Selasa, 02 Desember 2008

NGAWURULOGI

Pada hari ini, Selasa Tanggal 02 Desember 2008 Jam 20.45 WIB

Telah kutemukan sebuah teori “NGAWURULOGI ilmu yang mebahas bahwa ketidatahuan itu merupakan pengetahuan, bukan untuk mecari kebenaran atau menyalahkan, juga bukan ilmu matematika, ia adalah expresi kegembiraan, kepuasan dalam kebodohan atau pura-pura bodoh.

Ngawur merupakan kata sifat dari kata ‘awur’ yang berarti menebar kepenjuru arah; seperti memberi makan kepada ikan di kolam; menebar bibit padi atau pupuk pada petakan di sawah; atau seperti memberi makan burung merpati dengan melemparkan segenggam jagung ke taman. ‘mawur’ kata keadaan yang berarti berantakan kemana-nana, tidak pada satu titik tujuan tapi bercampur aduk. Juga berarti satuan-satuan yang hancur bercampur aduk menjadi bagian-bagian tersendiri; rontoknya patung pasir ketika kering dan dihembus angin; hancurnya kue kering dalam kaleng ketika kalengnya jatuh berulang kali.

Ngawur adalah jalan keluar menjawab persoalan atau pertanyaan yang tidak tahu jawabannya secara pasti_benar atau mendekati kebenaran. Ngawur kadang kadang benar juga kadang kadang salah, begitu juga ngawur kadang kadang tepat juga kadang kadang melenceng keluar dari sasaran yang dituju

Hasil perbuatan atau ungkapan yang ngawur, oleh sebagian kelompok dijadikan bahasa porkem dan disepakati sebagai kebenaran yang hanya digunakan oleh kelompok tersebut, juga hasil pemikiran yang ngawur menjadi kebenaran setelah dilegitemasi oleh para penggunanya dan tidak terjadi kesalah_pahaman, mejadi kesepakatan bersama sebagai kebenaran.

Ilmu Ngawur ; Ilmu untuk membenarkan, menyalahkan diluar aturan logika, fisika
maupun matematika.

( warning from me : benar_salah, wilayah bahasan ilmu logika, keluar dari
fisika_matematika bahasan ilmu metafisika, mistik atau ilmu peramalan )

Ilmu Ngawur, dapat kita temukan dalam karya fiksi_semi fiksi, film, teater, sandiwara, humor maupun pertemuan non formal.


( benar_salah, wilayah bahasan ilmu logika, keluar dari matematik bahasan ilmu

mistik atau ilmu peramalan )

Hak Cipta pada : Masud CHATIM

Alamat : Mandala Citra Indah Blok G12 No14 Serang 42111

Hak Cipta aku lindungi sendiri dan aku pakai sendiri

Boleh di Copy tanda seizin dariku

Inspirator “NGAWURULOGI”

  1. Nengsih dan Lieswati

Nengsih: aku punya kakek pandai besi, tiap hari bikin uang logam ribuan, tiap

minggu aku diberi sekantong.

Lies : aku punya Om kerjanya di Bandara, tiap hari pilotnya buang duitr ibuan

berkarung karung dan Om_ku melesnya tiap bulan aku diberi segini, sambil

menunjukkan jarak dua sentian antara jempol tak telunjuk.

(sama sama tidak tahu, bohong sesuai dengan hayalannya, meyakinkan lagi)

  1. Dahlan dan Totok

Tiwik dan aku sedang ngomong, uap karbit kok bisa nyala ketika

dibakar, dibuat dari apa ya ? Dahlan nyelonong menjawab dari air.

Totok mempertegas ia dari kelotokan debog garing biar tembakaunya

harum.

(sama sama ketawa dalam kengawuran, sama sama tidak menyambung)

  1. Wasis dan kawan-kawan

Wasis : ketika baru pulang dari Surabaya ia cerita pada kami, tiap hari aku naik Bemo ketika di Surabaya…… kami : Bemo roda ada berapa ? Wasis : ada empat……........... diantara kami ada yang ngomong : sama, di Semarang Becak rodanya ada dua.

Disisni bukan benar atau salah tapi saling menghargai dalam kebohongan dan ada kepuasan tersendiri.

4. Ketika aku cari alamat

Aku : Bang, tolong Bang, Gang Kapuk II tahu ka gak ?

Abang itu : sono no lurus, dekat

Aku : (dalam hati) deket apa an ? kaki sampai lecet baru ketemu hampir se jam

jalan kaki.

Gang Kapuk II No 17 ketemu, begitu masuk pagar pekarangan langsung

teriak ngumpat kasihan deh guee kagak naik Ojek. anggota rumah yang

kutuju pada senyum ketawa ( dalam hati mungkin berkata : kenapa ? ada kepuasan dalam ketidatahuanku )

4. Kid dan aku

Nenek : kamu tadi malam kemana ? Tanya nenek kepadaku

Kid : Ko ! diktesien ! kata sepupuku dari sebelah (Ko nama panggilanku

Kid nama panggilannya, yang hanya diketahui oleh teman sebayaku

saja) padahal kami berdua habis nonton Bioskup

Aku : anu mBah tadi malam kami ada diktesien di rumah pak Durahman

Toyib (guru Ilmu Alam sekolah kami yang paling kreatif dan suka

humor, aku gak tahu apa maksud ‘diktesien’ yang diucapkan Kid)

Sambil ketawa keluar dari rumah nenek, kami berbisik pasti tadi malam nyokab cari kita dirumah nenek.

Aku : apa maksud diktesien tadi ?

Kid : dari pada memar kena sabetan galar ( bamboo yang dibelah selebar

dua sentian panjang semester, yang dipersiapkan mencambuk anak-

anaknya yang bandel )

Semenjak itu kami menggunakan kata ‘diktesien’ untuk nonton bioskup, wayang atau ludruk, maupun begadangan yang hanya kami gunakan berdua. Akhirnya ‘diktesien’ jadi kata porkem bagi kami dan teman sebaya. Bagi nenek dan ortu masih menjadi bahasa porkas, juga bukan asosiasi maupun ortograf dalam bahasa.


Tidak ada komentar: