Minggu, 14 Juni 2009

Selamat Istirohat di Awang-Awang



Datuk MasOek alias mbah-Kung Oek, selamat istirohat di awang-awang, cucunda akan menyapa ketika malam bulan purnama ...............
cucunda tercinta : Faris FADLURROZAQ

Kamis, 09 April 2009

Perkawinan Nabi Muhammad II

Suasana KUA waktu itu sangat sepi, biasanya jam-jam sebelum dzuhur ramai orang meminta pelayanan KUA, sebagian pegawai ada yang menulis, mengetik ada juga yang sedang mengikat berkas pemeriksaan, Naib tidak ada di kantor mungkin sedang ke kecamatan atau ke majlis-taklim, suasana Maulid Nabi Muhammad hampir ditiap majlis taklim dan masjid mengadakan peringatan tersebut ……. tiba-tiba penghulu Machfud berzikir melagukan atau me-naghom-kan beberapa ayat-ayat Alqur’an

#“Raja berkata : ‘bawalah ia kepadaku’ Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf : ‘ Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tanganya. Sesungguhnya Tuahn-ku, Maha Mengetahui tipu daya mereka’ QSA : 12 ; 50

# raja berkata (kepada wanita-wanita itu) : ‘Bagaimana keadaanmu (apakah Yusuf terpengaruh godaan itu apa tidak) ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu) ?’ Mereka berkata : Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya. Berkata istri al Aziz : ’Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang benar. QSA : 12 ; 51

# (Yusuf berkata) : ‘Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Aallah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. QSA : 12 ; 52

…… beberapa menit kemudian masuk waktu shalat dzuhur …… menjelang jam 13.00 nasi bungkus yang dipesan dari uang patungan belum kunjung datang, mungkin warung sedang ramai pengunjung, atau mungkin nasinya kehabisan, menunggu hasil tanakan berukutnya, memang warung Teh Lela –panggilan Nurlela- tak sepi dari pengunjung, kelebihan penarik pengunjung warung ini dibandingkan warung lainnya hanya cara menyajikan menunya saja, yang tiap hari berubah walau hanya dua-tiga macam lauk-sayur-gulainya ……

1] Sofyan Amin memulai pembicaraan : “pak Machfud, surat Yusuf yang pak Machfud lantumkan tadi menjelang sholat, seperti romantika novel saja” menurutku seperti sebuah protes seorang istrri terhadap suami-suami yang memiliki selir-gundik ataupun istri simpanan. Dalam kesepiannya seorang istri juga wajar kalau memiliki teman kencan selain suaminya.

2] Mungkin ada benarnya, ‘kata Machfud’ coba banyangkan pada saat itu seorang Raja Caesar atau Faroh memiliki teman kencan semacam Harim yang jumlahnya puluhan bahkan hingga ratusan termasuk Nabi Daud dan Sulaiman yang kebetulan keduanya juga sebagai raja, bahkan dalam Ke-khilafah-an Islampun di lingkungan istana terdapat bangunan kaputrian yang hanya dihuni para harim kholifah, hanya dijaga dan ditemani para lelaki yang konon para lelaki ini dikebiri terlebih dahulu oleh team medis kekhilafahan setelah dapat diterima sebagai pegawai khilafah.

1] Aku gak dapat bayangkan, bagaimana mereka ketika berkumpul bersama dalam dinding tinggi penuh kemewahan yang merupakan dambaan wanita agar dapat mengabdi kepada kholifah sebagai pelipur serta penghibur kholifah. Namanya bibir tak berkancing maupun reselting bebas buka-tutup, juga lidah menjulur terkulum tiada tulang berada di ruang kebebesan dalam mulut, pasti pertanyaan yang terlontar bagaiamananya … apanya ketika habis dikunjungi kholifah.

2] Yang kubayangkan bahwa dalam bangunan tempat Harim itu ada ruangan semacam balai atau hall ada karpet tebal dan halus bermacam buah-buahan, makanan dan minuman parfum, minyak ramuan rempah dan alat musik. Kholifah beserta permaisuri merebahkan diri, punggung kepala beralaskan bantal ber-kapuk-kan bulu unggas juga bulu domba pilihan atau kapas, para Harim melingkar sekeliling kholifah ada yang memijit membelai dari ujung kaki hingga rambut kepala, sementara yang lain menyanyi, menari tarian perut biasa, juga ada tarian erotic, sementara penjaga yang dikebiri hanya dapat menikmati dengan pandangan matanya yang sesekali menelan lidah ikut menikmati keindahan yang disaksikan.

1] Kalau aku membayangkan, sebelum para Harim memulai pekerjaan mereka, terlebih dahulu mencium tangan dan telapaknya kholifah, kemudian kholifah membalas dengan ciuman kening dan kedua pipi-mereka, setelah badan segar dan fikiran kosong sampai kholifah ngantuk tidur bersama permaisuri yang mendapatkan gilirannya pada malam itu, kembalilah para Harim ke kamarnya masing-masing, seluruh lampu dipadamkan hanya satu lampu berminyak lemak/gemuk gazalba atau kijang yang menyala redup-redup, yang menebarkan bau harum diruangan

…… tiba-tiba terdengar salam “asslamu’alaikum” kata Kurokandas alias Ahmad Karim

1&2] wa ‘alaikum salam eee H a r i m, masuk kang, jawab mereka berdua.

3] Terima kasih mendapat satu nama panggilan lagi ‘kata Kurokandas’ dengan demikian panggilanku Kurokandas alias Harim Ahmad Karim

1] Bagaimana ? Sehat-sehat ? Sendirian ? Mana penghulu Kayim !?

3} Waduh, banyak sekali pertanyaannya….. alhamdulillah sehat …… pak penghulu sedang menyawah, mengerjakan sawah bengkok-desa jatah yang diperunukkan penghulu, mungkin beberapa hari lagi akan panen, sebagian buahnya sudah banyak yang kering … oh iya kami berdua dengan si Jabrik.

2] Siapa Jabrik itu.

3] Mawardi, si rambut ijuk, yang rambutnya seperti bulu anak babi-hutan itu lhooo.

1] Jangan dipanggil Jabrik, yang lebih keren dan n’jamani, panggil saja Jepri atau Jep

atau kerennya Mr LeGoret …… masuklah Mawardi, sambil ucap salam

3] Ini pak, Jepri teman akrab dan temen cari nafkah, kalau berbarengan rebutan penumpang kalau simpangan tebar salam.

4] Iya pak, saya Mawardi …… sambil bengong mengapa dirinya dipanggil Jepri … pasti olah-lidahnya Kuro.

3] Ini pak, kebetulan saya diangkat jadi wakil pembantu penghulu oleh kades, pertimbangannya setiap hari lewat jalan ini, bahasanya pak penghulu Kayim menghantar berkas dan calon pengantin ke KUA.

1] Berikan ke Neng Jamila biar dicatat dalam pendaftaran, terus mana calon pengantinnya.

3] Nanti ba’da zhuhur sekitar jam 13.00, ‘sehabis pulang sekolah kata Haji Karim’

1] Coba kesinikan dahulu berkasnya, berarti calon istri masih dibawah usia 21 Tahun, … kalau begitu sekalian dengan Walinya diajakm ke sisni.

3] Ini pak, … memang umurnya hampir menginjak usia 17 Tahun, kalau dihitung sih baru berumur 16 tahun lebih 11 bulan, konon katannya pernah tidak naik kelas sekali, teman temanya sih sudah pada masuk sekolah SLTA, padahal minggu depan ia baru akan mengikuti Ujian Nasional SLTP-nya. Habis ujian terus mancari Ijab-Sah, walau belum ketahuan lulus-tidaknya sekolah, yang penting Sah menjadi seorang istri.

2] Cita cita yang mulya itu, gak banyak keinginan, cuma satu keinginan Jadi Pengantin, jadi ibu rumah tangga, umur 40 tahunan sudah jadi nenek-nenek gak seperti kita umur 30 tahunan baru dapat seorang anak.

1] Kalau cepat hamil itu beresiko atas kesehatan dan keselamatan diri dan bayinya.

3] Beresiko akibat lelaki, kata saudara kita serumpun pelancong dari Malaysia, yang menamakan Rumah Sakit Bersalin dengan sebutan istilah Hospitel Akibat Lelaki … biar Kuro saja yang ngebawanya ke bu Mila.

……………………………

1] E e e e e, ngomong-ngomong kemarin dulu sehabis acara Maulidan ketika pak Naib habis ceramah katanya datang topan puting beliung, ya ?

3] Barangkali puting beliungnya segan sama pak Naib lagi pula kan ada Yai Podo, Kyai Sopodo yang ahli membelokkan hujan, panas, angin juga topan puting beliung … ketika topan beliung nampak dari kejauhan kelihatan memanjang hendak menyentuh tanah, Yai Podo mengambil janur kering –pucuk daun muda kelapa- dari berenda samping rumahnya dan membakarnya sambil teriak-teriak dan diikuti semua orang … akhirnya puting beliung membelok kearah sebelah dan gak sampai menyentuh tanah … bablas kembali ke awan bergabung dengan mendung.

2] Hebat seperti mbah Marijan, eyang Rosa bin Sakti yang mampu merayu Gunung Merapi agar dapat menahan marahnya.

1] Terus acara maulidannya bagaimana ?

3] Berlanjut, walau agak berantakan tetapi yang datang kembali mengadiri tidak sebanyak sebelum akan datang puting beliung, lebih-lebih yang berlindung di parit, sarung kain maupun jelananya banyak yang gelepotan lumpur. Banyak yang pulang memebersihkan pakaian dan badannya serta tidak datang kembali menghadiri acara yang dilanjutkan kembali.

1] Yang menggantikan KH Izzudin siapa ?

3] Ustaz Abdul Ajiz bin Abul Hamid, S.Ag … guru Madrasah Aliyah.

2] Bagaimana ? bagus ceramahnya !

3] Ya biasa biasa saja, akan tetapi pak penghulu… , ketika ustaz Ajiz mengexpresikan marahnya Abu Lahab dihadapan pemuda Quraisy, kita yang duduk didepan yang kena marah.

2] Marahnya bagaimana ?

3] Abu Lahab marah amat sangat, wajahnya merah padam jidat mengkerut menatap tajam lamban jarang berkedip, bernafaskan seperti habis lari menghidar kejaran air-bah yang dimuntahkan bibir tanggul sungai atau dam/situ penampung air. Sambil berdiri disamping podium marahlah Abu Lahab dan berucap ‘ku-rang ha-jar !’ bersaamaan dengan marahnya di tempelenglah meja podium seperti menepuk serunya gendang oleh ustaz Ajiz, tangan kananya meraih gelas kosong bersampingan botol air yang tergolek kena gonjangan podium. Kami yang duduk didepan terperanjat ikut ketakutan, hilang ngantuk tak ada yang tertawa. Dalam hati aku bertanya ‘apa iya di Arab pada waktu itu sudah ada meja podium, atau barangkali susunan batu pagar pembatas, kalau yang jadi podium itu batu, pasti tangan Abu Lahab akan memar atau jari tangannya akan retak atau patah’.

Kemudian Abu Lahab melanjutkan perintah sambil marah dengan nafas ditarik dalam-dalam dan ngos-ngosan : ’wahai pemuda Quraisy, aku tidak rela, kalau tradisi dan aturan yang telah diturunkan oleh orang tua, puak, nenek tetua kita dirobah oleh Muhammad, tangkap dan hajarlah Muhammad hidup-hidup dan bawalah kehadapanku’. Demikian ucapan itu ditirukankannya, kemudian ia melanjutkan ceramahnya.

Bapak-Ibu Saudara sekalian, rupanya sehabis memerintahkan anak buahnya yang terdiri pemuda pemuda Quraisy Mekah, kebetulan cuaca di Mekah saat itu panas sekali, sekarang juga masih panas, kata ustaz. Kemudia ustaz melanjutkan ceramahnya ‘rupanya Abu Lahab kehausan’ bersamaan dengan ucapannya diambilah botol air kemasan diputar tutupnya yang biru dengan tangan kirinya, diisikanlah air kedalam gelas setinggi setengah lebih sedikit, beginilah bapak ibu saudara Abu Lahab cara meminum, siku tangan kanannya diluruskan kemudian gelas digerakkan menuju bibir, siku perlahan melipat, bibir gelas bersentuhan dengan bibirnya lalu Ustaz berucap “Bismillahir-rohmanir-rohiim”, diminumlah air tersebut oleh Ustaz.

Kami komentari waktu itu, mana yang Ustaz mana yang Abu Lahab, rupanya Abu Lahab ketika mendapat nikmatpun masih teringat kepada Alloh, yang waktu itu Jepri langsung menjidak kepalaku dengan tangannya. ….. Ada jeramahnya yang aku gak ingat syi’ir kata-kata arab yang diucapkan waktu itu, barangkalai Jepri masih ingat.

4] Kalau gak salah begini bunyinya :

# qola kama syaikhuhu qabilatan # imarotul qabaili quraisyan; sebagaimana dikatakan salah seorang Syeh dari suatu qabilah , pemerintahan atau imaroh qabilah-qobilah quraisy. Maksudnya menceriterakan keadaan kondisi Jazirah Arab khususnya daerah Mekah dan sekitarnya bahwa wilayah tersebut dikuasai oleh suku-suku secara kolektif yang disebut dengan Syeh atau Amir, tiap-tiap suku mempunyai daerah atau wilayah kekuasaan tertentu ada yang menguasai Ka’bah, menguasai Sumur Zam-Zam, menguasai Pasar Ukaz, mengasai alur jalan raya keluar-masuk kota Mekah, menguasai padang rumput musiman. Sedangkan kekuasaaan kerajaan besar yang nmenguasai sekitar Mekah dan Jazirah Arab, sebelah Utara Kerajaan Romawi, Timur Kerajaan Persia Sebelah Barat dan Selatan Kerajaan Habsy.

Amir atau Kepala Pemerintahan sebagai istilah yang terdapat dalam al Qur’an, sepadan dengan istilah Malik, Kaesar, Raja atau Presiden, yang harus ditaati setelah toat kepada Alloh dan Rasul-Nya, sebagaimana tersebut dalam surah an-Nisa.

#“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Alloh dan ta’atilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jikia kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. QSA :4 ; 59

Itulah gambaran pemerintahan kolektif di jazirah arab pada masa jahiliyah sebelum kelahiran nabi Muhammad, ada satu syair jahiliyah lagi yang dilantumkan Ustaz Abdul Ajis bin Abdul Hamid

#“muhmarrotun mushfarrotun fakaanaha # ‘ushubun tayammanu fil wagho wa tamadhdhoru; merah dan kuning seolah-olah bunga-bunga, itu seperti bendera orang-orang Yaman dan Mudhor yang sedang berperang.

Syair Jahiliyah ini menceriterakan peperangan antara orang Adnan Quraisy Mekah yang dipimpin oleh qabilah Mudlor dengan orang Yaman wilayah kekuasaan Habsy. Pasukan Mekah menggunakan Sorban warna Merah sedangkan orang Yaman menggunakan Sorban warna Kuning, seperti mengayak atau mencampur aduk bunga mawar dengan bunga cempaka atau flamboyant.

Gambaran patriotisme dan nasionalisme Qurais ketika menghadapi serbuan tentara Yaman, dibawah pimpinan qabilah Mudhor yang didukung qabilah-qabilah yang lain, sama-sama menganakan Sorban Merah, kemenangan sudah pasti ditangan Mudhor.

3] Kalau aku jadi panglimanya pasukan Yaman, anak buahku akan kusuruh memakai dua sorban, sorban kuning diluar sorban merah didalam, hanya saja sebagian perisai atau pakai ikat perut warna kuning atau warna lain yang penting ada tanda untuk Yaman, begitu dekat dengan pasukan Mudhor kita lepas sorban kuning, pasti bingunglah pasukan Mudhor.

2] Itu namanya melanggar etika atau permainan perang.

3] Perang itu kan menang-kalah, yang penting menang …

1] Terus apa lagi kata Ustaz

3] Rupanya keluarga nabi Muhammad termasuk golongan terpelajar dan terpandang pada masa itu, waktu ibunda Aminah mengandung beliau, Aminah sering konsultasi ke ahli kesehatan wanita atau tobib kusus ibu dan anak-anak yang disebut as Syifa dan kelahirannyapun ditolong oleh as-Syifa ‘Umi Abdi Rahman’ namanya, ketika pusernya diikat dan dipotong lalu ditaburi serbuk berupa tepung bongkol kunyit India, ramuan ma’jun dari akar-akar buah bunga kulit biji tumbuhan, madu, nabis (perahan anggur yang difermentasikan) kalau gak ada nabis biasanya diganti air tape gandum sebagai obat habis bersalin penyegar badan untuk ibunya sehabis kelelahan mengandung dan melahirkan, sedangkan untuk bayi diberikan madu atau rubath (buah korma yang diperas dan dijemur hingga kental seperti madu).

Beberapa bulan kemudian bayi Aminah -Nabi Muhammad- disusukan kepada orang yang kebetulan habis melahirkan ‘Halimah Sa’diyah’ namanya dan air susunya kebetulan berkelebihan, jadi ia menyusu ASI hingga usia dua tahun lebih sedikit, tidak meminum air susu domba atau onta kecuali sehabis disapih.

4] Katanya Nabi Muhammad adalah keturunan dari dua orang korban yang akan dipersembahkan kepada Tuhan, pertama keturunan Nabi Ismail yang kedua keturunan Abdulloh. Abdulloh dinazarkan oleh Abdul Muntholib akan disembelih sebagai korban untuk mendekatkan diri kepada Alloh, namun Abdul Mutholib mencabut nazar/sumpah tersebut dengan cara diundi namanya azlam, dua batang anak panah dimasukkan dalam tabung layaknya mengundi arisan satu tertulis Abdulloh satu tertulis onta 10 ekor. Setelah diundi yang keluar nama Abdulloh berarti Abdul Mutholib harus menebus dengan 10 ekor onta, batang anak panah terus dikocok dan diundi hingga sampai 9 kaliyang keluar bertuliskan Abdulloh, berarti tebusan mencabut sumpah/nazarnya harus ditebus dengan 90 ekor onta, begitu undian ke sepuluh barulah keluar batang anak panah yang bertuliskan 10 ekor onta, dengan demikian berakhirlah undian itu dan Abdul Mutholib wajib menebus nazarnya dengan berkorban 100 (seratus) ekor onta sebagai pengganti korban terhadap Abdulloh putranya.

Tradisi bernazar atau berkorban kepada Tuhan, sebagai imbalan terkabul atau terpenehui do’a dan harapan, berupa menyembelih anak yang disayangi berlanjut hingga Nabi Muhammad di utus jadi Rasul. Tradisi milah Ibrohim seperti Towaf , Sa’i , Hitan dan berkorban masih saja berlangsung, bahkan Sahabat Abu Bakar dan Umar-pun pernah mengorbankan anak wanitanya sebelum mereka menjadi muslim. Milah Ibrohim di-revival/ihya’kan Nabi Muhammad dalam bentuk lain, hanya saja berkorban dalam bentuk/wujud manusia dilarang oleh Nabi Muhammad atas petunjuk dan bimbingan wahyu dari Alloh SWT.

3] Tapi ada sunnah Nabi dan ayat alQur’an ketika disampaikan Ustaz, bukan didengar bahkan disoraki karena tidak disukai oleh ibu-ibu, Alloh itu merintahkan kawin 4 atau 3 atau 2 kalau tidak dapat adil seorang perempuan saja.

2] Bukan itu maksudnya, bahwa Nabi Muhammad mensunahkan untuk menikah, tidak menikah atau tidak kawin pun tidak apa-apa.

4] Benar pak penghulu, bahkan ibu-ibu pada mengidolkan ibu rumah tangga seperti Siti Khodijah, sebagai istri pendamping suka dan duka Nabi Muhammad, berani berkorban jiwa-raga dan bendanya demi pada suami tercinta, boleh kawin semau suaminya asal setelah wafat dirinya.

3] Ini mengajari do’a jelek, agar istri yang tidak mau dimadu agar cepat-cepat mati.

1] Itu kan pemahaman Kuro, dan perkawinan atau pernikahan yang Sakinah adalah perkawinan yang seumur hidup, siapa yang wafat duluan yang hidup kalau mau boleh kawin lagi. …

-mic-

Jumat, 20 Maret 2009

Perkawinan Gay juga Lesbian


Lain dari pada kebiasaan sehari-hari, pembantu penghulu desa H Arsyad membawa calon pengantin atau Catin, laki-lakinya gendut kepalanya botak, meskipun botak dan hanya ada rambut sedikit jarang, aktingnya berlagak berambut godrong. Ia mengenakan T Shirt bergaris lebar menyamping, sepintas tak kelihatan gendutnya, memecah perhatian mata memandang karena garis-garis yang menyolok. Mengenakan celana jean, bagian paha dan dengkul tulang kering diamplas agar kelihatan bulukan, seakan bulukan itulah ukuran paha-kakinya. Mengenakan ikat pinggang selebar 5 Cm-an, mata gasper/ ikat pinggangnya bagai bungkus rokok lebar menyala stenlis berbingkai warna hitam.

Perempuan tinggi semampai, pori-pori bibir atas dan dagunya agak memerah kehitaman, pundaknya bagai kerangka layang-layang, tidak bidang sejajar dengan pangkal lehernya, ujung pundaknya agak mblorot turun kebawah 10 Cm-an, melengkung kebawah dari pangkal leher kepundak. Ia berbaju semi-jas warna merah muda berkaoskan merah darah menyala, diantara leher ke ketiak dan pundak sedikit kebawah terdapat semacam lipatan baju-jasnya, ada 3-2 lipatan wiru tanpa tak sengaja, rupanya baju-jas yang ia kenakan menyesuaikan potur bentuk pundaknya, terkesan baju-jasnya kebesaran, mungkin akan kelihatan lebih cantik kalau hanya mengenakan T Shirt saja. Jube-longdress yang ia kenakan soklat-kemerahan kelihatan manis tak kelihatan, karena tergoda lipatan baju-jas yang ia kenakan, seperti ayam kedinginan habis kehujanan. Rupanya jube-panjang yang ia kenakan penutup urat betis-kaki seperti ada cacing merayap, gak beda dengan Ratu Bilqis ketika mendatangi kerajaan Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis tak sadar akan paha betisnya yang berbulu hitam lebat, diangkatlah jube yang menutupi kakinya ketika hendak menginjakan kakinya ke lantai marmer istana yang bagai sedang dipel, nampak bayang-bayang dipermukaan air seperti cermin, kelihatanlah apa gerangan kakinya, … malu dan menyerahkan dirinya untuk dikawini Nabi Sulaiman menjadi istri yang kesekian puluh. Walaupun istri Nabi Sulaiman lebih seratus, namun ketika Nabi Sulaiman wafat, tak seorang-pun istrinya yang mengetahui

1] He he he he he, Naib sekarang ini pelaksanaannya dua minggu lagi, -kata H.Arsyad, sambil ngomong agak pelaan- anu, maaf Naib catri/calon istrinya Waria.

@ Lho lho lho ( sambil bengong ), … pak Machfud ! tolong ambilkan formulir Akta Ikrar Wakaf, di tempat Suryadi

2] Iya pak, -sambil berjalan berzikirlah ia- Luth berkata ‘sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu* (Luth berdo’a) ‘Ya Tuhanku selamatkanlah aku keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan’ QSA : 26; 168-169

@ Pak Haji Arsyad, ajak calon pengantinnya kesini.

1] Ya pak, sekalian akan saya ambil berkasnya

2] Ini pak, tapi hanya copy W1 dan W5 (yang biasa digunakan untuk konsep) yang lainnya ada di laci Suryadi, ia-nya belum datang, mungkin masih di Kantor Pos.

@ Gak apalah, ini juga cukup …….(penghulu dan calon pengantin masuk)

3] Kenalkan saya pak Naib, nama saya Rohidin Mesran dan ini calon saya, namanya Masuda alias Udawati … Rohidin sambil menggerakkan dagu kekiri-kekanan terdengar kreg-kreg … dielus kepala botaknya seakan ada rambut atau mungkin terasa ada lalat hinggap

### Formulir model W1 dan W5 yang dipegang Naib diletakkan diatas Map Folio, sambil tangan kanan memegang sebatang pensil.

@ Nama lengkap dan alamatnya

3] Rohidin Mesran, kampung Bojong Kulon

@ Lokasinya serta batas utara timur selatan baratnya

3] RT 07 RW 02, sebelah utara : H Hela Suhail bin Mustofa, timur : Hanafi bi Thohir, selatan : Badawi bin Suhaimi dan sebelah barat : Jalan Desa

@ Luas tanahnya berapa meter ?

3] Kalau dengan pekarangan dan kebun sekitar 900 M2 (sambil bengong tanda tanya!?)

@ Kalau Nazir, penjaga dan pengelolanya, Naib menyarankan agar laki-laki

### Masuda Udawati juga tidak paham dan bengong, kemudian Naib mnyerahkan W1 kepada Rohidin dan W5 ke Masuda, dibaca dulu baru diisi … kemudian Naib keluar ruangan

3] Memang Ikrar Perkawinan itu jaminannya harus memiliki tanah milik.

4] Ya pasti dong Kang, habis kawin kan kita membangun rumah-tangga.

3] Lha peruntukan tanah ini untuk apa ?

4] Ya untuk membangun pondok kita, nanti kalau sudah punya cukup uang, kita bangun gedong … kalau begini, kita nanti pasti akan bahagia ya kang.

### lima menit kemudian, masukkal naib beserta penghulu Machfud dan Sofyan serta pembantu penghulu H Arsyad

@ Sudah diisi ???, yang belum jelas boleh ditanyakan.!

3] Sudah pak, tapi ada yang perlu ditanyakan; ‘memang Ikrar Perkawinan itu harus mewakafkan tanah milik terlebih dahulu’ ? … … W5 yang dipegan Masuda diambil penghulu Machfud.

2] Anda berdua ini akan kawin apa mewakafkan tanah ?

4] Ya mau kawin-laaah, kan KUA tempat mencatat perkawinan.

5] Tidak hanya kawin, tapi juga mencatat Ikrar Wakaf dan menerbitkan Akta Ikrar Wakaf, apakah berupa tanah, benda berharga atau uang, barang bergerak atau tidak … … … akan tetapi kalau urusan barang yang bergerak-gerak, itu dicatat dalam Akta Nikah

4] Aaaah, pak penghulu ini cabul, pakai barang bergerak-gerak segala.

@ Memang benar apa kata penghulu Sofyan, barang yang bergerak-gerak ini termasuk salah satu persyaratan perkawinan, pak Machfud coba bacakan dan tunjukkan Rukun dan Syarat Nikah

2] Coba dengarkan, setelah aku bacakan, yang kurang jelas baru dapat ditanyakan …

Setiap perbuatan hukum harus memenuhi dua unsur yaitu Rukun dan Syarat.

Rukun : ialah unsur pokok (tiang) dalam setiap perbuatan hukum.

Syarat : ialah unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum.

Apabila kedua unsur ini tidak dipenuhi maka perbuatan itu dianggap tidak sah menurut hukum. … Demikian pula untuk sahnya suatu pernikahan harus dipenuhi Rukun dan Syarat.

Rukun Nikah :

  1. Calon mempelai laki-laki dan perempuan
  2. Wali dari calon mempelai perempuan
  3. Dua orang saksi ( laki-laki )
  4. Ijab dari wali calon mempelai perempuan atau wakilnya
  5. Kabul dari calon mempelai laki-laki atau wakilnya.

Syarat Nikah

a. Syarat menurut Syariat

Calon pengantin pria sebagaia berikut ;

  1. Beragama Islam
  2. Terang prianya (bukan banci)
  3. Tidak dipaksa
  4. Tidak beristri empat orang
  5. Bukan mahrom calon istri
  6. Tidak mempunyai istri yang haram dimadu dengan calon istri
  7. Mengetahui calon istri tidak haram dinikahinya
  8. Tidak sedang dalam ihrom haji atau umroh

Calon pengantin wanita sebagai berikut :

  1. Beragama Islam
  2. Terang wanitanya (bukan banci)
  3. Telah memberi izin kepada wali untuk menikahkannya.
  4. Tidak bersuami dan tidak dalam iddah
  5. Bukan mahrom calon suami
  6. Belum pernah dili’an (sumpah li’an) oleh calon suami
  7. Terang dan jelas orangnya
  8. Tidak sedang dalam ihrom haji atau umroh

Syarat-Syarat Wali

  1. Beragama Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Tidak dipaksa
  5. Terang lelakinya
  6. Adil (bukan fasik)
  7. Tida sedang ihrom haji atau umroh
  8. Tidak dicabut haknya dalam menguasai harta bendanya oleh Pemerintah (mahjur bis-safah)
  9. Tidak rusak pikirannya karena tua atau sebagainya.

Syarat-Syarat Saksi

  1. Beragama Islam
  2. Laki-laki
  3. baligh
  4. Berakal
  5. Adil
  6. Mendengar (tidak tuli)
  7. Melihat (tidak buta)
  8. Dapat bercakap-cakap (tidak bisu)
  9. Tidak pelupa (mughaffal)
  10. Menjaga harga diri (menjaga muru’ah)
  11. Menegerti ijab qabul
  12. Tidak merangkap menjadi wali

Ijab - Kabul

Ijab dan Kabul harus terbentuk dari kata asal ‘inkah’ atau ‘tazwij’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘menikahkan’

b. Syarat menurut peraturan perundang-undangan, sebagaimana yang disebut dan terdapat pada :

1. Pasal 6 Undang undang No.1 tahun 1974, dan

2. Pasal 7 Undang-undang No.1 tahun 1974

@ Sehubungan dalam KTP Anda berdua sama-sama berjenis kelamin laki-laki maka tidak terpenuhi persyaratan yang dikehendaki.

3] Tapi saya sudah sehati dengan Udawati, pak Naib !

@ Sehati tidak ada yang melarang, perlu diketahui bahwa perkawinan itu ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

3] Tapi kami takut perzinaan kami berlarut-larut

2] Perzinaan yang bagaimana ?

3] Ber-funky-funky, bernice-nice-an bermain finger dan oral

4] Sekali-kali gue didongkrak akan tetapi tidak seperti Sumanto

@ Didalam Fiqh Islam itu bukan Zina akan tetapi Nu’umah atau Talazudz bukan dosa besar atau termasuk Kaba-ir akan tetapi Kuba-ir mendekati dosa besar.

…Pezina dihukum cambuk 100 kali, akan tetapi Sodomi atau Liwad dicambuk 60 kali atau memberi makan 60 orang miskin

… Ber-funky-funky wajib jinabat atau mandi junub, dengan niat menghilangkan hadas besar dari seluruh tubuh karena Alloh, disamakan dengan Onani atau Masturbasi

4] Dadanya kok besar, … itu kira-kira dapat memproduksi air susu gak ?,

5] Dada pak Naib dapat, tapi rasanya gurih asin dan pahit, lebih-lebih habis makan yang pedas menyengat, tidak hanya air susu yang keluar dari pori-pori dadanya juga sarang walet yang keluar dari lobang hidungnya.

2] Ah, ngacau saja penghulu Sofyan, jangan didengerkan

3] Terus bagaimana pak Naib !!!?

@ Perkawinan bagi orang Islam, dicatatkan di KUA, bila perkawinan telah dilaksanakan menurut agama dan belum didaftar di KUA, maka perkawinannya harus di Istbatkan oleh Pengadilan Agama,

… juga perkawinan di Luar Negeri dan mendapat keterangan dari lembaga Islam seperti Islamic Centre atau pengurus Masjid, kecuali bila perkawinannya dicatatkan di KBRI atau Konsulat RI, maka perkawinan yang dicatat oleh Pejabat Fungsional KBRI atau Konsulat itu sama kedudukannya dengan Buku Nikah. Sedangkan pencatatan dari Islamic Centre dapat dicatatkan dibuatkan Buku Nikah, dengan catatan tidak lebih dari setahun setelah sampai di tanah Air dan dicatatkan di KUA sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.

Bagi yang non Muslim perkawinannya dicatatkan di Kantor Catatan Sipil.

1] Mereka berdua ini masuk yang mana ?

5] Di-Akatakan saja, bahwa Rohidin dan Udawati berserikat membina Rumah Tangga, Rohidin sebagai Kepala Rumah Tangga dan Udawati sebagai Ibu Rumah Tangga

4] Yees, bravo

@ Seperti Sinetron saja

3] Benar pak Naib kami berdua sering nonton Sinetron, lebih-lebih Meteor Gardenyang diputar untuk kedua kalinya itu… dan kami menghayal andai disekeliling rumahku penuh kerikil meteor … pasti ribuan orang akan datang kerumahku seperti Ponirin dukun cilik dari Jombang yang banyak didatangi orang ingin berobat itu.

1] Apaan bukan jadi dukun, tapi untuk menimpuk atau melempari orang yang sodomi.

4] Aaah penghulu ini, kejam amat, kan hak azazi setiap orang.

@ Jadi coba didaftarkan di Notaris, katakan bahwa kami sepakat berserikat membentuk lembaga social non-komersial ‘Ikatan Cinta-Kasih’. Soalnya selama kami di KUA baru anda berdua inilah … … … jadi itupun belum merupakan kepastian dapat diaktakan atau tidak.

3] Ya sudah terima kasih pak Naib kami permisi

4] Eee sebentar kang, bagaimana kalau KTP Masuda diganti saja dengan Udawati, gak pakai alias Nama Udawati, jenis kelamin Wanita

1] Barang bergerak-gerak kamu dipotong dulu, lalu di bor …

3] Ongkos dan biayanya sangat besar dan mahal tau' , ya sudah permisi pak Naib dan Penghulu

2] Ya, tapi jangan lupa pakai kondom yaaaaaaaaaa

4] Pak penghulu mau coba ? tak usah ni yeeeeeee, kan Ik punyanya kang Rohidin

5] Jangan lupa habis mendongkrak memotong sepuluh ekor ayam

4] Ya deh, entar penghulu yang mendo’a, jangan kuatir kita akan sering-sering hajatan …

---mic---


Penghulu Sofyan Amin, Bc.Q

Semenjak kehadiran Penghulu Sofyan Amin, Bc.Q suasana kantor KUA gak pernah sepi, suasana jenuh bosan dan ngantuk terasa hilang, ada saja tingkahnya yang mengundang gemes ketawa menjenggelkan … dengan keahliannya bisa saja ia mengalihkan kejenggelan orang yang ia kerjain dengan cerita memelas serius seakan-akan gak pernah terjadi apa-apa.

Merupakan acara kegiatan rutin sehabis sholat dan makan siang, dalam menikmati istirohat siang, baju bertenggerkan di sandaran kursi, berkaos oblong atau TShirt celana dikendorkan, duduk santai, ada yang melonjor tidur-tiduran bersarungkan Atlas hadiah lebaran. Kipas angin yang ada tak mampu menghalau keringat yang mengucur dari jidat dan leher, cuaca saat itu memang cukup lumayan panas, karton pelapis air kemasan ukuran gelas ikut juga sebagai penghalau keringat pengantar angin buatan.

Balai Nikah yang biasa untuk acara pernikahan difungsikan juga sebagai musholla dan tempat santai. Walau ruangan cukup gerah sedikit panas pengaruh panas terik matahari yang memang cukup panas, lagi pula angin tidak menghembus. Merokok sebagai kembang mulut berjalan terus, penawar sisa-sisa pedasnya rasa cabai hijau dan rawit khas masakan padang, mulailah penghulu Sofyan Amin, Bc.Q bercerita.

Sebuah nama yang sudah melekat dan gampang diingat oleh setiap pembantu penghulu desa se kecamatan. Setiap bersalaman –baik sudah kenal ataupun belum- senantiasa ia ucapkan : ‘saya Sofyan Amin, Bc.Q abituren PPUAN’ menanti orang Betawi tinggal di belakang Sekolah kejuruan Putri Pertiwi, Slipi Jakbar. Ada saja bahan obrolan dan gunjingan, mulailah ia menggunjing-humorkan apa yang ia lihat …

1] Pak Machfud, tahu gak kamu krupuk ini, sambil dikremus dikunyah, rontokan serbuknya pada nempel di bibirnya, ada juga yang menyangkut di jenggot yang hanya sejumput, ada juga yang tersangkut di kumisnya yang hanya sembilan helai.

2] Itu kan kulit kerbau yang diolah dibikin krupuk.

1] Cara membikin atau prosesnya tahu gak !?

2] Setahuku, kulit dibersihkan bulu-bulunya lalu direndam daklam air yang bercampur kapur kemudian direbus sampai lunak, ada yang dibikin sate kikil atau dibuat sambal bihun campur kulit melinjo, sedang yang dijemur jadi krupuk yang kita makan sekarang.

1] Kalau ditempatku kikil itu urat atau kulit sekitar dengkul kebawah –apakah kerbau sapi atau kambing- kalau digulai dengan sayur nangka disebut cecek, sedangkan kerupuk yang kita makan ini, bukan krupuk kikil tapi krupuk rambak.

2] Kalau disini, semuanya disebut kikil, baik sambal, sayur atau sate rebus.

1] Aku punya ceritera ; waktu itu ketika dalam perjalanan dari Bukit Tinggi ke Palembang, sampailah sore hari menjelang maghrib kami beristirohat di Rumah Makan dekat danau Maninjau Kabupaten Agam. Kopi hampir setengah gelas diminum, kami bertiga satu meja kebetulan satu Oto –istilah untuk Bus, … ngomonglan Nang Cik dari Palembang kepada Nasrulloh yang katanya akan melanjutkan perjalannya ke Pangkal Pinang lewat jalan laut.

3] Aku baru tahu –kata Nang Cik- kalau Bukit Tinggi pernah menjadi Ibukota RI setelah Jakarta dan Yokyakarta, aku baru tahu juga kalau ada angka 4 Romawi seperti PPS menghitung suara satu berbaris empat tertulis IIII bukan satu menuju lima seperti tertulis IV, dan itu salah satu keunikan Jam Gadang hadiah Ratu Juliana untuk rakyat Bukit Tinggi yang diletakkan dibukit dekat dengan Kebun Binatang dan Rumah Gadang, Rumah Adat Minang, aku baru tahu juga kalau ada nama Presiden Penyelamat RI, PDRI Mr Sjafruddin Prawiranegara walupun hanya menjabat tujuh bulan –antara Presiden Soekarno dan Soekarno. Waktu itu Presiden dan Wakil serta seluruh anggota kabinetnya ditangkap Belanda dan dinyatakan bahwa RI sudah tidak ada, kebetulan Menteri Kemakmuran Mr Syafruddin sedang mengadakan kunjungan ke Sumbar. Presiden memberi Mandat kepada Mr Syafruddin, untuk menyanggkal pernyataan Belanda, bahwa Indonesia masih ada dan Pemerintahan Darurat RI beribukota di Bukit Tinggi dan Mr Syafruddin sendir sebagai Ketua atau Presidennya. Kalau sejarah mengakui maka Presiden pertama RI, Ir Soekarno, ke 2 Mr Sjafruddin Prawiranegara (mandataris Presiden), ke 3 Ir Soekarno, ke 4 Soeharto, ke 5 Prof.Dr BJ Habibi, ke 5 KH Abdurrahman Wahid, ke 6 Megawati Sukarno Putri, ke 7 DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono, jadi RI menurut aku sudah memiliki 7 orang Presiden.

Mandat yang kedua, pernah diberikan kepada Letjen Soeharto sebagai Pejabat Presiden untuk memulihkan keamanan, ekonomi pangan, politik atau demokrasi berpolitik, semuanya hampir pulih adapunn Pemilihan Umum akan dilaksanakan tahun 1971. Takdir Tuhan mentukan lain, Surat Mandat/Perintah belum diambil Presiden Sukarno sudah kedahulun wafat, Pemilu berjalan lancar tahun 1973 anggota MPR&DPR dilantik Jendral Suharto terpilih sebagai Presiden dan Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil, semenjak tahun 1974 hingga sekarang secara terencana-perlahan terjadi perobahan sistem dan hukum ketatanegaraan NKRI … mari kita mendo’a kepada kedua Presiden kita yang telah wafat, kata Nasrulloh … , bismillahir-rohamanir-rohiim, alhamdulillahi robbil’alamiin, allohumma-sholli ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala ali sayyidina muhammad, allohumma-ghfir liruhi presiden sukarno wa suharto warhamhuma wa ‘afihima wa’fu ‘anhuma, allohumma la tahrimna ajrohuma wala taftina ba’dahuma waghfirlana walahuma. Aamiiin.

2] Terus apa hubungannya dengan krupuk kulit kerbau ini ?

1] Begini, masih panjang ceriteranya … di depan RM itu ada rel KA, beberapa meter dari bibir pantai danau Maninjau.

2] Ini sudah ceritera apa baru pengantar ? kan sudah jauh amat dari Bukit Tinggi hingga Danau Maninjau.

1] Kamu sabar sebentar … krupuk rambak atau kikil kalau di Padang disebut Krupuk Jange’ dan kikil yang biasa di gulai disebut Gulai Tunjang.

2] Kan cuma beda nama doang, gitu aja kamu ceriterakan.

1] Ah, kamu ini gak sabaran ……… mulailah Nang Cik bercanda dengan Nasrulloh, yang katanya dari Sumbok Aceh.

3] Tahu gak kamu, di Padang dan umumnya di Sumbar gak ada bedug

4] Di Aceh juga sama, baik di Masjid maupum di Meunasah sulit untuk ditemui bedug.

3] Tapi bukan itu maksud aku, maksud aku tahu gak kamu sejarah Tari Saman dari Aceh ?

4] Tahu sedikit yang pasti dari Turki, karena Aceh -sebelum ditaklukkan oleh Belanda- mempunyai hubungan diplomatik dengan Kesultanan Turki Usmani, sebelum Kamal at Tatruk menjadi Presiden Republik Turki pertama.

3] Tahu gak kamu, kena apa rombongan kesenian tari dari Aceh takut dan enggan mengadakan pertunjukan di Padang.

4] Gak tahu.. !

3] Lha ini baru ceritera …; ketika rombongan kesenian dari Aceh tiba disini, waktu subuh … Oto berhenti di Rumah Makan ini … semua penumpang pada turun, biasa istirohat sejam lebih sedikit … Oto dibersihkan … waktu itu sedang ada wabah penyakit kuku-mulut sapi … seluruh ternak yang akan masuk kesini dilarang masuk … sulitlah pengarajin krupuk jange’ untuk mendapatkan bahan baku .. tiba-tiba, Uyung si pembersih Bus naik ke atap Oto, dilihatlah … ada ikatan rebana, gendang saraful anam … dalam hati Uyung ‘makanan dipakai mainan’… turunlah ia mengambil pisau, diambillah kulit yang terdapat di alat musik tadi … sampai di Padang sudah tengah hari hampir zuhur … semua penumpang turun, juga barang yang ada di atas oto … sampai di tanah apa yang terjadi … semua alat musik tabuh tinggal kerangkanya saja, kulitnya hilang … terdengar sayup-sayup … hna ..lun .. jak … bajeubo … mungkin maksudnya dimakan apa gerangan ? … pelatih dan ketua rombongan berunding, malu kita, sudah sampai disini peralatan musik rusak semua, gak ada yang utuh tersisa … Nur Ahimi … si pelatih mengambil inisiatif, bagaimana kalau kita ganti dengan tepuk duka, seakan itulah rebana dan saraful anamnya … akan tetapi bukan dada atau pipi yang dipukul melainkan pundak, lutut dan lantai .. kan pertunjukan akan dipentaskan besok malam, jadi masih ada waktu sehari untuk latihan … itu ceritanya kenapa rombongan seni tari dari Aceh kapok gak mau manggung di Padang.

2] Begitu saja kok di ceritakan, pingin tepuk tangan kek, tepuk kaki kek, tepuk pundak kek itu, tepuk perut kek, ya terserah mereka.

1] Ini bukan kataku, kog uring-uringan, tapi obrolan Nang Cik dengan Nasrulloh, teman se-oto-ku … Ada yang lebih seru … pantai Danau Maninjaupun tidak terlalu dalam, landai mulai setelapak kaki pelan perlahan sampai kedalaman terdalam … lha yang ini lebih seru lagi … ikan-ikan Danau Maninjau sangat akrab dengan manusia, ikan Bilih, ikannya genit-genit suka mencabuti bulu kaki dan kulit mati tiap orang yang menjeburkan kaki atau tangannya, geli merinding seperti semutan, … ceriteranya sebagian anggota rombongan tadi, ya lelaki ya perempuan, yang memang tempat antara kedua jenis kelamin ini dipisah berjarak lebih seratus meter, mereka berkehendak ingin cuci kaki basuh muka atau kencing …..

@ Ehem, ehem, ehem, ehem … bersuarakan dehem-batuk buatan yang dikeraskan

1] ……. Sambil membisikkan suara amat pelan ke telingan Machfud ‘di sensor pak Naib’

Penasaranlah penghulu Machfud dengan ikan-ikan genit Danau Maninjau … yang besarnya setelunjuk kecil sedikit … ribuan mungkin jutaan ekor jumlahnya … penghulu Sofyan Amin Bc.Q ketawa tertahan entah apa yang ditertawakan

1] Berbunyilah klakson Oto, pertanda perjalanan ke Palembang akan berangkat … berhentilah Nang Cik bercerita … Nasrullloh bersiul menyanyikan lagu Bungo Jeumpa.

Sambil santai penghulu Sofyan membaca ayat :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh maha Mengetahui lagi Maha Mengenal QSA : 49 ; 13

……………………………… obrolan dilanjutkan

1] Pak Machfud tahu gak kamu apa nama anak kerbau ?

2] Tahu, gudel

1] Heboh, kalau tahi kerbau ?

2] Klethong

1] hampir benar, kalau mulut kerbau ?

2] Cungkur

1] Gak apalah, mau cungur, mau cingur, mau congor kan mulutnya kerbau sendiri, terus tahu gak yang suka bertengger di punggung kerbau ?

2] Si pengembala

1] Ini baru goblok, yang cerdas pasti akan menjawab burung bangao atau pemangsa kutu maupun lalat.

2] Terserah aku mau bertengger kek, mau jongkok kek, mau sila kek, mau duduk kek, jawaban-jawabanku sendiri ya aku benarkan sendiri

1] Terus pak Machfud, tahu gak kamu, kerbau itu giginya ada berapa ?

Pertanyaan belum dijawab, penghulu Sofyan terpingkal-pingkal sambil menunjuk ruangan Naib, karena gigi depan-atas naib Masud sudah pada ompong.

1] Pak Machfud dulu pernah ikut BUTSI apa tidak ?

2] Gak pernah

1] Aku peserta BUTSI angkatan terakhir, jadi aku ditempatkan diluar Pulau Jawa, kebetulan aku di Kab Badung Prop Bali … teman seangkatanku Jufri Zaidin di Prop. Irian, sebagai tenaga sukarela berfungsi sebagai motivator, penyuluh pesan-pesan pembangunan. Sebagai seorang muslim ditengah mayoritas Hindu, masyarakat hindu paling banyak dan sering melakukan persembahyangan atau Yajna, yang lebih unik lagi ada Pure tempat ibadah yang namanya Pure Mekah, bukan Mekah yang ada masjidil Haram di Arab Saudi, lagi pula nama kota Mekah tidak hanya terdapat di Arab Saudi. Rupanya agama Hindu menurut pengamatanku, ada kaitan antara Tuhan, Alam Raya, Bumi dan Manusia, sehingga sepertinya Wajah_Tuhan ada disitu, bahkan pada diri manusiapun tercermin kreativitas Tuhan, erecytas organ kelamin perlambangan daya kreasi dan kerja keras begitu pula kesuburan dilambangkan payu dara wanita yang memproduksi air susu kehidupan.

Suatu hari di Pure Mekah ada pertobatan seorang yang telah merantau melang-langbuana ke dunia pemikiran dan agama serta telah pindah dari Agama Hindu, ia tidak dapat diterima keluarganya, akhirnya ia kembali ke keluarga, sebelum dapat dapat hadir dan diterima dalam keluarga ia harus diadakan ritual dan yajna di Pure Mekah.

Aku waktu itu habis memberikan penyuluhan KB serta memberikan contoh pengguaan kondom, biasa , alat peraga mudah diperoleh di pasar seni, alat peraga aku pasang tali dari sepasang ikat sepatu yang ku baut pada panggkal alat peraga.

Keingintahuanku akan pertobatan di Pure Mekah, mampirlah aku kesana dan beberapa turis domistik dan luar. Tanpa kusadari alat peraga yang kukalungkan menggelantung dibawah puser, rupanya kancing baju saya yang kedua dari bawah terbuka, model pakaian waktu itu baju ketat belah samping lengkung, celana ujungnya lebih lebar dibanding paha, istilah waktu itu disebut cutbray … nongolah alat peraga yang masih ada kondomnya … mendekatlah salah seorang yang mengenakan pakaian adat, apakah pengurus pure atau guide turis, sambil menunjuk kepuser-ku … maksudnya agar aku membenarkan mata kancing baju, tapi … justru orang-orang yang ada disampingku pada senyum melihat alat peraga yang masih ada kondomnya itu …… disinilah relatifnya pornografi atau symbol kreatifiti suatu keyakinan.

Beda dengan aku, teman aku Jupri Zaidin yang ditempatkan di Irian, mengirim surat kepada-ku kalau ia benar-benar telah menjadi anak & saudara sesusuan dari beberapa kepala suku di sana ………………………..

---mic---

Jumat, 13 Maret 2009

Poliandri Islamy

......Saya terima nikah dan kawinnya Suminah Binti Ruslanov dengan Maskawin satu juta rupiah kontan .... qobul yang diucapkan Sapoan .... dinyatakan bagus dan syah oleh kedua orang saksi dan Penghulu Kecamatan .... sementara diluar terdengar .... jangan sampai lepas ! jangan sampai lepas ! bawa saja kerumah sebelah .... aku tidak terima ! Suminah istrikuuuu ....

Setelah Ijab-Qobul kemudian dibacalah Sighot Taklik, yang oleh komunitas santri menyebutnya Taklik-Talak. … Sesudah akad nikah dan seterusnya selanjutnya … ‘saya membaca Sighot Taklik, sebagaimana yang terdapat pada Teks Sighot Taklik yang telah di Syahkan oleh Menteri Agama RI, demikian janji saya’

Wah singhotnya padat kata salah seorang yang hadir ... tiba-tiba mendekatlah Agus Teguh dari dalam rumah, membisikkan ke telinga Naib, kunci motornya Pak diluar banyak tamu berdatangan biar motornya mudah untuk dikeluarkan … acara berlanjut sampai selesai dan menikmati hidangan ringan, hidangann berat akan disajikan dua jam setelahnya, sehabis pengantin di rias dan ganti pakaian busana muslim-muslimah ke pakaian adat, ini biasanya kalau acara berlanjut hingga malam, … 2 hingga 3 macam busana bergantian, termasuk busana nasional dan barat.

Gus Teguh mendekati dan membisikkan ke telinga Naib, ‘Naib jangan lewat depan, banyak tamu dan kendaraan, jalannya tertutup, motornya ada di lorong sebelah rumah’ … Naib permisi, namun oleh salah seorang keluarga disuruh ke dalam lewat pintu samping dapur, tak jauh dari pintu dapur itulah motornya ditaruh Gus Teguh … sambil bertanya kepada yang mengantar ‘ada apa kok ramai ?’ ada orang edan kumat dan ngamuk ! ada orang gila yang sedang kambuh dan mengamuk, kata Pamuji yang mengantar …

Wah, ini baru dari rakyat untuk rakyat, kata penghulu Sofyan Amin, BcQ yang baru seminggu alih tugas dari kecamatan lain, dengan demikian ada tiga penghulu disini … disambutlah asyoi atau kresek yang penuh berkat dan kue ‘min haisu la yahtasib’ rejeki yang takterduga, kata penghulu yang katanya abituren PPUAN angkatan terakhir yang terlikwidasi bersama PGA, PHIN dan SPIAIN dimerger menjadi-satu dengan MAN, termasuk Ijazah SLA-nya dilegalisir oleh Kepala MAN, ia lebih bangga menggunakan gelar Sarmudnya dari pada SAg Sarlengnya, yang katanya -dengan bahasa kelakar- pernah kuliah di British UK, di The Queen College se kelas dengan Cat Stevens, katanya ... mulai propedus, candidat hingga bacalaureat dari College of the Queen, sarjana muda the Queen yang gak mau disebut sarjana UIN, setiap akan bekerja atau menghadiri perkawinan selalu mengucap bismillahi let’s me go …

Sehabis Solat Ashar, ketika hendak mau pulang sambil mengenakan Baju Oto, sebuah kantong diatas puser terbuat dari kulit sintesis, rompi penahan angin dibalik jaket jean … datanglah pembantu penghulu melaporkan, bahwa orang yang hiteris didepan rumah yang sedang dikerumuni orang tadi, mengaku sebagai suaminya Suminah … @ ia punya bukti gak ? Buku Nikah atau Itsbat Nikah, kata Naib … diambillah berkas pemeriksaan tadi, formulir dari desa disebutkan status perawan juga KTP dan KK orang tuanya tertulis tidak kawin umur 22 jalan 23 Tahun…@ begini saja pak penghulu tolong sampaikan kepada orang tuanya ‘pengantin jangan berhubungan kelamin dulu’ , dan besok mereka bertiga -kedua pengantin dan pak Ruslanov- suruh datang ke KUA, kalau memang benar sudah menikah maka pernikahannya tadi pagi batal demi syara’

Waduh, sambil beristighfar, rasanya punya beban moral yang amat berat, sampai di rumah kopi hangat yang tersedia tak tersentuh, tarak-pantang minum air dingin memang sudah lama dijalani menghindar ngilu –penambah cepat rontok giginya- akhirnya hanya air-anta air sedikit hambar dari air PDAM yang telah direbus, shock pikiran tergoncang sambil merebahkan diri berkaoskan oblong, tanpa lepas celana dan kaos kaki, hanya gasper ikat pinggang yang melilit perut dikendorkan, tertidurlah pelan perlahan sambil menikmati dagdigdug hentakan jantung, ujung jari tangan dan kaki terasa semut merayap hingga panggkal lengan dan paha entah asam-urat entah kolesterol, tiga puluh menit sehabis azan maghrib terbangun, bukan langsung ke kamar mandi tapi termenung barang lima menit.

Kontak ke penghulu desa dan pak Ruslanov terjawab dari kejauhan, maaf diluar jangkauan layanan, terbayang akan peristiwa beberapa bulan yang sudah, kakak pengantin wanita menampar ayah kandungnya gara-gara pernikahan adiknya ditunda sebab tidak mau hadir dan datang sebagai Wali Nikah, yang ia tinggalkan, ia ceraikan ibu-mereka ketika mereka masih kanak-kanak, bahkan yang melerai kena amukan sang kakak hingga memar terhempas tebok, untung golok yang terselip di pinggang belum dihunus, akhirnya ijab qobul dapat dilaksanakan dengan suasana tegang, walau resepsi pernikahan telah berlangsung.

Datanglah Suminah, pak Ruslan didampingi penghulu desa tanpa kehadiran suami Suminah, karena Sapoan harus kembali kerja di Jakarta sehubungan cuti yang diajukankan baru akan keluar seminggu lagi, sambil ngomong basa-basi kesana kemari akhirnya naib menanyakan ke penghulu.

@ Pesan Naib kemarin sudah disampaikan ke pak Ruslanov ? kata Naib.

- Sudah, buktinya kita sudah dapat hadir disini.

@ Terus masalah hubungan keduanya tadi malam, bagaimana ?

- Juga sudah saya sampaikan agar mereka jangan bersanggama dulu, tapi kelihatannya

si Ning habis mandi basah, apakah mandi jinabah karena junub atau sedang cuci

rambut, saya gak tahu, dapat ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

= Kan sudah syah, kenapa harus disusruh jangan bersanggama dahulu, kata pak Ruslan

@ Penjelasan penghulu kemarin, katanya Ning Suminah sudah nikah dengan Abd Jalil ?

= Nikah apa ? kan saya ayahnya, saya masih hidup, sudah saya larang jangan nikah

dengan Jalil, dan Jalil sendiri pernah datang berdua kesini dan telah saya usir, eee tiga

hari sebelum pelaksanaan datang lagi kalau ia telah menikah dengan Suminah,

sedangkan kami sekeluarga tidak ada yang tahu dan mengetahui, paling akal bulus

Jalil dan suminah agar jangan dinikahkan dengan Sapoan.

@ Memang benar Ning Suminah telah menikah dengan Abd Jalil

+ Benar pak Naib, Suminah telah menikah dengan Abd Jalil

@ Kapan ?

+ Seminggu setelah ayah mengusir bang Jalil.

= Bang, bang ! kan sudah diberitahu bahwa perkawinanmu itu batal, atau kamu pura-

pura kawin dengannya agar gak jadi ayah kawinkan dengan Sapoan, buktinya gak

punya Buku Nikah, itu namanya kumpul kebo, bukan kumpul kucing yang banyak

diketahui orang

+ Benar kami telah menikah pak Naib.

= Terus walinya siapa ? kan ayah masih ada dan kakek kamu juga masih hidup

+ Tapi kan sudah memberitahu ayah, kalau kami mau menikah, tapi ayah selalu saja

tidak menyetjui Suminah dengan Bang Jalil .

= Bang, bang ! sudah dibilang nikah kamu itu batal, tidak syah … masih bilang bang

bang

+ Bang Jalil kan suami Suminah, kan pantas dan sopan kalau dipanggil Abang

@ Terus yang menikahkan siapa ?

+ Bapak KH Hidayatulloh, di Pesantren beliau

= Enak saja ! ngawinkan anak orang, saya kan walinya, kan saya tidak mengizinkan.

@ Bagaimana proses pernikahannya ?

+ Kami datang kerumah beliau berlima, Yayuk Rahayu, Hang, Jumadi dan bang Abd Jalil

= Bang, bang lagi ! jauh-jauh di kuliahkan ke Semarang agar suapaya pintar, belum jadi
sarjana eee pulang-pulang ngajarin orang tua, ter - la - lu, kata pak Ruslan yang

emosinya mulai naik

.....Koq ada Hang segala, Hang Tuah apa Hang Lekir, kata pembantu penghulu Syamsul

Islam, sedikit mendinginkan suasana

+ Hang Jebat, ya bukan lah yoo, Miharsono teman kami kuliah. - - Harsono saja koq dipanggil Hang

@ Terus bagaimana ?

+ Kami ceritahakan bahwa kedatangan kami ini bersilaturahmi, adapun tujuan

silaturahim, kami memohon kepada pak Kiyai untuk dapat menikahkan Suminah

dengan Abd jalil, itu yang ngomong Jumadi sebagai juru bicara, karena Jumadi

sudah biasa ber-audien ke rumah tokoh-tokoh dan pejabat, lagi pula ia salah seorang

aktivis di Universitas kami.

@ Yang jadi Wali Nikahnya siapa ?

- dar’ul mafasid khoirun au muqoddam min jalbi mashaolih

@ Tapi nyatanya malah jalbu mafasid

= Benar pak naib, nyatanya saya masih hidup

+ Tadi itu apa maksudnya, … bukan yang itu … tapi pak Kiyai … Saya dan Bang

Abdul Jalil disuruh meng-hakimkan pak Kiyai menjadi Wali Nikah kami

= Bang bang lagi, seperti Hakim Agung saja mengangkat Hakim

+ Katanya syah menurut agama, dan Suminah tidak sendiri, banyak teman-teman dan

senior Suminah mengambil jalan demikian.

= Jalan apa ? kan ayah masih hidup dan ayah masih dapat dihubungi

+ Kan sudah dihubungi tapi ayah tidak merestui

# maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka ( kawinilah) seorang

saja. QSA: 4; 3, kata penghulu Sofyan dari ruang sebelah.

@ Bukan begitu, ayat yang dibacakan penghulu Sofyan tadi ayat poligami, sedangkan kasus ini sudah masuk ke wilayah poliandri, sedangkan Islam mengharamkan poliandri. Semenjak ayat itu turun para sahabat Nabi Muhammad yang memiliki istri lebih dari empat ia ceraikan yang lain, hingga yang tinggal ada-empat. Lagi pula azas perkawinan di Negara kita monogami, dapat poligami akan tetapi harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Jika demikian sebagai penjelasan Ning Suminah, maka pernikahan Ning Suminah dengan Abdul Jalil ataupun dengan Sapoan saya nyatakan dua-duanya cacat hukum atau rusak, walaupun usia Ning sudah lebih 21 tahun karena status Ning yang perawan dan wali Mujbirnya –bapak & kakek, ayahnya bapak- masih dapat dihubungi, ke-cacat-an dengan Sapoan karena pak Ruslan tidak menyebutkan keadaan Ning yang sebenarnya

+ Saya gak terima pak Naib, justru bang Jalil yang syah jadi suami saya

= Tidak bisa Sapoan yang syah, Sapoan yang menantu Ayah

+ Bang Jalil juga

# ‘Terjadilah pertempuran yang seru saudara-saudara, antara Wang Yu dengan Low Lieh, mereka berdua sama-sama menggunakan sabuk sosrobahu memperebutkan cinta kasih Lie Pheng titisan Dewi Kwan Ing dari Alam Mayapada’ komenter penghulu Sofyan berlogatkan laporan pandangan mata pertandingan Sepak Bola antara kesebelasan Semarang dengan Pandeglang, antara Mahesa Jenar dengan Mahesa Geseng

* Dapat saja, Penghulu Sofyan menjadi reporter pandangan mata seperti Alwi Tike, memang Wang yu dan Low Lieh gak pernah baikan, setiap ketemu pasti adu otot, seperti Sukarno M Noor dan Kusno Sujarwadi dalam layar Bioskup, kata penghulu Machfud

# Dan yang jadi Bao merangkap anggota BSF pak Naib … semua yang hadir

diruangan Naib pada ketawa.

= Wong anak seperti Rukmini kog disamakan Lie Pheng

+ Kalau Minah Rukmini, maka ayah sama-percis seperti Sumantri

@ Memangnya kena apa ?

+ GENDUT, coba lihat pak Naib, gendut kan perutnya ! ?

= Ya sudah kamu Lesmono saja…

+ Memang Tessy apa !, orang begini pantasnya seperti Dewi Persik

@ Coba minta nomor HP Sapoan, pak Naib akan bicara denganya, dan tolong jangan padu/berdebat dulu, mari kita dengar bersama ????? terdengar bunyi panggilan dari HP Minah.

+ Ini bang Jalil memanggil …+++ aluuu sayy pa kabar ??? ,,,,, biasa yaaaang, sedang kangen niii +++ sabar dulu ya sayyyy, ini kebetulan Minah dan Ayah sedang di KUA ,,,,, ada apa yaaaaang +++ urusan kita bertiga; Minah, Abang dan Kang Po’an

= Masih saja panggil bang, bang, bang … urusan kamu berdua dengan Po’an … ayah tidak punya menantu Jalil

@ Ini Naib, yang menikahkan Suminah dengan Sapoan kemarin ,,,,, iya pak Naib @ benar nak Jalil telah menikah Wali Hakim dengan Suminah ,,,,, benar pak, Wali hakimnya KH Hidayatulloh di Semarang hampir dua bulan yang lalu …. @ begini nak Jalil, nak Jalil harus cepat-cepat mengitsbatkan syah/batalnya pernikahan ananda berdua dengan Suminah di Pengadilan Agama, dapat di-itsbatkan di Jakarta atau di Semarang, KTPnya penduduk mana ? ,,,,, Gandaria … @ daftarkan di Pengadilan Agama Jaksel dan mengajak dua orang saksi yang menyaksikan ,,,,, bukan Gandaria Mayestik pak, tapi Gandaria belakang Komplek Perumahan Karyawan Gobel … @ pak Naib kira Gandaria Taman Puring dekat UHAMKA, kalau begitu ke Depok atau ke Bogor, dan jangan lupa Miharsono dan Jumadi sebagai saksi ,,,,, Hang dan Jumadi masih di Semarang, yang ada Rohmat bin Nasir dan Joko bin Santoso, pas ketika acara ijab-qobul mereka berdua datang mendengar dan manyaksikan …….. HP diraih Suminah +++ tunggu 3-4 semester lagi bang setelah dapat S1, kan kita sepakat pernikahan kita akan kita catatkan setelah S1 ,,,,, iya sih, kebetulan Sabtu nanti abang akan ke Semarang hari Senin ke Kampus mengambil Ijazah +++ iya sayyy tapi hari Senin, Minah akan ke kampung Kang Po’an selama dua minggu sesuai cuti yang diberikan perusahaan Kang Po'an habis itu baru ke Semarang, sabar dulu ya sayyy daaa ….. @ bagaimana nak Jalil ,,,, nunggu Minah selesai kuliah S1-nya

= Ter--- la--- lu

@ Perlu diketahui Ning Suminah bahwa ‘perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahgia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa’

+ Lahirnya dengan Kang Sapoan bathinya dengan Bang Jalil ……

= è è è èè ter – la – lu ======.> ...berlanjut edisi 2

-mic-

Senin, 09 Maret 2009

Perkawinan Nabi Muhammad

Sudah lima batang rokok dihisap Naib Masud Chatim, teh manis dalam gelas didepannya tinggal beberapa sendok, ... Qasidah dan Nasyid berjalan terus silih berganti , seperti acara musik lagu bagi pendengar yang dipancar luaskan Radio Sawa stasiun Damascus Syiria, Pop Padang Pasir dan Pop Barat silih berganti

Penceramah Utama yang diundang dalam acara Hari Maulid Nabi Muhammad tersebut berhalangan dating, karena acara pertemuan Pimpinan Partai Politik dengan para Team Sukses dalam penyerahan seperangkat peralatan Laboratorium Biologi untuk Madrasah Aliyah Pesantren Anis Mustafa, yang juga terdapat Sekolah Perawat Kesehatan, bukan mencuri ancang-ancang kampanye, akan tetapi semua mobil dan motor yang hadir ditempeli Stiker Partainya.

KH Izzudin Abu Bakar Lc, yang diharapkan dapat menjadi pembicara utama Acara Maulid, termasuk salah seorang anggota team sukses, dan mendapat tugas membaca do’a pada acara itu. ….itulah kabar yang disampaikan kepada panitia, yang diterima oleh pembawa acara

… Naib dibisiki untuk menjadi salah seorang penceramah … di-iya-kan dengan kesanggupan sebagai penceramah pertama … dalam hati Naib berkata ‘gak punya persiapan bahan untuk ceramah Maulid, dan akan diisi materi Fikih Munakahat atau Perkawinan saja’

… Lurah yang diwakili Sekdes RW RT Ulama para Kasepuhan duduk dibarisan depan, baris kedua dibelakang Naib, duduklah Korokandas, Mad Kadut nama sebenarnya Ahmad Nurdin –tidak pernah mengenakan jelana panjang maupun pendek, kalau sedang santai paling-paling sarungnya dilipat dua sebatas dengkul/lutut- sebelah kirinya Slamet –dipanggil Drembel atau Belly ataupun Bell saja, karena rambutnya kribo halus seperti Ahmad Albar-, samping Mad Kadut, Mawardi dipanggil Landak karena rambutnya seperti ijuk.

… Acara dimulai … pembacaan alqur’an dimulai … Naib mematikan rokoknya yang diikuti RW dan RT disampingnya, sedangkan Sekdes memang bukan perokok tapi sedikit batuk dan kedip-kedip matanya kepedihan sebagai perokok pasip … surah alam taro kaifa dan li ila fi dibacakan oleh EuIis Mustafsiroh dan sari tilawah oleh Haslinda … Berkomentarlah Mawardi kok lagunya hanya Hijaz-Kur saja dan tangga lagunya qoror lagi, kok gak jawab-jawab, .... memang ada !??? Kur-dalam Islam itu bagus tapi kenapa hanya single ? , kata Kuro yang menurutnya bermaksud paduan suara, … kalau gak ngerti, gigi itu dikunci saja, kata Slamet. … Eulis melanjutkan surah ad Duha nanghomnya tetap pakai Hijaz-Kur-Qoror berqiro’atkan Warasy -Warasy Abu Sa’id Utsman bin Sa’id, salah seorang perowi yang ia terima dari Imam Nafi bin Naim- lidah Arab berdialekkan Libanon atau pesisir Laut Mediterian Timur … yang ini baru lagu Tanah Abang atau Kwitang, kata Kuro serius … bibir kamu tak UHU atau Powerglue, baru tahu rasa … orang baca alQur’an itu didengarkan, kata Slamet … tiba tiba teman Eulis memberi semangat alee alee alee … lha itu ! lalu Kuro ikut juga goo goo goo, ini baru pertandingan kata Kuro …itu bacaan salah satu qiroah sab’ah, menurut Imam Warasy, sedangkan yang banyak berlaku dinegara muslim adalah qiro’ah Hafaz, termasuk di Indonesia … bacaan diatas memang dibolehkan oleh Rasul. dan Rasulpun pernah bersabda bahwa ‘alQur’an diturunkan dalam tujuh huruf (dialek/lahjah orang-orang Arab)’ alHadits… yang dikenal dengan nama Qiroah-Sab’ah atau Qiro’ah Tujuh, aksaranya sama bunyinya tujuh macam, tiap Imam memiliki dua rowi maka bacaannya ada 14 bunyi bacaan

Sari tilawah di sajak-puisikan bagaikan syair yang dikutib dariAlqur’an terjemaham HB Yasin… Nabi Muhammad sendiri menyukai syair … syair yang amat disukai adalah syair dari Penyair ternama yang amat terkenal di era itu ‘Umayyahn bin Abi Ash-Shalt’ sebgaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dari Asy-Syarid ra, dia berkata : aku pernah dibonceng (barangkali dipunuk unta) oleh Rasululloh saw, kemudian beliau bertanya : apakah kau hapal sebagian syair Umayyah bib Abi Shalt ? … aku jawab ‘ya’ kata beliau ‘lantumkan !’ … maka aku melantumkannya satu bait. Kata beliau ‘lantumkan lagi !’ … akupun melantumkan lagi. Kata beliau ‘lantumkan lagi !’ … sehingga aku melantumkan lagi sampai seratus bait. HR Muslim

Memang boleh disoraki begitu, kata Wardi si rambut landak … bukan begitu,,,, maksudnya naikkan nadanya … pertama kali, di Era Muhammadong Qari legendaris Ujungpandang sorakan alee alee alee belum ada, sorakan alee alee alee berasal dari Mesir ketika Prancis menguasi Mesir, waktu ketika Tentara Prancis atau pekerja Prancis yang dikirim kesana, sedang main bola atau balap kuda sebagai olah raga atau obat kejenuhan, disemangati dengan sorakan allez allez allez yang ada kesamaan a’la a’la a’la yang atau Syur’a syur’a syur’a

artinya tinggikan tinggikan atau naikkan nadanya, populer di Indonesia pada dekade pertengahan pertengahan 70-an sehabis peristiwa Malari … kalau yang bacaan Betawi tadi ? itu bacaan imalah waktu itu ada kaum Muslimin dari Palestina membacakan demikian, kemudian didiamkan Rasulullah, hanya saja bagi nama yang sudah dikenal dalam lughot Arab seperti nama Musa Isa tidak boleh dibaca Mose Yse apalagi sampai ke pleset Moses atauYses maupun Ysos, kata Imam Nafi bin Na’im yang ia dengar dari Sahabat Rasul Palestinien itu

Acara berlanjut ; tiba saatnya Naib Masud CHATIM untuk menyampaikan ceramah .. dalam hati-Naib berkata ini baru Penceramah Dadakan, seperti acara Dangdut Dadakan … sebuah acara trasmormasi pengetahuan khususnya ilmu tarik suara, gerak dan expresi bagi penyanyi pemula … dicaci dipuji dikritikdiberi hadiah, bukan menjadi benci bahkan bersukur dalam hatinya, dengan ucapan terima kasih tuan … ilmu bermanfaat bagi- transformis seniornya … artis yang tak sengaja sebagai mubaligh-mubalighah, se-kata dua kata disampaikan kepada permirsa, kata populer yang sering terdengar ; assalamu’alaikum, bismillah, alhamdulillah, masya-Alloh, ya Alloh dll

….Terasa dagdigdug denyut jantung tak merata, telapak tangan-kaki keluar keringat dingin, pertanda kurang percaya diri penceramah dadakan, yang memang kurang bahan persiapan untuk itu … mulailah mensugesti dirinya seakan berhadapan dengan cermin wajah dirinya-sendiri … diulaslah apa yang telah dibacakan qoriah tadi kemudian disampaikan tentang keimanan, ketakwaan kepada Alloh dan muamalah atau hubungan sosial, dibacakan ayat alqur’an : Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Alloh, hari kemudian dan beramal sholeh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak(pula) mereka bersedih hati. QSA : 2 ;

=è=è=è=è=è=è=> begitu menginjak usia 25 tahun, melalui mak-jomlang, Khadijah melamar Muhammad yang disampaikan kepada pamannya Abi Tholib, waktu itu belum diangkat jadi Nabi dan Rasul, lamaran disampaikan kepada Muhammad … sedang mengail ulam tiba langsung ditelan, cakap lagi … diterimalah lamaran Khodijah…. dinikahkanlan Khadijah binti Khuwailid saudagarwati yang berstatus janda dua kali, beranak tiga, usia 40an dengan Muhammad lebin muda 15 tahunan, ganteng dan santun bin Abdullah keponakan Abi Tholib, dengan Maskawin 20 ekor onta setara 500 Dirham, dibayar kontan.

Perkawinannya dengan Muhammad sebagai perkawinan Khodijah yang seumur hidup, selama 23 tahun … setelah Khadijah wafat Nabi Muhammad kawin lagi jumlahnya 19 orang yang diketahui namanya 11 orang, yang delapan orang para sahabat-tabiin tidak ada yang meriwayatkan nama mereka tapi para Sahabat melihat orangnya, ada janda ada perawan dari anak-anak sampai nenek-nenek, ada wanita-merdeka ada pula wanita-tertindas yang lazim disebut wanita-budak, ada yang beragama Islam, Kristen Yahudi adapula yang tidak diketahui agamanya, sebagian besar setelah menjadi istri nabi mereka Muslimah sebahagian lagi tidak

… Dengan demikian, kata Masud CHATIM ; Lelaki Muslim dapat menikahi Non-Muslimah … bahkan tidak hanya Nabi Muhammad para Sahabatpun banyak yang menikahi Ahli Kitab …para Sahabat ada yang memilki istri jumlahnya kur-kuran antara 21sd. 29 orang … ada yang hanya beristri satu … banyak juga yang jomlo tidak beristri. dan Imam Syafii menghalalkan dengan Ahlal Kitab … ada juga Ulama yang tidak menghalalkan … Setelah turun ayat 3 surah anNisa QSA : 4 :3, para Sahabat yang memiliki istri lebih dari empat, diceraikanlah mereka dan hanya empat yang jadi istrinya, … tapi bukan untuk Nabi Muhammad, setelah Nabi wafat Janda Nabi yang disebut Ummul Mukminin tidak ada yang kawin lagi termasuk Aisyah binti Abu Bakar yang telah memasukuki usia Remaja.

…. Namun sebagai Penghulu maupun Naib ia tidak mau mencatat perkawinan beda agama karena di KUA Kecamatan hanya menerima pendaftaran perkawinan yang Calon Suami-Istri sama-sama beragam Islam.

…. Selanjutnya ia membaca alQur’an ‘Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sesembelihan) orang-orang yang diberi alKitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi alKitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar Maskawin mereka dengan maksud menikahi, tidak maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya sebgai gundik-gundik. Barang siapa yang kafir setelah beriman (tidak menerima hukum hukum Islam) maka hapuslah amalan-amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi. QSA : 5 ;5’ dilanjutkan lagi …

‘Mereka itu tidak sama ; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Alloh pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud… Mereka beriman kepada Alloh dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan ; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh’ QSA : 3 ; 113 & 114

Sodaqollohu-l-’Adziim, selanjutnya Mic saya serahkan kepada pembawa acara, kesalahan-kekurangan mohon dibenarkan dan dimaafkan, kepada Alloh SWT pembicara mohon hidayah dan ampun-Nya

… Minuman makanan dikeluarkan, sambil menunggu pembicara inti, Qasidah dan Nasyid menyanyikan lagu Suasana di Kota Santri dan Syeh Ahmad Yasin, lagu romantis sentimentil dan patriotism RISMA lingkungan Masjid dan Pesantren, yang sama romantis dan pengobar semangat patriotismnya lagu Sepasang Mata Bola dan halo-Halo Bandung.

Gelas kosong diletak Aisyah dihadapan tamu deretan depan, Maida yang membawa nampan berisi gelas kosong matanya melirik ke Mad Kadut, Sahdi, Sos TU Pesantren mengabadikan pengunjung denganHandycam, sementara Rike dan Juju meletakkan kue-ringan dan buah-buahan yang dapat dijangkau tiga orang … Nasyid dilantumkan diikuti pemuda-pemudi penuh semangat seperti gembira menyanyikan lagu ‘sorak-sorak bergembira’

… setelah menikmati beberapa biji buah anggur dan kelengkenng, berdirilah Naib Masud CHATIM dan Sekdes Carik Faisol mendekati pembawa acara untuk permisi … baru dua langkah menyeberang meja, Kurokandas memanggil Esti Maida .. Da Ida…. Mata yang hadir tertuju Maida … dengan cekatan diangkatlah kursi bekas tempat duduk Naib … diambillah keranjang parcel berisi buah-buahan sambil teriak … da yang ini untuk Amin ya … dengan sedikit malu, mengangguklah Maida ……Ro, solidaritas dong !!! dimakanlah sekeranjang buah-buahan jeruk-anggur-kelengkeng bersama tiga temannya … pitar kau promosi Ro kata Mad Kadut… RT yang berkehendak mengambi sebuah, apa daya tak kesampaian, sambil berkata 'ter--la--lu' ===> dari kejahuhan mendung gelap,, bedug ditabuh saling bersautan pertanda ada bahaya topan angin puting beliung mendekat .... panik pontang panting menuju sawah atau tegal berlindung diantara galengan , ada juga yang masuk parit irigasi ......

-mic-