wulan dengan mahar sekeping uang emas kontan”

Sekarang maula dengan kisanak Damar, neng Sekar cukup mendengarkan, ini jangan diikuti ya kata maula, iya jawab Damar.

Sambil menjabat tangan Damar, diijabkanlah ia kepada Sekar, setelah membaca khutnah nikah dan pesan takwa “kisanak Damar Wulan”, iya saya, jawab Damar, “saya nikahkan saya kawinkan kisanak kepada neng Sekar Mawar putri pak Suro dengan mas-kawin sekeping uang emas kontan” langsung dijawab oleh Damar “saya terima nikah dan kawin kepada neng Sekar Mawar putrid pak Suro dengan mas-kawin sekeping uang emas kontan” kemudian maula mendo’a “baroka-llohu laka wa baroka ‘alaika wa ja’ala baina kuma fil khoir”

Latihan pen-tahkiman, penyerahan dan ijab kobul cukup lama, dan diucapkan berulang-ulang agar nanti pada hari ‘H’ tidak canggung.

Tepat pada hari ‘H’nya, Sekar Mamar dengan paras penuh untaian bunga melati, wajah sedikit pucat kekuningan habis midodaren dilulur bedak dempo, diapit kedua orang tuanya, diiringingi tabuhan gong, kempul, terompet dan suling serta nyanyian gending kebo griwo menuju masjid. Sementara orang tua Damar Wulan tidak dapat hadir, karena ada tugas mendampingi Kebo Gadung, Adipati Rajekwesi, lagi pula saat itu hubungan Blambangan dan Mojopahit kurang harmonis.

Prosesi perkawinan berjalan lancar, suara qasidah dan sholawat dikumandangkan, nyanyian gending dilantumkan silih berganti.

Damar Wulan bermula tukang pencari rumput, menjadi peng’arud penghibur bagi orang yang pikirannya ruwet dan semerawut, tinggal sabitmu mengabadi di pucuk kubah dan menara masjid. (mic)

Rabu, 24 Desember 2008

Perkawinan Ibunda al_Masih

Sambil duduk bersimpuh Maryam, -aku mengucapkan namanya dengan lidah arabku sebagai kebiasaan me-nderes alqur’an tiap saat aku ada waktu- “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata : ‘Hai Maryam, sesungguhnya Alloh telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita didunia (yang semasa dengan kamu)” QSA : 3:42, ia berada diatas hamparan jerami gandum bersandarkan beberapa ikat, kaki lutut betis tumit jemari kaki sedikit_jarang digerakkan, green green gress at kitchen kresek kresek kresek. Suara lirih gesekan batang jerami kering tebal empuk hangat memantul, dirasakan Maryam bagai kasur empuk.

Gadis Monalisa, itulah benak pikiranku ketika memandandang foto gambar maupun patungnya. Monalisa, gadis beraut wajah sedikit senyum terkulum antara pipi sedikit lesung, mata sayu memandang, memancarkan tanda tanya bagi penikmat tarian kuas jari Leonardo da Vinci. Muka raut wajah bola mata Monalisa yang menyimpan bermacam misteri, harap cemas kawatir takut lesu dan bahagia.

Harap, mengharap sang kekasih dapat menerim dirinya, pendampin hidup, lelaki pelindung dirinya juga anak-anaknya.

Cemas, memang cemas berjam-jam duduk didepan da Vinci tanpa menyandar, menahan buang angin kencing maupun tinja, agar lingkungan yang harum semerbak penuh cat tak tercemari.

Kawatir, kalau sang maestro tak dapat menyelesaikan tampilan dirinya, atau kehabisan cat dalam mengoles alis bulu bola mata, celah-celah bibir merekah berdagu ovalnya.

Takut, kaalu ada pemuda_gadis yang tak suka pada dirinya dan da Vinci, ditengah membara kasih birahi menanti duduk dipelaminan berdua, mem-bidadari menjemput datangnya esok.

Lesu, memang orang tua menyuruh tarak, diet atau puasa, untuk menghilangkan lemak sisa pembakaran dalam darah, menumbuh gerakan darah muda penuh ion-ion hawa, pancaran aura tubuh dirinya menarik magnit electron pengunjung, sedikit sayu tersimpan dalam senyuman.

Bahagia, expresi tak tersimpan tumpah memberi, terpenuhi tumpukan harapan, terobati sakit dalam kesendirian, senyum selamat dari ketidak pastian, gadis perawan sebagai julukan, orang tua menjadi kepastian. Kebahagiaan berakar dari hati rasa bagi peraba, penghapus duka, tiada dapat terucap dengan kata aksara.

Sambil membelaikan telapak tangan diatas kepala ubun-ubun anak lelaki yang baru dilahirkan dan membelainya, bola matanya mengarah ke sela sela papan penutup pintu kawatir kalo-kalo ada orang yang menganiaya dirinya. Timbul rasa cemas akan keselamatan bayinya serta kawatir tetangga dan lingkungannya tidak menerima. Badannya terasa lesu lelah sehabis menguras tenaga dalam proses pesalinan yang baru dijalaninya, ditambah kurang tidur kecapaian dalam perjalananan, hanya makan sedikit buah kurma.

Semua pupus hilang sebuah kebahagiaan ‘ana abdullah’ sebuah kata yang terucap dari mulut anaknya yang masih ada sedikit air plasenta agak mongering diantara dagu lehernya. Dinamai anak tersebut Isa, sebagai ia menamai dirinya sendiri ketika masih dalam kandungan, sedang tetangga kerabat atau orang pendatang memanggil, Ysei, Ysos dan Yeses maupun Yesus putra Maryam. Komunitas Palentina, termasuk juga Nazaret, pada waktu itu terdiri dari bangsa Smith, suku Ibrani, Syuryani dan Arab, juga ada sebagian kelompok Kypt, Hexos dan bangsa Roma juga Greek.

Kelahiran Isa anak Maryam, membawa peradaban baru didunia sejalan dengan lahirnya peradaban baru dari Eropa.

Sebuah pemikiran tentang metafisika yang sangat sulit dipahami masyarakat awan, sebuah lompatan pemikiran dari alam fisik ke alam metafisik, memang sedikit sekali yang terpelajar, mereka umumnya sangat erat tergantung pada alam dan tak berdaya menghadapi alam, pemikiran hubungan Pencipta, penciptaan dan ciptaan. Isa putra Maryam, sebagai jawaban teologis kongrit gagasan pemikiran Plato, juaga para muridnya, yang hanya dipahami oleh sebagian kecil orang terpelajar pada waktu itu.

Maryam sambil menggendong anaknya dalam pangkuan kerebahan menyandar, menikmati kebahagian sebenar_benar bahagia, apalagi anaknya dapat diajak ‘dialog’ baik masih dalam kandungan juga sehabis baru lahir, sebagai mukjizatnya.

Hari menjelang sore, mulailah Isa merasakan lapar hausnya, diunjukan puting payudara ibunda pada bibir anaknya “bismillah” dalam hati Maryam, mulailah Isa menghisapnya sampil memainkan jari tangan kirinya meremas puting kanan ibunya. Mungkin Maryam lupa membawa kain bedong karena harus terburu-buru meninggalkan rumah orang tuanya.

Dialog jiwa rasa antara keduanya, ditopang bahagia, tiada terasa mengalirlah getaran kebahagiaan keseluruh tubuh jaringan sarafnya. Setiap hisapan air susu menghilangkan rasa pusing kepala dan lelah serta merangsang tumbuh produksinya kekebalan dari tubuhnya. Dalam rahimnya yang baru melahirkan secara pelan perlahan keluar semua sisa air ketuban diiringi serat_lendir bening kekuningan pembersih rahim penyembuh luka, sama seperti sebelas bulan sebelumnya.

Perlahan-lahan genggaman tangan kirinya dilepaskan, tinggal bibir mulut sedikit agak jarang
mengenyot, tidurlah Isa dalam dekapannya. Sambil menerawang sesekali mencium keningnya, teringatlah akan teman kerabat seperti Magdalena, Gracella, Elisabeth, Maryeh, Misalina, Helda, Nareth, Zaretha apalagi malam itu merekalah yang menemani, sedikit menggoda bercanda, hari esok akan menerima pinangan Yusuf pemuda soleh, putra kerabat orang tuanya yang soleh pula, sebagai keluarga para nabi.

Magdalena menyisirkan rambutnya yang sedikit ikal dibiarkan terurai mengembang, Elisabeth merapikan ujung kuku kaki tangan dan giginya sedikit dipangur serta memasangkan pacar merah darah pada kuku_kukunya, ada yang memasang pernik-pernik pada zube_gaun yang hendak ia pakai, Zaretha bersihkan bulu kalong sekitar pelipis kuduknya.

Kini mereka tak satupun mau menemani, takut kawatir dibenci masyarakat tetangga, itu disadari oleh Maryam, yang sebulan lagi, kalau Tuhan tidak memilihnya sebagai orang suci yang akan melahirkan Isa, ia akan melaksanakan pesta perkawinannya.

Pertunangan berjalan lancar dilaksanakan di dalam masjid, yang merupakan Balai Umat sedangkan mihrab kamar-kamar disekelilingnya untuk menampung musafir menginap atau orang yang hendak berhalwat, dipakai menampung keluarga Yusuf. Kedua keluarga saling memperkenalkan, saling meminta_menyerahkan kedua anaknya, disaksikan Nabi Zakariya dan Yahya, nyanyian kidungan Tauroh dikumandangkan ditutup doa oleh Nabi Zakariya, orang tua angkatnya yang bukan orang Yahudi.

Pertunangan disini sama dengan perkawinan ‘bawah tangan’ istilah bagi orang yang tidak mencatatkan perkawinannya pada pejabat fungsional yang bertugas memncatat perkawinan.

Adab dan aturan yang berlaku khususnya komunitas Ibrani atau Yahudi, pesta perkawinan hanya dapat dilaksanakan setelah satu tahun dari pertunangan. Bagi komunitas Arab atau Suryani tidak seketat itu. Yusuf dan Mariyam bukan komunitas Yahudi tetapi Suryani. Itulah mengapa orang Yahudi mengangap Isa anak perzinaan bukan anak Yusuf, dan memang bukan anak Yusuf, karena dalam masa tunggu setahun Mariyam telah hamil dan melahirkan Isa belum genap setahun dari pertunangan.

Administrator Agama untuk wilayah Palestina dipimpin oleh para Sanhedrin Yahudi atau para Imam maupun Rohib, yang ditunjuk oleh penguasa atas nama Kaisar Pemerintahan Romawi

Pertunangan Yusuf dengan Mariyam sudah dapat dianggap sebagai rangkaian perkawinan, lelaki lain sudah tidak dapat meminang Mariyam, dapat meminang Mariyam kalau Yusuf sudah memutuskan ikatan pertuanangannya ataupun dapat juga dari pihak Mariyam, dengan kata lain keduanya cerai terlebih dahulu, konsekwesi logisnya dari perceraian putusnya tali pertunangan mereka berstatus duda maupun janda.

Lamunan Maryam terbangun, setelah pusernya terasa ada air hangat mengalir, rupanya Isa sedang pipis, ia bergegas berdiri mengambil kain lain yang masih ada untuk mengganti kain popoknya.

Mukjizat Bagi Maryam dan al Masih

Maryam ketika diasuh Nabi Zakariya sudah ada tanda tanda keistimewaan, ketika Maryam masih bayi pernah diajak berhalwat dalam mihrob masjib, waktu sejenak ketika ditinggal Zakariya mengambil air wudlu, keajaiban ada disisinya berupa buah-buahan dan makanan lunak. Sebagai wanita yang soleh dan to’at ia telah lulus dari ujian sebagai orang sabar yang mukhlasoh, sama persis, istri Firaun musuh bebuyutan Nabi Musa. Begitu juga al Masih ketika masih dalam kandungan telah mampu menapik tuduhan yang dialamatkan kepada ibunya, ketika masih bayi dalam ayunanpun sudah dapat berbicara dengan orang lain siapa dia sebenarnya. Ibunya, Maryam, tidak perlu menjelaskan, cukup mengisaratkan penanya kepada kandungan maupun bayi yang ia gendong.

@ “Dan ceritakan (kisah) Maryam didalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat disebelah timur.

@ maka ia mengadakan tabir (yang menlindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

@ Maryam berkata : “sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”

@ Ia (Jibril) berkata : “sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu anak laki-laki yang suci”

@ Maryam berkata : “bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina !”

@ Jibril berkata : Demikianlah, Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami, dan hal itu adalh suatu perkara yang sudah diputuskan”

@ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. QSA : 19 : 16 – 22.

Renungan Kurokandas menyonsong liburan Natal

Dari Kurokandas Untuk Ustaz Masud CHATIM,

Selamat menikmati liburan cuti bersama dihari lebaran Hari Natal.

Sabtu, 13 Desember 2008

Kurokandas akan Nikah

Assalamu’alaikum, kata ku, ketika berdiri didepan rumah Pembantu Penghulu HA.Karim, orang memanggilnya modin Kayim. Kuulangi lagi; assalamu’alaikum pak modin, belum ada jawaban kuulangi lagi ; assalamu’alaikum pak Modin, “alaikum salam” suara wanita dari dalam rumah yang membalasnya, rupanya istri pak Modin.

Pak Modin ada bu ? kataku kepada bu Modin.

Ada !, katanya sambil menjempolkan tangan kanannya kearah kursi sebelah pintu, sebentar ya,,, sambil membalikkan badannya terus berjalan menuju ruangan dalam rumah, tak seberapa lama bu Modin menenteng gelas dan lepeknya, terus menuangkan airteh yang sudah ada di atas meja sejak tadi, diminum ! sambil menjempolkan tangan kanannya,,,

Terima kasih, iya bu,,, kataku “memamng bu Modin tiap hari telah siap airteh pahit panas satu ceret dua setengah literan, beralaskan merang jerami padi yang dikepang bagai konde berdiameter 20 cm, dibungkus sarung berdalaman kapuk randu setebal 2 setengah cm penahan suhu panas penangkis angin agar suhu air tidak cepat dingin”

Mau kawin ya ?! katanya, sambil tersenyum, dan nampaklah satu gigi bu Modin ada yang ompong dibagian taring kirinya. Kapan ya ?! sambil meletakkan telunjuk kirinya dibawah hidung menekan bibir atasnya agar bibir atasnya tidak terbuka lebar.

Iya bu, hari Ahad tanggal 15 Suro dua pekan lagi, kataku, sekali jawab untuk dua pertanyaan.

Ehem ehem, ehem ehem, ehem ehem, suara batuk tertahan diparu-paru pak Modin terdengar dari dalam menuju kami, berjalan sambil menggulung sarungnya bekaoskan oblong warna putih pakai peci haji bersulamkan bunga sedelapan, kelihatan jambul rambut depannya yang sedikit sudah beruban bagai burung jalak bali, mengenakan baju koko yang kancingnya belum dikailkan, nampak agak panjang sebelah, rupanya kantong kanannya terbebani sebungkus tembakau 87 kertas shak dan korek bensin, sebelah tangannya menenteng buku catatan, kemudian duduk berhadapan denganku, dikeluarkan tembakau dan koreknya, diamlnya secumput tembakaulalu dilintingnya mengerucut sambil dijilat pinggi papernya dan diputar lalau disulutnya, ehem ehem ehem batuk serak basah, tertutuplah wajah dengan asap rokok, eh eh eh eh menahan batuknya.

Gimana kabar abah ?!, tanyanya , alhamdulillah baik dan sehat, jawabku

Sudah mimpi ?!, tanyanya kepadaku, mimpi apa pak ?! balik aku bertanya bukan jawaban yang kuberikan. Sudah bisa mandi besar ?!! pertanyaan lagi kepadaku “memang ada mandi kecil_besar gitu?!” balik kutanyakan. Masih suka ke Musolla ?! “memang disebelah rumah ada Musolla yang biasa digunakan shalat berjamaah pada waktu maghrib isya dan subuh, zuhur dan ashar kadang_kadang”. Iya pak! maghrib dan isya, subuhnya banyak jarangnya, kesiangan terus ni pak alias karipan. Umurnya berapa ?! 23 th, jawabku cepat.

Nama lengkap dan alias, sambil membuka buku catatannya, matanya memperhatikan bibirku. Kurokandas alias Ahmad Karim, jawabku; hampir sama dengan pak Modin katanya. Nama bapak Abdul Karim sedang kamu Ahmad Karim. Lho bukan pak Kayim to pak tanyaku, iya sama saja, Kayim nama panggilan bapak waktu kecil, memang abah kamu menamai anak-anaknya hebat banget, kakakmu si Nogoteja, satunya Diponotopraja. Lha adik kamu siapa namanya ?! Belokaripan pak, jawabku. Iya bapak tahu lahirnya waktu itu kalo gak salah bapak mau pergi mendaftarkan ke KUA, ya sekitar jam 7-8 pagi.

Tanggal lahir ?!, 18 Oktober 1985 jawabku,

eeeeeeeeeeee 85 Astaghfirulloh al adziim, ucapan latah bu Modin, lalu berdiri sambil lari kecil ke dalam sambil mengucap alhamdulillah belum gosong, katanya dari dapur. Tak seberapa lama bau aroma wanginya intip nasi agak gosong, rupanya bu Modin sedang meninggalkan nasi aron diatas kompor, juga terdengar bersin beberapa kali dari dapur.

Berlanjut pak Modin bertanya sekolah terakhirku, kujawab, SMK jurusan teknik mesin

Pak Modin : pantas ujung tangan dalam kukumu tampak hitam, itu menandakan mencucinya kurang bersih, kerjamu di bengkel ya ?

Aku : iya pak dibengkel kang Marjan.

Pa Modin : begini Ro, kalau kamu akan sholat, pertama kamu harus toharoh dari hadas besar kecil dan wudu.

Aku : iya pak, itu sudah kuperoleh ketika belajar di SMP maupun di SMK

Pak Modin : iya, tapi dalam pengamalannya masih kurang, buktinya itu tangan kamu masih ada benda yang menghalangi air wudu, juga dalam mandi, berarti wudunya kurang sempurna.

Aku : tapi sudah berusaha maksimal tapi tak mau hilang

Pak Modin : benda apapun yang menempel pada anggota wudu , muka tangan kaki, apakah berupa cat lem minyak getah_nangka lem_isolasi sisik ikan bandeng maupun oli, apabila menghalangi air wudu maka wudunya tidak sempurna, kalo wudunya tidak sempurna, gimana sholatnya?, hayo ?

Aku : terus gimana pak ? sudah pakai sabun berulang kali masih ada yang nyisa.

Pak Modin : bapak pernah ngaji dulu, kata kiyai, debu tanah pasir selain sebagai salah satu sarat menghilangkan najis liur anjing yang menempel pada badan maupun benda lainnya seperti piring lepek jelana maupun alas meja, juga dapat menghilangkan barang yang berminyak yang menempel pada badan maupun kain. Begini caranya, basahi tangan kamu kemudian bolak balikkan pada debu tanah, atau ambil segenggam debu tanah pasir itu lalu masukkan pada gayung dan beri sedikit air seperti bikin adonan kue, lalu ujung tanganmu yang nampak hitam itu bersihkan dengan kuku kukumu atau lidi korek api, nah sekarang coba, biar lebih paham.

Sementara aku mengambil debu, pak Modin mengambil ember kecil dan sedikit air dalam gayung. Aku mulai memainkan jemariku seperti mencari kutu rambut atau ketombe, juga seperti ngupil korong hidung maupun telinga, dan memang benar bercak bercak hitam yang menempel di selasela kukuku hilang

Pak Modin : itu juga dapat kamu gunakan membersihkan pakaian kamu bila kena oli atau gemuk oli, caranya, adonan debu tadi sebagai sabunnya, bilas, baru pakai sabun beneran.

Aku : wah, lumayan dapat tambahan ilmu.

Pak Modin : jadi,,,,,, mau nikah itu tidak hanya mengurus persyaratan administrasi, juga persiapan dalam perjalanan pernikahan atau berkeluarga nanti, utamanya bebersih wudu mandi wajib serta mengauli istri.

Aku : ya Pak, tolong dibimbing

Pak Modin : coba ucapkan dua kalimah syahadat

Aku : assadu alla ila_ha illa_lloh, wa assadu anna muhammadar rasulu_lloh.

Pak Modin : nah, ini yang sering bapak dengar, kalo ngucapkannya terlalu cepat, huruf ‘ha’nya ketinggalan, arena kita sering meninggalkan huruf ‘ha’ dalam percakapan kita. Seperti Harimau, jadi Arimau, motor Honda terucap Onda, Hukuman => Ukuman, Hotel => Otel, Hujan => Ujan, ini hanya contoh.

Aku : iya juga ,

Pak Modin : coba diulang lagi,

Aku : assadu alla ila_ha illa_lloh, wa assadu anna muhammadar rarulu_lloh.

Pak Modin : coba dengar dan lihat bibir bapak “ asy..ha.. du, asy…haa..haa…haa

Aku : (dalam hati; ‘ha’nya pak Modin badeg amat, kaya bangkai cicak) iya pak, (sambil gigit gigi menahan ketawa, rupanya pak Modin menyadari lalu ia duduk agak mundur, kemudian aku ulangai seperti pak Modin) “ asy_ha_du, asy_ha_ha_ha_ha_ha_du alla ilaha illa_lloh wa asy_ha_du anna muhammadar rasulu_lloh, (aku ulangi) “asy_ha_du alla ilaha illa_lloh wa asy_ha_du anna muhammmadar rasulu_lloh (pak Modin memalingkan sedikit mukanya, rupanya ‘HA’ku juga badeg, dan memang aku tadi sarapan ketupat sama semur tahu dan jengkol, tidak sikat gigi lagi)

Pak Modin : lha begitu baru pas benar, diminum airnya.

Sementara aku dan Pak Modin minum, dan melanjutkan saling merokok, sambil merokok pak Modin memainkan bola matanya kekanan-kiri serta mengangkat dagunya sedikit keatas, entah apa yang sedang dilihat dan dipikirkan.

Aku : ehem, ngomong-ngomong sementara cukup dulu pak nanti minta dibimbing lagi,

Pak Modin : iya, tapi lengkapi dulu copy KTP dan Ijazah terakirmu, lalu kita ke Kelurahan.

Aku : ya Pak, terima kasih permisi dulu, assalamu’alaikum, sambil kujabat tangannya.

Pak Modin : salaam, kalo dapat sebelum zuhur ya…!

……………….bersambung…………..


Minggu, 07 Desember 2008

Pertanahan Ilahi

Sambil menekankan lipatan sorban ke kedua pelupuk mata agar airmata tidak membasahi muka, Abdullah Ibnu Abbas, biasa dipanggil Ibnu Abbas sangat terharu sedih karena cintanya kepada Rasululloh Muhammad SAW. Ia terus memperhatikan dan menyimak khutbah Rasul setelah melaksanakan ibadah hajinya yang terakhir atau haji wada. Ibnu Abbas semakin sedih bermuram durja, sambi bertanya tanya dalam hati apa gerangan yang bakal terjadi setelah Rasululloh kembali pulang ke Madinah Munawaroh.

Sehabis membacakan ayat tersebut kepada para sahabat yang hadir disitu, cerah ceria gembiralah mereka , kini lengkap sudah agama islam yang diridloi Alloh. Namun, bagi Ibnu Abbas menjadikan dirinya semakin sedih murung dan meneteskan airmatanya. Khutbah selesai, turunlah nabi dari mimbar, yang kebetulan berupa tanah cadas membukit kecil sebesar rebahan gajah. Para sahabat terus berdatangan menyambut Rasul, cium tangan berpelukan satu persatu, giliran Ibnu Abbas, ia cium kedua telapak tangan Rasul juga punggung telapaknya, ia pandang wajah Rasul tanpa kerdipan tidak ada kata yang terucap hanya bibir sedikit tergetar, tanpa sadar melelehlah butiran airmata lalu Rasul memeluknya begitu juga Ibunu Abbas memeluknya erat_erat sambil membisikkan suaranya terbata-bata ketelinga beliau ‘ya Rasul jangan tinggalkan kami’ diciumlah pipi rasul berulangkali terakhir dengan mencium kening beliau.

Setelah berkhutbah rasul mengajak para sahabat ke tanah lapangan sambil membawa lidi daun kurma, dipilihlah tanah yang agak datar sedit berpasir. Beliau mengoreskan ujung lidi itu beberapa titik, kemudian beliau menjelaskan inilah batas tanah haram, darimana umat islam yang hendak melaksanakan ibadah haji maupun umroh memulai berihram, disebut sebagai miqat makani. Sambil menjelaskan kepada para sahabat yang hadir disitu Ibnu Abbas memperhatikan dengan penuh perhatian dan mengikuti penjelasan rasul, ia mengikuti dan membuat goresan didepan duduk silanya, ia membuat garis garis lurus diantara titik titik yang telah dijelaskan Rasul sambung menyambung, menjadi sketa peta sederhana.

Rasul selanjutnya menjelaskan : titik ini Dzal Hulaifah; bagi yang datang dari Madinah, ini Juhfah; bagi yang datang dari Syam/Syiria, ini Qornul Manazil; bagi yang datang dari Najd, dan ini Yalamlam; bagi yang datang dari Yaman, adapun bagi penduduk Makkah maka miqatnya dari tempat tinggalnya, yang dekat dengan miqat lebih baik memulainya mundur dari salah satu empat miqat yang telah disebut. Sedangkan bagi Penduduk Makah atau jemaah haji yang akan Ibadah umroh maka miqatnya diutamakan dari Tan’im, Ji’ronah atau Hudaibiyah.

Menurut sebagian ahli tentang islam WM Watt misalnya, ini merupakan awal mulanya sistim administrasi keagrariaan “terutama menentukan batas tanah haram (daerah suci) Mekah“ Djohan Effendi 1982, hal 210.

Kelang beberapa bulan, antara bulan Zulhijah dan safar

Renovasi Revivalisai Rekonstruksi

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, sebaik-baik keadaan umat islam adalah pada masaku, kemudian masa setelah aku dan seterusnya, masa yang dimaksud disini masa seabad atau seqorn setara 100 tahun. Nabi Muhammad telah mewariskan nubuwahnya kepada para ulama berupa rohnubuah. Agama sebagai kenyataan lembaga, mempunyai wilayah rohani tersendiri, islam, demikia juga agama yang lain, agama tidak memiliki wilayah teritorial, tetapi dapat mewilayahi teritoriale tertentu dan dapat berpindah dari wilayah yang satu kewilayah yang lain.

Ibadah haji merupakan kewajiban ke lima dari rukun islam sebagai yang telah disampaikan Muhammad kepad Malaikat jibril dengan disaksikan para sahabatnya. dalam dialoge tersebut disebut kerangka dasar agama islam; Iman Islam dan Ikhsan. Masing masing kerangka dasar tersebut memiliki pilar-pilar.

Ibadah haji sebagai ibadah napak tilas, utamanya napak tilas perjalan Adam dan Hawa setelah exile dari surga, satu dengan lainnya turun di tempat yang berbeda, akhirnya mereka bertemu di padang arofah hingga akhir hayat di dunia, meninggalkan anak cucu bani Adam beserta warisan semua yang ada dibumi, apa yang ada di darat maupun dalam perut bumi dan laut, luar angkasapun boleh dimiliki, semuanya telah diserahkan Alloh kepada Adam untukdimiliki dan dibudidayakan. Oleh Adam semuanya diserahkan kepada Hawa sebagai ,Mahar, maskawin pernikahan mereka berdua, oleh Hawa semuanya diwariskan kepada anak cucu mereka.

Ibadah haji juga dapat dijadikan sebagai perlambang proses kekhalifahan Adam dimuka bumi, awal langkah towaf yang dimulai dari sudut Hajar Aswad, dengan mengangkat tangan pada hajar aswad, disini orang yang sedang tawaf mengingatkan akan Nabi Adam ketika menerima amanah serta kesediaanya serta izin kepada Alloh untuk menjalankan amanah tersebut. Tawaf dan sa'i dijadikan awal pertama proses perjalanan dari alam surgawi, alam metafisik, kealam duniawi, alam fisik. Makanya banyak kaum muslimin yang sedang berada di Masjid Haram berebut mencium hajar asad, sebagai perlambangan kesediaan mereka untuk mengemban amanah yang dibebankan Adam.

Telah puluhan ribu tahun Bani Adam mendiami bumi, telah ribuan macam hiasan dan bangunan ditegakkan, ribuan macam bangunan telah hancur rusak punah dan ada yang sudah hilang, baik rusak oleh tangan mereka sendiri ataupun oleh alam yang tidak bersahabat. Perkembangan pemikiran maupun estetika dan kenyamanan, membuat kreatifitas manusia memake up bumi juga merecovery akibat luka bencana alam. Bumi tidak akan dapat dibentuk kubus amupun trapisium, ia hanya dapat direkonstruksi sejalan dengan blueprintnya, komposisi ukurannya tak dapat melenceng dari blueprint dasar. Menyimpang dari blueprint dasar akan terjadi gejolak, gejolak yang ditimbulkan adanya perpindahan komposisi bumi akan membawa gejolak pada kehidupan diatas bumi termasuk manusia.

Agama memiliki kerangka ajaran dasar, juga islam, sebagai ajaran dan diamalkan oleh pemeluknya, dimana kapan bagaimana siapa saja, ini semua telah ditafsirkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad adn telah disaksikan oleh para sahabat penganutnya.

Agama islam yang universal telah membumi mengabad menjadikan pengamalan agama menjadi agama yang terbatas dan dibatasi oleh kondisi yang ada, pada kondisi yang satu dengan yang lain nampak dipermukaan terdapat adanya perbedaan. Namun tutup permukaan yang berlapis lapis dapat dikelotok satu persatu hingga nampak blueprint ajaran dasar, bila blueprint ajaran dasar tidak nampak berarti telah pindah kewilayah lain, atau hilang sebagian pilarnya.

Ibadah qurban, dalam rangkaian pilar kelima keislaman, umumnya merupakan persembahan bertujuan merevivalisasi komponen jasadi yang rusak hilang punah dari komposisi kebutuhan dasar. Komposisi pilar agama komponennya ada yang rusak hilang atau mungkin punah oleh kondisi yang menarik dan mempengarui.

Makanya tiap abad, sebagaimana prediksi Nabi Muhammad akan terjadi rekonstruksi agama, yang diserahkan kepada para ulama yang peduli dan yang telah menerima rohnubuah, sebagaimana yang telah disampaikan Nabi dalam khutbah selamat jalan agamaku pada waktu pelaksanaan haji wada.

Mudah-mudahan daging korban yang kita konsumsi dapat mengantikan protein dan gizi yang yang telah hilang, semangat baru menuju satu titik w,u,k,u,f, tidak keluar dari batas wilayah tanah wukuf, haji mabrur baginya hanyalah surga.


Sabtu, 06 Desember 2008

Ismail Selamat

Sambil membawa pedang yang masih dalam sarungnya, sementara Ismail anaknya mengiringi dari belakang dengan berjalan setengah lari, sampailah mereka di tempat yang telah dipersiapkan Ibrahim ayahnya. Disitu ada beberapa batu untuk berlindung agar tak terlihat daari tempat seberang sedang apa mereka berdua. Ibrahim mengambil kulit leher unta yang telah disamak, yang biasa ia pakai sebagai igal penutup kepala agar rambutnya yang gondrong tidak tidak berderai dihembus angin. Dipakaikan kulit itu untuk menutup mata Ismail sambil diganjal daun korma yang baru pungutnya, dilipat beberapa lipatan sebagai ganjal atau kunci agar tidak longgar, membatasi padangan Ismail. Ismail disuruh duduk berlutut dan meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua pahanya dengan kepala sedikit menunduk

Ibrahim mengambil kantong air yang terbuat dari kulit kambing, ia meminum beberapa tegukan, sambil menerawang kearah utara, mengingat masa kecilnya di Delta Eufrat. Terbayanglah, bagaimana raja Namrut ketika hendak berkorban untuk kerajaannya, ia cari wanita muda yang tercantik di jadikan sesaji sembahan agar kemakmuran tetap ada. Banyak para wanita muda adatang ke kerajaan dengan bangga dan rela agar merekalah yang dipersembahkan, mereka berkeyakinan pasti akan bersama dewa_dewi dilangit. Terbayang pula akan nasibnya ketika dibakar sebagai hukuman yang ia terima akibat pengrusakan patung patung milik umum, serta pengusirannya hingga sampai di lembah yang tandus akibat kejatuhan meteor pada waktu dulu.

Menengok agak ke barat laut teringatlah ia akan isteri yang ia sayangi, Sarah, walaupun ia sendirian akan tetapi kesendiriannya banyak tetangga lagi pula Palestine tidak jauh dengan Delta Eufrat. Di Palestine pelaksanaan korbanpun tak beda jauh dengan apa yang dilakukan Raja Namrut, mereka melaksanakan korban juga dengan dibakar. Seperti kalkun angsa kambing maupun sapi, sedangkan korban bagi keselamatan kerajaan sama juga, seorang atau beberapa wanita yang terjun ke dalam nyala bara api, sedangkan pelaksanaan korban dijazirah yang baru ia tempati ini dengan disembelih atau dikubur hidup_hidup, mungkin sulit untuk mencari kayu atau arang, atau watu itu lelehan lantung minyak fosil belum ada.

Sambil duduk menerawang serta membolak balikan pedang goloknya, tiba tiba Ismail anaknya bersin ada debu rumput masuk hidungnya “huaa hiiing” dan mengucap ‘alhamdu lillahi’ dibalas Ibrahim ‘yarhamukalloh’ Ismail melanjutkan ‘yahdikalloh’.

Pedang diletakkan di atas kulit igal kepala Ismail, denga terasa adanya pedang diatas kepalanya, Ismail mengucap ‘inna lillahi wa inna ilaihi rojiun’ badan Ismail dingin pucat pasi serta mengeluarkan sedikir air kencing. Kemudian Ibrahim mengangkat pedangnya, dalam hati Ismail bilang “kok belum” lalu Ismail bertanya. Sudah Syaikh, panggil Ismail kepada ayahnya. Ibrahim menjawab ‘taqabalallohu minka’, Alloh telah menerima kesabarabnmu wahai anakku Ismail. Allohu akbar wa lillahil hamdu la ilaha illalloh, tiba tiba Ibrahim ber takbir, tahmid dan tahlil. Alloh telah menerima kesabaran kita dan Malikat tadi telah mengganti seekor domba disebelah batu itu, lalu kambing itu didekati dan disembelih Ibrahim dengan mengucap, bismillah haza minka wa ilaika ya alloh, allohu akbar.

Hajar isteri Ibrahim sambil memasak gandum yang ada di dapur, sepertinya ada tanda tanya, tidak seperti biasanya ketika keluar rumah membawa pedang golok, lagi pula telah diasah sampai tajam. Kemudian Hajar keluar dari pintu rumahnya, dan terlihat Ibrahim memanggul seekor kibas yang telah dipotong sedangkan Ismail memanggul kantong air. Sambil menggeremeng ia mengucap ‘ooo rupanya mereka memotong kambing’.

Jumat, 05 Desember 2008

Ibrahim Ragu Berkorban

Pagi itu seiringan terbitnya Matahari diarah tenggara, seorang bapak dan anak sedang mempersiapkan perjalanan menuju kaki bukit yang penuh batu cadas. Sambil mambawa peralatan seperlunya seperti tali, pahat, martil linggis serta berbekal makanan dan minuman. Beberapa onta telah siap untuk mengangkut peralatan itu juga mereka berdua. Ibrahim si anak kecil berserta orang tuanya, seorang perupa atau pemahat, akan memulai aktifitas mereka yang biasa dilakukan tiga kali dalam sebulam, pada hilal setinggi ubun-ubun setelah tenggelamnya matahari, pada bulan purnama dan sembilan hari setelah purnama sidi dalam kalender rembulan.

Diseberang jalan telah menunggu beberapa pembantunya yang akan bergabung dengan mereka berdua untuk mengambil bebatuan. Sebelum menaiki ontanya ia bersimpuh lutut meletakkan ujung hidung dan jidatnya ketanah kea rah halaman. Ibrahim mengamati ayahnya diatas punggung onta sambil memegang taki kendali. Hal itu sudah menjadi kebiasaan ayah Ibrahim setiap akan pergi mencari nafkah, begitu juga ketika pulang kembali kerumah, sebelum masuk rumah ia sujud menhadap rumahnya.

Bulan itu bertepatan akan mulai musim dingin, dengan ditandai matahari terbit dari arah tenggara, waktu malam lebih panjang dibanding siang dalam cuaca yang cukup dingin berangkatlah mereka menuju arah timur menuju perbukitan tandus.

Jalan yang dilalui merupakan jalur perjalanan saudagar maupun pelancong dari Cina, India, Darius, sehingga perjalan tidak terasa jauh, hampir tiap sebatang rokok dihisapnya ketemu rombongan kafilah dari timur, bapak Ibrahim melambaikan tangan sambil mengucapkan salam dan beberapa kata yang tidak dipahami Ibrahim.

Ayah Ibrahim sebelum menetap di delta Sungai Efrat, waktu mudanya ia sebagai pelancong dan suka mencari dan menimba ilmu dari daerah timur, termasuk seni memahat perupa dan pandai besi serta melukis atau menggambar.

Setelah berkeluarga ayah Ibrahim lebih senang menetap menjadi pandai besi dan memahat batu sesuai pesanan, rupanya hasil upah memahat batu merupakan pengasilan yang lumayan. Melihat pelanggannya cukup lumayan, ayah Ibrahim berinisiatip mencari batu sediri, tidak hanya sebagai empu atau pemahat upahan, tapi ingin menciptakan patung pahatan yang berbeda.

Tiga atau empat batang rokok telah dihisapnya, sampailah Ibrahim dan ayahnya sampai dikaki bukit, ditariklah tali kendali menjadikan kepala onta menghadap keatas serta ditepuk kaki depannya, berhentilah kemudian onta itu melipat kaki depan lalu belakangnya terus berjongkok terjongkok. Turunlah mereka dari kendaraan dan menambat tali onta pada pasak yang ditanjapkan ke tanah. Diambillah beberapa ranting kering lalu dibakarnya, mereka menghangatkan air serta membakar bekal.

Sambil istirahat, mereka menikmati teh hangat dan cemilannya, datanglah rombongan dari timur yang juga beristirahat di tempat itu. Salam bersambut salam, ayah Ibrahim mengucapkan suatu yang tidak dipahami Ibrahim, mereka senyum, saudagar dari timur itu mendudukkan salah seekor onta, dari koper yang terbuat dari anyaman akar dan rotan ia mengluarkan patung dari gerabah dan perunggu. Ayah Ibrahim menukarnya dengan lempengan perak.

Sementara pembantu ayah Ibrahim mengambil batu, ia masih tetap ngobrol dan semakin asyik, sesekali diselingi senyuman sambil geleng geleng kepala dan meletakkan telapak tangan kanannya pada dada kirinya menunjukkan keseriusannya.

Batu sudah terkumpul, namun ayah ibrahim hanya mengambil sebagian saja yang menurut perhitungannya tidak terlalu sulit untuk dipahat. Kenapa tuan tidak bawa semuanya ? tanya seorang pembantunya. Tadi aku dapat tawaran dari pedagang India, dan Darius yang akan mengirim batu setengah jadi ketempat kita.

Mereka bergegas melanjutkan perjalanan untuk pulang, sesampai di gerbang halaman rumah ayah Ibrahim turun kemudian sujud sebagai kebiasaannya, Ibrahim mengikuti disebelah kanannya, sambil meletakkan pelipis kanannya dan mengangkat yang yang kiri keatas, ia melirik dan melihat bibir ayahnya berkumat kamit.

Ayah Ibrahim pembuat patung sesembahan, tapi dirumah mereka tidak memiliki patung sembahan, yang ada hanyalah relief relief matahari, bulan, hewan, daun dan bunga. Untuk kelompok warga memang masing-masing memiliki patung sembahan yang dipuja tiap pagi dan sore, sesekali juga orang tua Ibrahim meletakkan sesaji pada patung yang ada pada kelompoknya.

Selasa, 02 Desember 2008

NGAWURULOGI

Pada hari ini, Selasa Tanggal 02 Desember 2008 Jam 20.45 WIB

Telah kutemukan sebuah teori “NGAWURULOGI ilmu yang mebahas bahwa ketidatahuan itu merupakan pengetahuan, bukan untuk mecari kebenaran atau menyalahkan, juga bukan ilmu matematika, ia adalah expresi kegembiraan, kepuasan dalam kebodohan atau pura-pura bodoh.

Ngawur merupakan kata sifat dari kata ‘awur’ yang berarti menebar kepenjuru arah; seperti memberi makan kepada ikan di kolam; menebar bibit padi atau pupuk pada petakan di sawah; atau seperti memberi makan burung merpati dengan melemparkan segenggam jagung ke taman. ‘mawur’ kata keadaan yang berarti berantakan kemana-nana, tidak pada satu titik tujuan tapi bercampur aduk. Juga berarti satuan-satuan yang hancur bercampur aduk menjadi bagian-bagian tersendiri; rontoknya patung pasir ketika kering dan dihembus angin; hancurnya kue kering dalam kaleng ketika kalengnya jatuh berulang kali.

Ngawur adalah jalan keluar menjawab persoalan atau pertanyaan yang tidak tahu jawabannya secara pasti_benar atau mendekati kebenaran. Ngawur kadang kadang benar juga kadang kadang salah, begitu juga ngawur kadang kadang tepat juga kadang kadang melenceng keluar dari sasaran yang dituju

Hasil perbuatan atau ungkapan yang ngawur, oleh sebagian kelompok dijadikan bahasa porkem dan disepakati sebagai kebenaran yang hanya digunakan oleh kelompok tersebut, juga hasil pemikiran yang ngawur menjadi kebenaran setelah dilegitemasi oleh para penggunanya dan tidak terjadi kesalah_pahaman, mejadi kesepakatan bersama sebagai kebenaran.

Ilmu Ngawur ; Ilmu untuk membenarkan, menyalahkan diluar aturan logika, fisika
maupun matematika.

( warning from me : benar_salah, wilayah bahasan ilmu logika, keluar dari
fisika_matematika bahasan ilmu metafisika, mistik atau ilmu peramalan )

Ilmu Ngawur, dapat kita temukan dalam karya fiksi_semi fiksi, film, teater, sandiwara, humor maupun pertemuan non formal.


( benar_salah, wilayah bahasan ilmu logika, keluar dari matematik bahasan ilmu

mistik atau ilmu peramalan )

Hak Cipta pada : Masud CHATIM

Alamat : Mandala Citra Indah Blok G12 No14 Serang 42111

Hak Cipta aku lindungi sendiri dan aku pakai sendiri

Boleh di Copy tanda seizin dariku

Inspirator “NGAWURULOGI”

  1. Nengsih dan Lieswati

Nengsih: aku punya kakek pandai besi, tiap hari bikin uang logam ribuan, tiap

minggu aku diberi sekantong.

Lies : aku punya Om kerjanya di Bandara, tiap hari pilotnya buang duitr ibuan

berkarung karung dan Om_ku melesnya tiap bulan aku diberi segini, sambil

menunjukkan jarak dua sentian antara jempol tak telunjuk.

(sama sama tidak tahu, bohong sesuai dengan hayalannya, meyakinkan lagi)

  1. Dahlan dan Totok

Tiwik dan aku sedang ngomong, uap karbit kok bisa nyala ketika

dibakar, dibuat dari apa ya ? Dahlan nyelonong menjawab dari air.

Totok mempertegas ia dari kelotokan debog garing biar tembakaunya

harum.

(sama sama ketawa dalam kengawuran, sama sama tidak menyambung)

  1. Wasis dan kawan-kawan

Wasis : ketika baru pulang dari Surabaya ia cerita pada kami, tiap hari aku naik Bemo ketika di Surabaya…… kami : Bemo roda ada berapa ? Wasis : ada empat……........... diantara kami ada yang ngomong : sama, di Semarang Becak rodanya ada dua.

Disisni bukan benar atau salah tapi saling menghargai dalam kebohongan dan ada kepuasan tersendiri.

4. Ketika aku cari alamat

Aku : Bang, tolong Bang, Gang Kapuk II tahu ka gak ?

Abang itu : sono no lurus, dekat

Aku : (dalam hati) deket apa an ? kaki sampai lecet baru ketemu hampir se jam

jalan kaki.

Gang Kapuk II No 17 ketemu, begitu masuk pagar pekarangan langsung

teriak ngumpat kasihan deh guee kagak naik Ojek. anggota rumah yang

kutuju pada senyum ketawa ( dalam hati mungkin berkata : kenapa ? ada kepuasan dalam ketidatahuanku )

4. Kid dan aku

Nenek : kamu tadi malam kemana ? Tanya nenek kepadaku

Kid : Ko ! diktesien ! kata sepupuku dari sebelah (Ko nama panggilanku

Kid nama panggilannya, yang hanya diketahui oleh teman sebayaku

saja) padahal kami berdua habis nonton Bioskup

Aku : anu mBah tadi malam kami ada diktesien di rumah pak Durahman

Toyib (guru Ilmu Alam sekolah kami yang paling kreatif dan suka

humor, aku gak tahu apa maksud ‘diktesien’ yang diucapkan Kid)

Sambil ketawa keluar dari rumah nenek, kami berbisik pasti tadi malam nyokab cari kita dirumah nenek.

Aku : apa maksud diktesien tadi ?

Kid : dari pada memar kena sabetan galar ( bamboo yang dibelah selebar

dua sentian panjang semester, yang dipersiapkan mencambuk anak-

anaknya yang bandel )

Semenjak itu kami menggunakan kata ‘diktesien’ untuk nonton bioskup, wayang atau ludruk, maupun begadangan yang hanya kami gunakan berdua. Akhirnya ‘diktesien’ jadi kata porkem bagi kami dan teman sebaya. Bagi nenek dan ortu masih menjadi bahasa porkas, juga bukan asosiasi maupun ortograf dalam bahasa.


Sabtu, 22 November 2008

Perkawinan

KUROKANDAS

Bersama

PERKAWINAN

Auzubillahi minas_syaithonir_rajiem @ Bismillahir_rahmanir_rahiem @ Alhamdulillahi rabbil_’alamin @ Allohumma shalli_’ala Muhammadin_fil_awwalin @ Wa_shalli_wa_barik_wa_salim_ala_sayidina _Muhammadin_fil_akhirin @

Aku menggunakan rangkaian huruf, kata hingga jadi kalimat yang dapat kupahami semuanya aku dapatkan dari :

  1. Alqur’an dan terjemahan ma’nawi Berbahasa Indonesia, hadiah sebagai wakaf dari Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Fahd ibn Abdul Aziz Al Sa’ud, Penerbit Mujamma al Malik Fahd li Thiba’at al Mushhaf asy-Syarif Madinah al Munawarah, Kerajaan Arab Saudi, Tahun 1412 AH

  1. Berbagai buku hadits Nabi Muhammad SAW terjemahankan dalam Bahasa

Indonesia, Juga berbagai Buku, Majalah, Koran, Komik, Selebaran-selebaran

yang sudah aku baca.

  1. Semua yang aku dengar_lihat dari Ustaz/ah, Asatiz/ah, Alim-Ulama, Guru,

Profesor, Kiyai-Kuyaha’ Teman, Kawan, Sahabat, Radio, Casette, Film, TV,

VCD, MP4. Podcast dan Internet itu sendiri.

  1. Semua yang aku pahami, aku hayalkan, aku impikan baik dalam sadar maupun tidur lebih-lebih aku dalam keadaan lapar cuaca dingin, perut keroncongan badan

otak panas, telapak kaki_tangan kedinginan bibir jadi gagap dan bertepuk baik dalam jalan_jalan kaki maupun leyeh_leyeh, sampai-sampi lalat, nyamuk, kumbang, cicak dan tokekpun ikut ngomong, yang paling seru mengasikan suara mesin bubut, sinsaw detukan roda kereta dengan relnya. Semuanya masuk kedalam renunganku.

  1. Film Star_Wars, pertempuran saling mempertahankan diri saling menyerang diarena yang hampa tanpa membawa kerusakan planet bumi, padahal kalau berkehendak kuasai saja Mars, Pluto, Saturnus, Haumea maupun Baby Galaxy akhirnya terdampar atau KANDAS diatas entah Bintang, Komet atau Meteor.

  1. Pendekar Bikshu Karin dalam serial Dragonballpun sebagai inspirator, seorang yang sangat angkuh sombong dikdaya jarang tampak diri asli, bangga akan ketabahan keuletan serta keseriusan Goku muridnya, dengan panggilan Jin KURA_KURA hidup kesendirian dalam satu pulau_perawan tiada kawan teman mau renang jalan tiada bergerak empat kaki mengayuh tiada pijak, jangkang tertumpang diatas karang. Goku sang murid mencari guru datang menggoda menggelitik mengejek menantang menarik ambil ilmu guru tersimpan dalam jangkang jubah anti pedang parang panahpun tombak. Melelehlah ilmu Jin KURA_KURA sepanas magma yang mampu membesarkan tinggikan semili-senti-meter anak gunung kratkatau entah kapan jadi bapak krakatau, Goku meleles sisa_sisa ilmu Bikshu Karin didaur_ulang jadilah Goku menjadi Goku_Goku_Goku_Gooooooooookuuuuu

Perkawinan Pemula 1

SUBHANALLOH

BLENGNGNGNG GOOORRRR ORUG OROUG OROOUG OROOOUG

Ledakan yang amat multi dhasyat daya explosivenya, tiada bermula bercahaya tiada mengeluarkan kilat maupun menghancurkan sekitar, suara gemuruh yang bermillyar tahun jauhnya tiada henti, gelombang suara dari macro wave menggeremet merembes sampai pada ketitik micro, melata merangkak tegak pelan-pelan berdiri jalan lari eeee bungkuk juga, berkembang jadi lampu pijar gramaphon radio telepon telegraf TV Feger sampai sampai nggak kemana-mana cukup ada dikamar dengan internet kamera dan monitor, monitor dalam_kamera kamera_dalam monitor, dalam kamera ada kamera_kameranya kamera yang haya dapat dilihat dalam monitornya monitor.

Awal kejadian yang telah diciptakan tanpa awalan_akhiran, hanya dapat dipahami dalam pikiran, sebagai kabut cikal bakal makhluk ciptaan, tiada terang maupun gelap memamng gelap terang belum muncul adanya, gelombang yang tak dapat diditeksi, dirasapun tidak, hanya dapat dirasa dalam perasaanya merasa Perasa.

Allohu Akbar

Kebesaran Alloh muncul dari kesendirianNya cinta kasih sayang akan ke_Esa_an diriNya sendiri Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia Yang Maha Pemurah lagi Penyayang ~~~ Ya Alloh kasih_sayangilah kami dengan kasih sayangMu ~~~Ya Alloh kasih_sayangilah kami dengan kasih sayangMu ~~~Ya Alloh kasih_sayangilah kami dengan kasih sayangMu.

Alloh hanya Dia_lah Tuhan, Raja di_Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, ~~~ subbuhun quddusun robuna wa rabbul malaikati war ruh ~~~ subbuhun quddusun robuna wa rabbul malaikati war ruh ~~~ subbuhun quddusun robuna wa rabbul malaikati war ruh~~~

Alloh hanya Dia, Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik ~~~subhanalloh walhamdulillah wala ilaha illa_llohu wallohu akbar, ~~~ subhanalloh walhamdulillah wala ilaha illa_llohu wallohu akbar ~~~ subhanalloh walhamdulillah wala ilaha illa_llohu wallohu akbar ~~~ ucapan awal pertama keluar dari mahlukNya, nur_muhammadiyah, kabut yang amat jelas, cikal bakal serta jiwa sebagai satuan_ pasangan alam semesta termasuk didalamnya manusia. “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan_pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang mereka tidak ketahui. QSA36:36”. Pujian kepada Alloh senantiasa berkumandang terkumandangkan Nur Muhammadiyah, sumber berita kabar pesan anjuran perintah larangan, bergerak memutar dalam aturan abadi, tunduk patuh taat keterpaksaan dalam hukum abadi merobahpun tidak, gemuruh mengembang meledak_ledak bergegelombang terus_menerus keterusan gulumg melingkar tiada henti abadi. Asal muasal jagad raya ~~~ Matahari planet gas abadi, planet hitam gelap membara permukaan penuh jilatan lidah_api semua planet beserta satelitnya keliling memutar dalam ketepatan waktu_gerak pada jalur rotasinya, memancarkan sinar ultra violet dan listrik sebagai pusat rotasi gugusan galaxy, berputar berenang_renang ditempat pada sumbunya, teranglah yang mendapat pancaran sinar, gelaplah yang tak mendapat cahayanya.”dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengtahui. Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah_manzilah, sehungga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua QSA36:38,39” Pancaran sinarnya menjadi energi penggerak atmosfer tiap planet dan satelitnya serta benda langit lainnya. Planet_planet beriringan satelitnya masing_masing menyimpan misteri dirinya masing_masing, bintang dengan muatan mercury dan posfor muncul kilap_gemerlapan cahaya dirinya, meteor si_batu karbon_dioxide meluncur kesan_kemari, diciptakan sebagai rudal pemburu syaithonir_rajiem.

Bumi dicipta dibentuk diperupakan persis segambar sebagai miniature sekaligus prototype surga di alam gaib. Berhampar tanah pasir pegunungan dan gunung dalam perutnya menyimpan emas perak intan berlian tembaga timah nekelbatu geok minyak dan batu bara belum ada, tebing jurang tanjakan ditanami pohon rerumputan, merah hijau putih kuning biru daun batang serta bunganya. Hewan binatang darat dan laut diciptakan berpasang pasang jantang betina ada yang melata berjalan berenang menyelam mengerong dalam tanah ada juga yang dapat terbang, sebagian binatang ada yang mengeluarkan cairan dari tubuhnya berupa air susu yang dapat diminum, semuanya makan minum bernafas hidup berkembang dan mati di atas bumi. Ada es laut sungai embun kabut uap_air mendung hujan, ada air terjun, mancur maupun muncrat, ada yang terasa asin hambar segar semuanya terdapat di lautan sungai danau maupun oase, yang terasa manis pahit getir pedas semua ada di batang pohong daun kulit batang, bunga maupun buahnya. Diisi oxygen sebagai sumber kebutuhan kehidupan makhluk hidup dan bernyawa juga karbon dioxicida sebagai kebutuhan hidup untuk sebagian kehidupan yang ada di bumi . Lengkap sudahlah Alloh ciptakan alam semesta dalam satu oval ikatan galaxy, terikat dengan ruangan waktunya, terbatas antara planet satu dengan planet lainnya berupa batasan gas_gas berlapis_lampis bak cermin, cermin cembung_cekung memantul gambar sama, Alloh mengkloning gambar galaxy_pemula tercipta galaxy enam kembaran dalam kubus_oval nan lentur terbingkai dalam atmosphere, sama sama berujung magnit positif bermuatan elektron, tujuhlah jumlahnya. Antar bingkai takterjadi benturan bahkan saling dorong terjadi putaran, tarik menarik tiada berjalan bahkan memutar, memutar dalam bingkai masing_masing dalam lajur jalur_jalannya. Berlanjut Alloh terus mengkloning ciptaan_Nya beringingan gemuruh gembita kilat ledakan terus tiada henti … tiada henti ….tiada henti…. Allohu Akbar tiada henti mencipta. Terjadi sudah jagad raya alam syahadah alam jasadi.


Bleng Bleng Bleng Beleng Bleng Bleng Bleng

~~~allaziy~~~allazina~~~allatiy~~~allaziy~~~allaziina~~~allati~~~allazi~~~ ~~~allaziy ~~~allaziy~~~~allaziy~~~allaziy~~~allaziy ~~~allaziy~~~~allaziy~~~

subhanalloh wal hamdulillah wala ilaha illa_lloh

Perkawinan Pemula 1

Blengngng Blengngng Blengngngngngngngngngng

Ruh_jasad alam semesta mewujud dalam Nur Muhammadiyah, Alloh ciptakan alam_goib mulai arasy, perbendaharaan karunia, lempengan catatan scenario alam_jasad alam_ghoib, malaikat, syaiton, surga dan neraka.

Alloh menciptakan malaikat dari nur cahaya, mahluk gaoib yang dapat memadat seperti jasad dan merenggang halus menjadi gas, tidak makan maupun minum tidak bergender pria maupun wanita serta tidak diberikan sahwat nafsu birahi, ia berkembang dari pemisahan potongan dirinya, ditakdirkan sebagai mahluk yang taat menjalankan perintah larangan_Nya senantiasa bertasbih bertahmid dan bertakbir kepada Alloh berputar ramai_ramai mengeliling dibawah arasy_Alloh.

Malaikat yang pertama diciptakan Jibril namanya, sebagai sesepuh para malaikat, ia mendapatkan tugas sebagai penjaga perbendaharaan karunia_Alloh dan mendistribusikan kepada alam semesta, menyampaikan wahyu kepada sebahagian para mahlukNya yang dikehendakiNya, selanjutnya : Mikail yang mempunyai tugas mebagi rizki kepada seluruh makhluk; Izrail yang mempunyai tugas mencabut nyawa seluruh makhluk; Raqib yang mempunyai tugas mencatat semua perbuatan_perbuatan baik, lebih_lebih yang bermanfaat dan memberi manfaat serta dapat diambil manfaatnyadarti makhluk; Atit yang mempunyai tugas mencatat perbuatan_perbuatan jelek dari semua makhlukNya, sedangkan yang baru angan_angan atau niat berkehendak berbuat jelek belum dicatat sebagai perbuatan jelek; Isrofil mempunyai tugas meniup terompet sangka_kala pada hari akhir zaman untuk mematikan seluruh makhluk dan juga untuk membangkitkan kembali semua makhluk yang telah wafat, selanjutnya uantuk dihisab dan diadili mana yang baik mana yang jahad, mana yang terpuji dan mana yang tercela; Munkar dan Nakir kedu_duanya mempunyai tugas mengajukan pertanyaan kepada orang yang baru wafat tentang iman_islamnya; Ridwan yang mempunyai tugas sebagai penjaga syurga tempat kebahagiaan yang abadi, diperuntukkan bagi jin dan manusia yang menginginkan karena ridho_Nya : Malik yang mempunyai tugas menjaga neraka, tempat kesengsaraan yang abadi, diperuntukkan bagi syaitan jin dan manusia yang menginginkan karena kuasa_Nya. Selain yang sepuluh malaikat juga masih ada malaikat seperti Harut, Marut, Saik, Syahik, Zakzail

Blengng Blengng Blengng

Alloh menciptakan syaitan, diciptakan dari bara api neraka, makhluk goib yang dapat memadat seperti jasad juga dapat merenggang menjadi gas serta energi, sombong meniru kesombongan Alloh, juga menerima kutukan Alloh dengan kesombongannya pula, sengaja diciptakan sebagai makhluk yang menggoda jin dan manusia agar jin dan manusia tidak patuh dan mengingkari keesaan kekuasaanNya, menjauhkan dan melupakan hamba Alloh untuk beribadah dan berzikir kepadaNya. Syaitan pada akhir zaman nanti langsung sebagai penduduka neraka tanpa dihisab lagi, memang dineraka jahannamlah tempatnya, syaitan sudah tahu dan sudah_akan menerima keputusan Alloh tersebut dengan kesombongan dan keangkuhannya. Termasuk dalam golongan syaitan disebut iblis. Iblis sebagai penjerumus jin dan manusia agar senantiasa berbuat kerusakan dimuka bumi, mengadu domba agar saling bunuh membunuh, penyesat agar jangan mendekati Alloh, menjauh dan memusuhi Alloh, ia ditangguhkan kematiannya hingga akhir jaman sama dengan malaikat.

Alloh menciptan jin, diciptakan dari nyala jilatan lidah api sebagai makhluk halus sebatas sehalus lembutnya gas, ia tidak dapat menembus pori-pori grabah, keramik, kaca maupun besi baja. Ia dapat memadat menjasad menyerupai makhluk hidup, berjenis kelamin pria wanita pembiakannya dengan perkawinan, membutuhkan makan dan minum untuk hidup, makanan kesukaannya asap pembakaran tulang belulang juga asap bakaran latung minyak fosil minumnya asap kemenyan bunga setaman, bunga kecubung yang paling ia suka. Jin diciptakan untuk taat dan beribadah kepada Alloh, banyak yang ingkar serta tidak taat kepada Alloh, tidak dapat membaca apalagi menulis, namun diberi pendengarandan ingatan yang cukup, sesam jin juga terjadi persaingan dan saling menguasai dan membunuh. Ifrid adalah penguasa jin, raja para jin, ia mengangkat dirinya sendiri dan jatuh karena kematiannya. Jin dapat bekerja sama dengan manusia~~~~

Alloh menciptakan surga, diciptakan dari pelepasan diri nur_muhammadiyah di alam ghoib, diciptakan sama percis seperti bumi hanyasanya luasnya seluas gugusan galaxy, ada tanah sungai danau laut es air terjun air muncrat embun mendung, pada rumput padang pasir alang-alang hutan belukar, pasir koral kerikil batunya berupa perak emas intan berlian, air sungai danaunya terasa susu madu, ada juga air mancur berupa khomer tapi tidak memusingkan apalagi memabukkan. Semua binatang yang pernah ada di dunia ada disurga tapi populasinya tidak banyak hanya masing-masing sepasang saja. Banyak bangunan istana disana berlapisan perak emas intan berlian, itulah pasir koral kerikil batunya, diterasnya para bidadari duduk tiduran mermalasan dengan mengenakan baju sutera halus nan tembus pandang, lutut sebelah kakinya dilipat sedikit sambil tiduran miring sedikit, matanya bulat bak bulan purnama dengan bulu matanya yang lentik, bibir merah bergincu alami senyum monalisa menyimpan harap cemas lapar haus dahaga dalam kebahagiaan menanti penunggu istana yang bakal datang. Inilah tempat bagi hamba Alloh yang taat menjalankan perintah seseuai dengan kemampuannya serta meninggalkan apa yang dilarangnya, bagi hamba Alloh yang senantiasa beribadah kepada_Nya.

Alloh menciptakan neraka, diciptakan dari pelepasan diri nur_muhammadiyah di alam ghoib

Blengng Blengng Blengng Blengng Blengng

Bersinggasanakan kursi diatas arasy_Nya, Alloh memanggil para Malaikat dihadiri juga oleh Syaitan dan Iblis, setelah semuanya hadir melingkar disekitar arasy_Nya Alloh berfirman : Wahai para Malaikat sengaja kalian Aku beritahu, bahwa Aku akan menciptakan manusia sebagai wakil_Ku diatas bumi. Para Malaikat saling berpandangan tengok kanan tengok kiri, dalam mata mereka tersirat pemahaman, maksudnya menciptakan orang, dimana mereka semuanya sudah punah karena olah tangan mereka sendiri saling bunuh membunuh. Orang yang sudah duketahui oleh para malaikat adalah makhluk penduduk bumi yang mempunyai peradaban lebih tinggi dari binantang, mirip kera atau gorilla, kaki tangan berbeda berjalan tegak, tidak berekor juga tak dapat memanjat karena jari kakinya amat pendek Mereka hidup makan minum tidur dan kawin, ada pria ada wanita beranak serta menyui anaknya, hanya saja orang ini makan minum semua yang ada dipermukaan bumi, tetumbuhan binatang mereka makan, juga binatang yang hidup diairpun juga mereka makan Mereka berkelompok kelompok satu sama lainnya saling mempertahankan wilayah mereka dan saling bunuh membunuh untuk mempertahankan wilayah mereka. Ketika terjadi malapetaka di bumi dengan puncaknya aktivitas gunung berapi, lempengan bumi bergerak serempak terjadilah gempa bumi amat dahsat, terjadi gelombang pasang kemudia surut yang amat ekstri hingga kelihatan palung laut. Tidak sampai setengah hari gelombang pasang air laut setinggi anak gunung bergulung gulung menuju daratan, orang-orang dan sebagaian besar binatang banyak yang hanyut serta mati. Lebih empat puluh hari kemudian datang badai topan disusul petir halilintar menyambar bumi, menghanguskan serta membakar hutan belukar yang ada, orang yang masih hidup banyak lagi yang mati juga binatang. Kebakaran hutan belukar bumi belum padam meletuslah gunung berapi mulai dar Hawai, Asia Eropa Afrika sampai Amerika, hanya beberapa saja yang tidak ikut meletus. Terjadilah hujan batu kerikil koral pasir dipermukaan bumi. Bumi gelap gulita, debu pasir arang, mangaan belerang uranium menjadi mendung menutupi permukaan bumi berbulan-bulan. Bumi menjadi dingin dibawah titik beku, punah musnah sebagian kehidupan di bumi. Dalam kebekuan bumi, datanglah petir halilintar menyambar awan debu arang, terjadilah ledakan paling amat sangat, langit gelap menjadi awan api serta hujan api. Namun demikian masih ada daerah padang rumput serta gunung jadas sebagai penyelamat sebagian kehidupan termasuk binatang, orang tak dapat bertahan, semuanya mati punah tertimbun batu tanah muntahan ledakan gunung, itu terjadi jutaan tahun sudah. Para Malikat sedang saling berpandangan membayangkan manusia yang akan diciptakan Alloh, nantinya bagaimana dunia ini yang sudah diganti dengan dunia yang lain "hari dimana dunia berobah menjadi dunia lain, dunia yang telah direnovasi.

Puluhan ribu tahun yang silam, Alloh mulai menciptakan manusia dalam surga dialam ghoib , merenovasi sekaligus merevival orang yang telah punah, Ia menciptakan dari lumpur sari pati tanah liat,

Alloh mengambil sedikit sari pati tanah liat sebesar lada bergaris seprti ketumbar , hitam putih merah bata warnanya, kemudian diletakan dibawah teduhan pohon apel pada antara kuncup muda daun rumput manila tak jauh dari telaga kautsar, lalu dengan kuasa serta iradah_Nya, Ia berfirman ~~~~ kun ~~~~fa ~~~~ yakuunu ~~~~~ butiran tanah liat cikal_bakal Adam, manusia pertama, secara perlahan dari pori-porinya mengeluarkaan cairan tembus pandang lendir getah bening diiringi gelembung buih_buih kecil sebesar biji sawi. Malaikat Ridwan mengamati proses kejadian Adam dengan serius. ~~~ ya Hayyun ya Qayyum. Subhanalloh ~~~ itulah kalimat yang terucap oleh Ridwan.

Hari berikutnya bola cikal bakal Adam membesar sambil mengeluarkan asap, yang ternyata ada kehangatan didalamnya, tanah lumpur yang berwarna hitam putih merah bata, berubah menjadi berwarna merah hati serta membesar, begitu juga ledir dan buih yang menyelimutinya ikut membesar. Alloh melapisi darah itu dengan lapisan polaroid, siapa yang melihat, disitu tergambar pada darah itu “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha BijaksanaQSA : 3; 6. Malaikat Ridwan menjaga dan merawatnya, juga semua penduduk surga termasuk bidadari_bidadara dayang_dayang penjaga telaga kausar hewan pepohonan rerumputan semak belukar ikut menjaga gumpalan darah itu, Sambil bertasbih tahmid dan takbir terlihat ada kehidupan dan gerak. Berhadapan buih dan lendir yang jernih Ridwan memandangnya serta berucap “subhanalloh” tergambar diri Malaikat Ridwan pada darah itu, juga dedaunan dan rumput pepohonan semak belukar disekitarnya. Malaikat Ridwan semakin tawadu dan hormat lalu bersalam “salamun alaika” hari berkutnya para bidadari_bidadara dayang-dayang yang tinggal disekitar Telaga Kautsarpun ikut melihat juga orang Apel, subbuhun quddusun, tergambarlah wajah diri mereka, Ridwan terus bertasbih dan memdekat agar wajahnya diselalu tergambar. Hari berikutnya para penduduk surga dari kelompok hewan mereka juga melihat gumpalan darah itu dan tergambarlah wajah diri mereka. Sebagai malaikat yang diberi kuasa dan tugas menjaga surga, ia hormat dan tawadu kepada penduduk surga. Semua malaikat secara bergiliran hormat kepada gumpalan darah serta bercermin agar wajah mereka tergambar pada diri Adam. Dari kejauhan Setan dan Iblis -yang sejak awal akan diciptakannya Adan senantiasa tidak senang karena iri dengki mereka berdua, karena Adam dicipta paling akhir sedangkan ia-berdua lebih dahulu, lagi pula ia-berdua diciptakan dari bara api- tergerak juga ingin meletakkan gambar wajah mereka dengan harapan nanti dapat memunculkan gambar mereka untuk memudahkan menggoda dan memjerumuskan Adam. Alloh telah mensepakati MOU dengan Setan dan Iblis bahwa Alloh menangguhkan hukuman mereka serta dibolehkan menggoda Adam, Setan_Iblis bersedia tinggal selamanya di Neraka Jahannam. Apa_dikata sampilah Setan_Iblis mendekati Ridwan menyelinap dibelakangnya, kalau ketahuan pasti diusirnya, dengan terkejut Ridwan melihat gambar remang-remang Setan_Iblis ‘auzubillah minkuma’ sepontan saja Setan dan Iblis lari terbirit-birit. Dengan cekatan Malik sang penjaga neraka mententeng mereka berdua dan memasukkan lagi kedalam neraka, ~~~~ tolong ~~~~ tolong~~~~ tolong ~~~~ kami takut kepada Alloh, hanya itulah yang terucap dari mulut Setan_Iblis. Ridwan ingin menghapus wajah remang-remang Setang_Iblis tapi tak berhasil dihapus dan sulit, namun dengan tasbih tahmid dan takbir wajah mereka berdua tertutup pelan-pelan hingga yang tergambar wajah Ridwan. Kumandangan tasbih dan tanzih terus berkumandang “subbuhun quddusun rabbi wa rabbal malaikati war ruh” Gelembung Adam semakin hangat dan membesar cairan lendir semakin banyak, sebayak embun yang datang kepadanya tiap malam hingga pagi, gumpalan darah berubah menjadi gumpalan daging warna merah jambu, sambil bergerak-gerak berenang dalam lendir.

Malaikat Ridwan bersama penduduk surga secara bergiliran memberi gambar atau portraitnya, mahluk surgawi telah tergambar pada diri Adam yang masih berupa gumpalan daging. Gumpalan daging berobah secara pelan pelan menjadi tulang belulang kerangka manusia, beberapa minggu kerangka itu tertutup dibungkus daging, kehidupan dan gerak pada janin Adam semakin jelas, tanda tanda gendrenya pun sudah kelihatan. Ia seorang pria yang akan menjadi wakil Alloh di atas bumi serta mengemban amanah untuk menjaga merawat alam semesta termasuk bumi.

Dari arasy_Nya, Alloh memanggil Jibril untuk menghembuskan 'roh' kepada Adam, dengan demikian dalam diri Adam tiga unsur, jasad, gerak/hidup dan roh, sebagai satu kesatuan. Roh yang terdapat pada diri Adam mempunyai potensi, sama' bashar dan af'idah, mendengar melihat dan yang manfaat, dalam kata yang lain disebut berakal berfikir dan berhatinurani. (add) Ketika roh beraktifitas bersamaan dengan gerak/hayat jasad ia menjadi nufus, sama dapat memahami mendengar suara, suara yang ada getaran bunyinya ataupun tidak, bashar dapat melihat obyek didepan kelopak mata maupun melihat objek yang ada di dalam organ tubuhnya melalui jaringan cairan dan saraf, afidah dapat mendatangkan manfaat untuk luar dirinya dan dirinya. Aktifitas nufus dikendalikan oleh tiga unsur potensi roh tumbuh berkembang sejalan pertumbuhan jasad, nufus yang terkendali disebut mumayis dan atau berakal, jasad yang telah berfungsi organ reproduksinya disebut baligh.

Dengan demikian Adam sudah menjadi manusia sempurna, namun masih memerlukan pertumbuhan jasadnya dalam gelembung lendir. Kemudian Alloh mengkloning untuk pasangannya, Hawa namanya, yang diambil dari ujung tulang rusuknya yang paling bawah "yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Alloh menciptakan isterinya" (QSA: 4; 1)

Nuftah hasil cloning dimasukkan kedalam gelembung lendir bersama Adam sebagai pasangan, proses berjalan seperti kejadian Adam. Setelah proses pertumbuhan berkembang dan lengkap jasad Hawa, Alloh memerintahkan Jibril untuk menghembuskan ‘roh’ yang mempunyai potensi seperti yang diberikan kepada Adam, dengan demikian sempurnalah Hawa sebagai manusia, ini merupakan human cloning bukan diciptakan dari sari pati tanah. Setelah menerima dan memiliki roh Jibril berdo’a “baroka_llohu ya adam, wa baroka alaika ya Adam, waja’ala bainaka wa hawa fil khoir” seluruh penghuni surga serempak mengucap aamiiin ya rabbal alamin, kemudian kedua janin berenang renang, memutar mutar dalam gelembung lender yang dijaga Ridwan beserta seluruh penghuni surga. Lama-kelamaan lapisan luar gelembung lender menjadi kenyal padat memburam, yang nampak hanya ada gerak yang menyentuh, menyiku juga menendang dari dalam, mungkin sentuhan kepala, bokong, siku, lutut, tangan dan kaki kedua janin. Gerak memutar-mutar loncat kekanan kekiri, keatas kebawah itulah aktifitas Adam dan Hawa dalam gelembung lender. Para dayang telaga kautsar bertahlil tasbih tahmid dan takbir ‘la ilaha illa_lloh, suhanalloh, wal hamdulillah, wa_llohu akar’ sambil memegang mengelus benjolan yang bergerak-gerak, ada juga juga yang menggelitik dengan menggarukan jemarinya, dari dalam janin tersebut merespon dengan gerakan, mungkin merasa geli.

Sementara di jagad raya, mala petaka yang memporak porandakan serta meluluh lantakan permukaan bumi dan kehidupannya jutaan tahun yang lalu, kini telah pulih kembali dan nampak tambah cerah, memancar biru kehijauan berkelambukan awan putih ungu berkelompok disana sini penuh oksigen. Sisa sisa kehidupan yang masih ada berupa hewan laut, sebagian hewan darat dan unggas, juga pepohonan, pohon keras pohon buah semak belukar rerumputan nampak hijau, nanum dibelahan lain timbul lautan pasir, karena hilangnya pepohonan dan rerumputan. Termasuk yang punah dalam malapetaka itu, orang Apel, orang Trinil, orang Peking, Mamouth, Donasaurus mereka semua tertimbun lumpur tanah pasir dan batu.

Bumi sudah terbebas dari malapetaka yang amat dahsyat, mulai dari kebakaran hutan, gempa bumi disusul tsunami, gempa bumi memuntahkan batu dan isi perut bumi, beterbangan diangkasa bagai kapuk ditiup angin, kini Alloh telah merekonstruksi bumi yang rusak poranda menjadi bumi yang baru. “Yaitu pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit” QSA: 14; 48. Banyak terjadi mutasi hewan dan pertumbuhan populasinya sangat tinggi, pohon keras buah rerumputan berbiji tumbuh menghijau dimana mana, musim panas gugur dingin semi berjalan tetap susul menyusul sepanjang tahun, panas mendung hujan menjadi sumber air, mengalir dari kali sungai sampai ke laut.

Matahari tiada hentinya memutar menyinari seluruh alam, ada yang tersinari seluruh dan ada juga cuma sebagian bagian yang lain sebagai kegelapan sepanjang masa.


Alam ghoib khususnya di Surga terjadi harap cemas antara kegembiraan ketidak sabaran menanti keadatangan kholifah dunia, tanda tanda kedatangan mereka telah mencul adanya asap hangat keluar dari retakan gelembung adam-hawa bagaikan buah durian matang pohon yang menua kepanasan merekah ujungnya, hendak membelah pada garis uratnya. Retakan gelembung semakin memanjang keatas dan melebar sedikit demi sedikit, keluar lendir bening précis sama melelehnya batu es, meleleh terus pelan merayap namun pasti.

Para Dayang telaga kautsar, Malaikat, Bidadari, Bidadara serta penduduk syurga lainnya bertasbih kepada Alloh, mengucap subhanalloh secara berbarengan bersama, gelembung semakin menghangat, bintik bintik busa gas menyertai lendir, nampak kehitaman dalam belahan retakan menuju keluar, rupanya rambut leher punggung tangan, keluarlah sura OOOOOOEEEK, alhamdulillahi allazi ahyaanii, itulah ucapan awal pertama , rupanya yang lahir terlebih dahulu Adam. Jibril dengan cekatan memegang perut dan kepala Adam sambil menarik memepercepat keluar pinggang paha lutut betis kakinya. Dibersihkan lendir yang melengket disekitar mata telinga mulut serta anggota badan lainnya. Dayang dayang gembira ria, juga bidadari mereka bergegas lari lari kecil ketempatnya mengambil madu lebah dan air susu. Direbahkan Adam diatas rumput yang dilampisi daun salam lembut dan elastis, secara mentakjubkan daun-daun tersebut menempel pada tubuh Adam, Adam berguling-guling kekanan kekiri, tertutuplah anggota tubuhnya kecuali leher kepala, siku sampai jemari dan betis sampai telapak kaki. Semua yang menghadiri Adam serempak bertakbir, Allohu Akbar terus menerus berbarengan, nampak kelihatan denyut jantung Adam semakin kencang dan berdebar juga tarikan nafasnya semakin dalam dan panjang, debaran jantung sekain setabil demikian juga hempusan nafasnya. Suara takbir semakin riuh rendah gemuruh terdengar ditelinga Adam. Kemudian Jibril menghampirinya, telapak tangannya diletakkan di wajah Adam turun ke bawah sampai di dadanya sambil merasakan denyutan debaran jantung, lalu bersalamlah jibril, assalamu’alaika ya kholifah marhaban bi khudurika, wa samaituka bismin kama sumiya_llohu fi lauh mahfuz bi ismi ADAM

Seluruh yang hadir menirukan Jibril assalamu alaik ya Adam dengan kuasa Alloh Yang telah mengajarkan seluruh nama-nama kepadanya, Adam menjawabnya dengan kata salam juga wa alaikumus salam sambil menganggkat tangan kanannya. Perlahan lahan digerakkan kaki lututnya, dilipat lutut kananya lurus yang kiri, dilipat kirinya lurus yang kanan, lama-lama dapat telungkup, suara tasbih tahmid tahlil dan takbir mengiringi gerakan Adam subhanalloh wal hamdu lillahi wala ilaha illa-lloh wa_llohu akbar

Guling-gemuling, duduk telentang jatuh, merangkak lipat lutut tekan tangan berdiri, jalan selangkah duduk jatuh terpelanting ke belakang. Mereka mensupport Adam dengan yel_yel tasbih tahmit tahlil takbir. Senyumlah Adam lalu berdiri lagi, mau jatuh kedepan, dengan reflek kaki kirinya maju ke depan tanpa menginjakkan tumitnya, mengimbangi agar tidak jatuh Adam langsung lari jinjit menuju telaga Kautsar biiyyyyuuuuuurrrr masuk telaga. Disusul para dayang dan bidadari mengikuti Adam, mereka ramai ramai menyeburkan diri ke telaga, mereka berenang-renang mengitari Adam, ada yang bergelantungan di kedua tangannya sekitar 10 orang, ada 4 orang duduk bertengger dipundaknya, sementara yang lain bermain memercikkan air dari saweran dorongan telapak tangan mereka.

Puas bermain air dikolam susu madu telaga Kautsar, mereka naik kedaratan, dengan kuasa Alloh pucuk daun salam yang melengket disekujur tubuhnya semakin melengket terbungkus kulit ari, berbau wangi daun salam, sedangkan bulu bulu halus sekitas leher dan wajahnya rontok, nampak sungai-sungai kecil urat darah dalam raut wajahnya yang bening kemerahan.

Sementara Bidadari dan Bidadara menyiapkan sofa dan tempat tidur berbusakan bulu-bulu angsa yang halus terbungkus lilitan tenunan sutra, gelas sendok garpu piring terbuat dari emas perak, pernik pernik berlian mutiara intan permata batu bertempelan di dinding, segala macam buah-buahan disiapkan, susu madu anggur arak juga ada, kambing guling dan ayam dara bakar tersedia diatas meja. Bunga segar setaman bersemerbak dalam ruangan siap menerima Adam menginap.

Dua orang bidadari menyusul Adam yang sedang bercanda dengan dayang-dayang ditepi telaga, disambut kedua tangannya, dipegang kedua lengan Adam, disandarkan kedua kepala bidadari pada kedua pundaknya sambil berjalan menuju istana yang tersedia. Bola mata berlinangan airmata, dayang-dayang mengantar Adam sampai tapal batas telaga. Hanya lambaian tangan dan kecupan telapak telunjuk jari tengah dan manis, bahasa geraknya, mengucapkan selamat berbahagia.

Siraman bunga tanjung melati kopi arabica robusta, terlempar dari puluhan tangan halus gemulai berbusanakan sutra halus sedikit transparan menyirami kepala dan tubuh Adam. Bidadara membentangkan beberapa karpet kulit beruang kutub yang tebal bulunya, kulit macan India berisikan bulu merpati angsa dan merak sebagai sandaran punggung lehernya.

Diantarkanlah Adam pada tempat yang telah disiapkan, para bidadari sibuk dengan tugas mereka masing-masing, ada yang menari menyanyi bergoyang goyang yang pinggulnya seperti pinggul Singa mau menangkap mangsanya, atau pinggul macan ketika jalan kelaparan goyang pinggul berpantul getaran, sambil menenggak minuman yang ada dan sedikit makan daging ayam panggang bercabekan rawit, akhirnya Adam mengantuk, menguap menghirup udara dalam_dalam, tampak sayu matanya.

Empat orang bidadari mengantarkan ketempat tidurnya, kerangka ranjangnya emas, kain kasur bantalnya sutra, kapuk busanya bulu-bulu unggas, nyamuk tidak masuk pusing karena semerbaknya bunga lavender, rebahlah Adam sambil mendo’a bismika allohumma inni ahyaa wa amuut, dua bidadari sebeleh kanan dua sebelah kiri sambil mengipas-kipaskan bulu ekor merak, memijit kaki tangan pundaknya, menumpangkan paha lutut mereka pada pahanya yang lain pada perutnya, nyenyak pulaslah tidur Adam dalam hangat dekapan para Bidadari.

Gelembung Hawa semakin mengencang, beriringan menutupnya belahan jendela keluarnya Adam, Hawa berenang sendirian kekanan kiri, Ridwan sabar menunggu menanti sambil bertasbih, juga beberapa malikat lainnya.

Bidadari menjaga Adam sambil bersinandung lagu lirih rendah, para Bidadara menggoreskan garpu sendok pada meja intan kaca dan berlian, musik gosok surgawi bagai biola saxovon pemain orkestra.

Menjelang terbit matahari, terbangun Adam dari tidurnya lalu berdoa’a alhamdulillahi ahyyani ba’da ma amatanii wa ilaihin nusyur, meletakkan pangkal dua jempol tangan pada pelupuk matanya, sedikit menguap, sambil melurus ereksikan kedua tangan, membelokakan kekanan kiri tubuhnya.

Bidadara membawakan seember air hangat bercampurkan aneka bunga segar, Bidadari masing-masing membawa segumpal kapas, dicelupkanlah kapas itu dalam air hangat yang ada, mereka masing masing memeras kapas tidak sampai kering, dibasuh sapukan pada wajah leher kedua tangan kakinya berakhir sekujur tubuh. Ditemani Bidadari, Adam berjalan jalan sambil lari kecil dalam taman surga beringan terbitnya matahari, bernyalilah burung burung didahan, juga monyet kera lutung meneriakkan suaranya singa macam serigalapun mengaum, gajah kijang juga meniupkan terompetnya, anjing menggonggong, kuda tertawa terkekeh merengek, ayam panjilaraspun dengan ekor panjangnya seperti burung phonix berkokok bertanya siapa orang gerangan, memanggil dan menyapa Adam.

Rasa kangen akan kembarannya Hawa timbul secara tiba-tiba, ia datangai gelembung Hawa yang kebetulan sedang diam mungkin kedinginan, ada sedikit benjolan mungkin siku atau lututnya, bercanda menggoda Adam pada Hawa dengan menggarukkak jari pada benjolan itu, secara reflek Hawa kegelian dan meloncat-loncat bergerak memutar dalam gelembung.

Nyanyian surgawi tadi malam sampai terdengar Setan di Neraka, ada apa gerangan, pasti Adam telah hadir, dan ini sasaran empuk bagiku untuk cepat meninggalkan neraka, cepat ke dunia amat lebih baik bagiku sebagai penggoda dan penjerumus Adam. Dengan diam diam Setan menepi menuju surga, Malik dengan sigapnya langsung menarik dan memasukkan ke Neraka lagi, ampun ampun aku tidak tahan dan tidak kuat, inni akhofulloh, kata Setan. Malik tidak mau mendengarkan rayuannya, bahkan menghalaunya sampai ketengah neraka.

Setan tidak kehabisaan akal, ia rontokkan bagian tubuhnya sebagai pembiakan dirinya, muncullah banyak setan di neraka dalam satu rasa, panas. Mereka telah siap untuk menjerumuskan Adam dan pasangannya dengan harapan dapat menemani mereka dalam neraka, berbagi rasa pedihnya siksa. Kemudian mereka mengatur siasat bagaimana caranya agar Adam tidak mukhlas, melanggar larangan, tidak patuh pada Alloh.

Menjelang terbenam matahari, membelahlan gelembung Hawa, seperti belahan pisang moli matang ditandan atau pisang susu, keluarlah diantara belahan lender bening kekuningan. Semua yang hadir menyaksikan proses kedatangannya sambil bertasbih tahmid tahlil dan takbir, termasuk Adam. Terbukalah belahan itu semakin lebar, berteriaklah Adam memanggil Adik !!! ini Kakak, Adam. Lobang semakin melebar, cairan semakin banyak keluar, tiba tiba brreeeepluuug uiiik kakaaak, ucapan pertamanya disambung tangisan uuik kaaak, uiiik kaaak, uiiik kaaaak. Iya dik ini aku kakak, kata Adam. Kemudian Jibril merawat dan membersihkan lendir lendir sebagai ia menolong Adam kemarin. Dikumpulkanlah pucuk daun muda jeruk purut, dihampar seperti pada Adam. Bergiling guling telungkup merangkak duduk terjulak kesampimping, duduk lagi, berdiri dengan seluruh telapak kakinya, berjalan selangkah tangan dibentang, mau jatuh duduk lagi, berdiri selangkah duduk lagi, berdiri dua langkah duduk lagi. Selangkah dua langkah lalu duduk, tepukan tangan dayang dayang sambil bertasbih tahmid tahlil dan takbir sambil diarahkan kearah telaga Kautsar, sampailah dan menyebur ke telaga biyuuur, heg heg heg, rupanya kedalam air sedalam pucuk hidungnya, beberapa air telaga diteguknya, dayang dayang ramai ramai mengangkat tangan dan dan tubuhnya, sekali kali dilepaskan, tenggelamlam Hawa, namun dengan reflek Hawa menghentakka kakinya timbul kepermukaan, akhirnya ia dapat berenang bersama dayang dayang.

Sementara Adam berada dibawah pohon chery mengamati Hawa dari kejauhan, sekali kali sambil mengunyah buah chery yang manis sedikit sepet, tiba tiba terdorong dalam hatinya ingin juga berenang, setapak dua tiga tapak akhirnya sampai ditepian telaga, dayang dayang ikut gembira, ditarik dan didorong dayang dayang kedalam telaga. Mereka berenang berdua bersama dayang dayang sampai lelah dan kekenyangan air telaga, sama seperti Adam, setelah mandi tubuh Hawa semakin bersih dan berbau harun jeruk purut. Kakak !!! iya dik, kata Adam menjawab, kakak ??? iya dik, kaaak !!! iya dik, kaaaaaaaaak !!! iya dik, suara Hawa semakin keras panjang melengking manja, Adam menyolek ujung hidungnya lalu memeluknya dan mendekapnya , seperti Bidadari memeluk dekap dirinya tadi malam.

Dipadang Savana, matahari tenggelam pelan pelan diufuk surgawi, sebagai ganti putaran hari, kebetulan rembulan pada belasan hari pertama dari hilalnya, waktu dahar 14, 15 & 16, malam bulan purnama. Itu apa kak ? tanya Hawa kepada Adam, sambil mengamati detikan jalan_turun serta indahnya pancaran sinar pink merah kekuningan matahari. Matahari dik, jawab Adam sambil membetulkan rambutnya yang menutup muka akibat tiupan angin diletakkan kebelakang pundaknya. Keingintahuan Hawa semakin menjadi, berdilah, berjalanlah menuju padang rumput hendak mengambil matahari, beberapa puluh meter kaki menginjak rumput sambil terjinjit-jinjit, mungkin geli nyeri atau gatal, akhirnya berdiri sampai tenggelam matahari.

Kaaak adiknya datang ! Kaaaaak adiknya datang ! Kaaaak adiknya datang !, Hawa sambil lari mengdap ke langit menuju Adam, dipeluknya Adam sambil meletakkan dagu pada pundaknya, dengan surara sedikit lirih ia ucapkan lagi K a a k adiknya datang !. Adam membalikkan tubuh rupanya Bulan Purnama sedang muncul, itu namanya Rembulan dik, ia tidak memancarkan sinar panas tapi memantulkan cahaya dari matahari. Iya, tapi adiknya kan ? adiknya matahari !!! kata Hawa. Iya kata Adam sambil tersenyum, sambil mencolekan ujung telunjuk pada bibir Hawa, keduanya tersenyum dan saling berdekapan lalu duduk berbalik menghadap dan menikmati purnamanya rembulan.

Sambil memegang perut dengan kedua telapak tangannya kemudian menepuk nepukan ke sekitar pusarnya, ini apa kak ? tanya_nya. Adam dapat mendengar bahasa pikiran Hawa, ooo itu lapar, dik ! Adam mengetahui bahwa Hawa lapar, dipanggilah Bidadadra dan Bidadari, dengan bahasa pikiran, untukmengantarkan makan minuman serta membawakan karpet bantal dan selimut. Dalam sekejabmata dhadirlah apa yang diinginkan Adam, Bidadara membentangkan karpet sedangkan Bidadari menyusun makanan minuman disekitarnya. Keduanya menikmati pesta kebun, diiringi suara jangkrik, ular, tikus dari kejauhan terdengan suara macan srigala dan burung hantu, kunang-kunang ngengat codot kampret dan kalong menari nari saling berkejaran.

Adam merebahkan tubuhnya berbantalkan kulit domba kibas putih yang tebal bulunya, ia letakkan kedua telapak tangannya menyangga kepala, sementara Hawa meletakkan kepala pada dada kiri pundak dihimpit ketiaknya, tangan kanan memeluk, kaki kiri tertumpang pada perut pahanya.

Sambil melihat bulan, mulailah Adam mengajarkan kepada Hawa, diiik….ucapnya, iya kak…jawabnya, kita ini sekarang berada di Surga, kita ini makhluk ciptaan Alloh.

Alloh itu apa kak ?

Bukan apa ? kata Adam, tetapi siapa Alloh itu !... kemudian Adam melanjutkan jawaban pertanyaan, Alloh yang menciptakan kita berdua juga seluruh alam semesta. Ketika jasad kakak diciptakanNya untuk menjadi kholifah-Nya dibumi, Alloh menyuruh Malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada_ku, semua Malaikat bersujud kepada_ku, kecuali Iblis. Alloh menanyakan kepada Iblis kenapa kamu tidak mau besujud kepada Adam.

Adam itu apa kaak ? oh ya … Adam itu siapa kak ? pertanyaanya diulangi.

Adam itu nama kakak, adik dipanggil Hawa, itulah nama yang diberikan Jibril kepada kita sebagai yang tercatat di Lauh mahfuz, jadi semua mahluk memanggil kakak Adam, adik dipanggil Hawa.

Kita berdua dinamai Manusia dan mendapat amanah untuk melestarikan jagad raya khusunya bumi, karena semua mahluk menolak tawaran dari Alloh, namun aku menyanggupi untuk menerima amanah itu.

Adam ! kata Hawa, iya Hawa, jawabnya.

Adaaam ! iya Hawa, ini kakak.

Adaaaam !, Iya dik. ini aku Adam.

Adik senang dipanggil Hawa, saja ! kemudian ia melepaskan rangkulannya dan tiduran disampingnya, sambil mendengarkan apa yang disampaikan Adam.

Kemudian Alloh menanyakan kepada Iblis, mengapa kamu tidak bersujud kepada Adam !” jawab Setan “Adam kan Kamu ciptakan dari tanah gembur, sedangkan aku Kamu ciptakan dari bara api dan Malaikat yang bersujud kepadanya Kamu ciptakan dari nur atau cahaya”

Auk auk auk, Hawa sambil menggerakan jarinya.

Adam, memahapi pikirannya, iya mungkin ia merasa lebih berhak atau ia ikut kawatir seperti yang diprediksi Malaikat bahwa telah ada mahluk sepeti kita yang pernah tinggal dibumi, senantiasa saling berbunuhan, sekarang mereka telah punah.

Mungkin itulah yang menjadikan Setan tidak bersujud kepada_ku, karena tidak taat kepada_Nya dan menghukumnya dalam Neraka Jahim.

Setan menerima hukuman tersebut, namun, memohon kepada Alloh agar umurnya dipanjangkan sampai jaumil akhir serta diberi kebebasan menggoda dan menjerumuskan_ku untuk tidak taat kepada Alloh, kecuali yang muhlis.

Lha Hawa bagaimana kak ? eeh kak Adam.

Kita manusia, kamu dan aku, Hawa dan Adam !, jadi Hawa juga sama karena kita sebagai manusia.

Kemudian Adam melanjutkan pesannya, bahwa Alloh memberi kebebasan kepada kita di Surga , namun, Alloh menguji ketaatan kita. Alloh melarang kita untuk mendekati Pohon Khuldi, apa lagi memakan buahnya.

Ini yang perlu kita jaga dan waspadai dik Hawa, bahwa Setan akan senantiasa menggoda dan menjerumuskan kita untuk tidak taat kepada-Nya, Setan akan menjadikan manusia sebagai teman di Neraka kecuali yang muhlas.

Iya kaaak, sambil memeluk Adam.

Sementara codot kampret dan kalong mencari makan, kunang-kunang hinggap di dedaunan tinggal jangrik dan ular yang terdengar suaranya, kemudian Adam mencium keningnya, lalu tidur berpelukan menikmati sejuk-segarnya udara malam purnamasidi. Berddoalah Adam ”bismika allohumma inni ahya wa amutu”, Hawa menirukan dan mengikuti “bismika allohumma inni ahya wa amutu”

Matahari surga memancarkan sinar fajar putih keoranyean, burung camar gelatik nuri kakaktua emprit bernyanyi bersautan menghirup nafas panjang saling berlompatan diatas punggung sesamanya sambil menggerakkan sayap dan memainkan paruh pertanda siap mencari makan, sementara kalong kampret codot pulang kekenyangan kekandangnya, sedangkan jangkrik ular berhenti memainkan sayap dan ekornya, bintik bintik embun membasahi rumput dedaunan membikin cuaca semakin sejuk dingin.

Alhamdulillahi ahyana ba’da amatana wailaihin nusyur, sambil duduk dan meletakkan kedua tangan posisi jari saling bertautan membentuk kunci resulting dibelakang kepalanya, menggerakkan badan kekanan-kiri. Hawa yang sejak tadi telah membuka pelupuk matanya memperhatikan Adam sedang memanaskan badannya.

Kakaaak !? kak Adam.

Sambil mengkucek-kucek pangkal jempolnya pada kedua pelupuk matanya, menguap… minum kak ! pintanya kepada Adam.

Adam memanggil Bidadara dan Bidadari dengan bahasa pikiran, utnuk mengantarkan minuman dan makan ke taman savana surgawi. Dalam sekejab mereka telah datang dan memenuhi segala keinginan dalam benak pikiran Adam.

Bidadari membersihkan tubuh Adam dengan membasuh kapas yang dibasahi air hangat, sedang Hawa dilayani oleh Bidadara.

Dibalik semak belukar, Iblis mengamati dengan cermat dalam hatinya “sasaran empuk telah didepan mata, satu satunya ujian ketakwaan Adam-Hawa, tidak mendekat pohon atau makan buah khuldi” kemudian Iblis menjelma menjadi buah khuldi yang masak pohon siap disantap, diantara buah muda maupun buah sisa codot atau kampret yang tidak habis disantap tadi malam.

Kak ! ini apa ? sambil memegang lengan tangan bidadara.

Bukan ini apa ! ini siapa ?

Iya, kakak ini siapa ? kakaaak ini siapa ? kak Adaaaaam ini siapa ?

Itu Bidadara yang melayani adik selama di surga ini, sedang kakak dilayani Bidadari.

Sampailah Adam dan Hawa ditepian taman bunga setelah makan pagi, aneka macam bunga tumbuh dan memekarkan bunganya, kumbang kupu-kupu lalat lebah burung menyinggahi tiap bunga mengambil manisan dan serbuk yang ada.

Matahari berposisi diujung kepala, haus dan capai rupanya telah terasa, bereduhlah mereka berdua dibawah pohon nangka, tak jauh dari situ ada beberapa pohon petai dan lamtaro, banyak bergelantuang monyet bekakang dan tupai yang berloncatan sambil memakan buah petai dan lamtaro, mereka buka papan demi papan mereka makan biji buahnya.

Kakak itu siapa ? sambil menunjuk kearah monyet, kakaaak itu siapa ?

Apa dik ? kata Adam. Itu siapa kak Adam ? Hawa mengulangi pertanyaannya.

Bukan siapa tapi apa ! kata Adam lagi, kak Adaaaaaam itu si eeee apa ?

Yang ekor panjang monyet namanya, si tangan besar bekakang dan yang seperti tikus tupai, jawab Adam.

Hawa berlari menuju pohon lamtaro dan petai serta memetiknya masing masing dua tandan, kembali ke tempat Adam, Hawa memulai membuka papan lamtaro, digigitnya terasa pahit getir manis. “Lalapan enak ya dik” Adam memahami kalau Hawa tak paham lalapan, kemudian Adam dengan bahasa pikiran, meminta Bidadara dan Bidadari untuk mengantarkan makanan. Dalam sekejab datanglah makanan minuman, diatur diatas hamparan kulit zebra dan jerapah.

Bismillah, memulailah Adam menyantap hidangan sesendok segarpu kedalam mulut, akhirnya hidangan yang ada tercicipi semua juga minuman yang ada, dua tandan petai dan lamtaro ikut habis disantap. Kenyang puas dan nikmat terasa, peluh keringat menetes pelan-pelan dari pelipis dan jidat cairan lender gurih mengalir dari dua lubang hidung, ujung ujungnya Adam mengantuk. Dalam ngantuknya Adam teringat istana tempat menginap dua malam kemarin, lalu mengajak Hawa pulang ke istana.

Sambil berjalan diantara pepohonan jeruk jambu apel manggis mangga blimbing kedondong mundu sirsak srikaya, tak jauh dari istana, ada pohon jeruk mangga apel dan pir.

Hawa tergiur oleh buah yang merah kekuning kuningan, disekitarnya ada beberapa buah yang sudah dimakan codot atau kampret tidak sampai habis, menandakan telah masak dan siap disantap. namun letaknya agak jauh diatas, diambillah yang dapat dijangkau tangan, rupanya Adam sedang terlupakan karena ngantuk berat, diambillah dua biji dengan harapan dapat mengusir ngantuk. Sebuah ia pegang yang lain untuk Hawa, begitu digigit ………. Wuuuuuzzzzzzzzzzz bledeeerrr. Petir halilintar Naga_api menyambar buah penjelmaan Iblis, Iblis terpelanting terbatuk batuk kemudian tertawa terkekeh kekeh lari menjauh, dalam hati berkata “berhasil sudah aku menjerumuskan manusia”

Efek panas yang ditimbulkan sambaran halilintar menghanguskan kulit Adam dan Hawa, kulit mongering retak-retak merontokan dedaunan salam dan jeruk purut penutup aurat mereka. Sadar, bahwa diri mereka telah tergoda setan dan melanggar larangan Alloh, Adam duduk sujud telungkup ke tanah beristighfar dan memohon ampunan Alloh, karena telah melanggar laranganNya, Alloh mengusir mereka kedunia Jibril datang membentangkan kedua tangannya dan mengatakan “bahwa Alloh telah menerima taubat kamu berdua” disuruhlah Adam dan Hawa agar mereka duduk ditelapak tangannya untuk diantarkan ke dunia.

Keluar dari alam ghoib menuju alam nyata, sampailah dibelahan kutub selatan bumi, disitu terlihat burung camar terbang menukik kelaut menyelam timbul terbang lagi membawa seekor ikan, penguin meluncur dengan dada perutnya diantara tebing es menuju laut, terlihat pulau kecil mororoa gunung krakatau maladeva, Adam diturunkan di teluk Eden, meloncatlah ia dari telunjuknya yang sebesar pohon enau. Hawa ingin ikut turun tapi tangan kiri Jibril mengenggamnya dan diturunkan di Jedah