Senin, 09 Maret 2009

Perkawinan Nabi Muhammad

Sudah lima batang rokok dihisap Naib Masud Chatim, teh manis dalam gelas didepannya tinggal beberapa sendok, ... Qasidah dan Nasyid berjalan terus silih berganti , seperti acara musik lagu bagi pendengar yang dipancar luaskan Radio Sawa stasiun Damascus Syiria, Pop Padang Pasir dan Pop Barat silih berganti

Penceramah Utama yang diundang dalam acara Hari Maulid Nabi Muhammad tersebut berhalangan dating, karena acara pertemuan Pimpinan Partai Politik dengan para Team Sukses dalam penyerahan seperangkat peralatan Laboratorium Biologi untuk Madrasah Aliyah Pesantren Anis Mustafa, yang juga terdapat Sekolah Perawat Kesehatan, bukan mencuri ancang-ancang kampanye, akan tetapi semua mobil dan motor yang hadir ditempeli Stiker Partainya.

KH Izzudin Abu Bakar Lc, yang diharapkan dapat menjadi pembicara utama Acara Maulid, termasuk salah seorang anggota team sukses, dan mendapat tugas membaca do’a pada acara itu. ….itulah kabar yang disampaikan kepada panitia, yang diterima oleh pembawa acara

… Naib dibisiki untuk menjadi salah seorang penceramah … di-iya-kan dengan kesanggupan sebagai penceramah pertama … dalam hati Naib berkata ‘gak punya persiapan bahan untuk ceramah Maulid, dan akan diisi materi Fikih Munakahat atau Perkawinan saja’

… Lurah yang diwakili Sekdes RW RT Ulama para Kasepuhan duduk dibarisan depan, baris kedua dibelakang Naib, duduklah Korokandas, Mad Kadut nama sebenarnya Ahmad Nurdin –tidak pernah mengenakan jelana panjang maupun pendek, kalau sedang santai paling-paling sarungnya dilipat dua sebatas dengkul/lutut- sebelah kirinya Slamet –dipanggil Drembel atau Belly ataupun Bell saja, karena rambutnya kribo halus seperti Ahmad Albar-, samping Mad Kadut, Mawardi dipanggil Landak karena rambutnya seperti ijuk.

… Acara dimulai … pembacaan alqur’an dimulai … Naib mematikan rokoknya yang diikuti RW dan RT disampingnya, sedangkan Sekdes memang bukan perokok tapi sedikit batuk dan kedip-kedip matanya kepedihan sebagai perokok pasip … surah alam taro kaifa dan li ila fi dibacakan oleh EuIis Mustafsiroh dan sari tilawah oleh Haslinda … Berkomentarlah Mawardi kok lagunya hanya Hijaz-Kur saja dan tangga lagunya qoror lagi, kok gak jawab-jawab, .... memang ada !??? Kur-dalam Islam itu bagus tapi kenapa hanya single ? , kata Kuro yang menurutnya bermaksud paduan suara, … kalau gak ngerti, gigi itu dikunci saja, kata Slamet. … Eulis melanjutkan surah ad Duha nanghomnya tetap pakai Hijaz-Kur-Qoror berqiro’atkan Warasy -Warasy Abu Sa’id Utsman bin Sa’id, salah seorang perowi yang ia terima dari Imam Nafi bin Naim- lidah Arab berdialekkan Libanon atau pesisir Laut Mediterian Timur … yang ini baru lagu Tanah Abang atau Kwitang, kata Kuro serius … bibir kamu tak UHU atau Powerglue, baru tahu rasa … orang baca alQur’an itu didengarkan, kata Slamet … tiba tiba teman Eulis memberi semangat alee alee alee … lha itu ! lalu Kuro ikut juga goo goo goo, ini baru pertandingan kata Kuro …itu bacaan salah satu qiroah sab’ah, menurut Imam Warasy, sedangkan yang banyak berlaku dinegara muslim adalah qiro’ah Hafaz, termasuk di Indonesia … bacaan diatas memang dibolehkan oleh Rasul. dan Rasulpun pernah bersabda bahwa ‘alQur’an diturunkan dalam tujuh huruf (dialek/lahjah orang-orang Arab)’ alHadits… yang dikenal dengan nama Qiroah-Sab’ah atau Qiro’ah Tujuh, aksaranya sama bunyinya tujuh macam, tiap Imam memiliki dua rowi maka bacaannya ada 14 bunyi bacaan

Sari tilawah di sajak-puisikan bagaikan syair yang dikutib dariAlqur’an terjemaham HB Yasin… Nabi Muhammad sendiri menyukai syair … syair yang amat disukai adalah syair dari Penyair ternama yang amat terkenal di era itu ‘Umayyahn bin Abi Ash-Shalt’ sebgaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dari Asy-Syarid ra, dia berkata : aku pernah dibonceng (barangkali dipunuk unta) oleh Rasululloh saw, kemudian beliau bertanya : apakah kau hapal sebagian syair Umayyah bib Abi Shalt ? … aku jawab ‘ya’ kata beliau ‘lantumkan !’ … maka aku melantumkannya satu bait. Kata beliau ‘lantumkan lagi !’ … akupun melantumkan lagi. Kata beliau ‘lantumkan lagi !’ … sehingga aku melantumkan lagi sampai seratus bait. HR Muslim

Memang boleh disoraki begitu, kata Wardi si rambut landak … bukan begitu,,,, maksudnya naikkan nadanya … pertama kali, di Era Muhammadong Qari legendaris Ujungpandang sorakan alee alee alee belum ada, sorakan alee alee alee berasal dari Mesir ketika Prancis menguasi Mesir, waktu ketika Tentara Prancis atau pekerja Prancis yang dikirim kesana, sedang main bola atau balap kuda sebagai olah raga atau obat kejenuhan, disemangati dengan sorakan allez allez allez yang ada kesamaan a’la a’la a’la yang atau Syur’a syur’a syur’a

artinya tinggikan tinggikan atau naikkan nadanya, populer di Indonesia pada dekade pertengahan pertengahan 70-an sehabis peristiwa Malari … kalau yang bacaan Betawi tadi ? itu bacaan imalah waktu itu ada kaum Muslimin dari Palestina membacakan demikian, kemudian didiamkan Rasulullah, hanya saja bagi nama yang sudah dikenal dalam lughot Arab seperti nama Musa Isa tidak boleh dibaca Mose Yse apalagi sampai ke pleset Moses atauYses maupun Ysos, kata Imam Nafi bin Na’im yang ia dengar dari Sahabat Rasul Palestinien itu

Acara berlanjut ; tiba saatnya Naib Masud CHATIM untuk menyampaikan ceramah .. dalam hati-Naib berkata ini baru Penceramah Dadakan, seperti acara Dangdut Dadakan … sebuah acara trasmormasi pengetahuan khususnya ilmu tarik suara, gerak dan expresi bagi penyanyi pemula … dicaci dipuji dikritikdiberi hadiah, bukan menjadi benci bahkan bersukur dalam hatinya, dengan ucapan terima kasih tuan … ilmu bermanfaat bagi- transformis seniornya … artis yang tak sengaja sebagai mubaligh-mubalighah, se-kata dua kata disampaikan kepada permirsa, kata populer yang sering terdengar ; assalamu’alaikum, bismillah, alhamdulillah, masya-Alloh, ya Alloh dll

….Terasa dagdigdug denyut jantung tak merata, telapak tangan-kaki keluar keringat dingin, pertanda kurang percaya diri penceramah dadakan, yang memang kurang bahan persiapan untuk itu … mulailah mensugesti dirinya seakan berhadapan dengan cermin wajah dirinya-sendiri … diulaslah apa yang telah dibacakan qoriah tadi kemudian disampaikan tentang keimanan, ketakwaan kepada Alloh dan muamalah atau hubungan sosial, dibacakan ayat alqur’an : Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Alloh, hari kemudian dan beramal sholeh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak(pula) mereka bersedih hati. QSA : 2 ;

=è=è=è=è=è=è=> begitu menginjak usia 25 tahun, melalui mak-jomlang, Khadijah melamar Muhammad yang disampaikan kepada pamannya Abi Tholib, waktu itu belum diangkat jadi Nabi dan Rasul, lamaran disampaikan kepada Muhammad … sedang mengail ulam tiba langsung ditelan, cakap lagi … diterimalah lamaran Khodijah…. dinikahkanlan Khadijah binti Khuwailid saudagarwati yang berstatus janda dua kali, beranak tiga, usia 40an dengan Muhammad lebin muda 15 tahunan, ganteng dan santun bin Abdullah keponakan Abi Tholib, dengan Maskawin 20 ekor onta setara 500 Dirham, dibayar kontan.

Perkawinannya dengan Muhammad sebagai perkawinan Khodijah yang seumur hidup, selama 23 tahun … setelah Khadijah wafat Nabi Muhammad kawin lagi jumlahnya 19 orang yang diketahui namanya 11 orang, yang delapan orang para sahabat-tabiin tidak ada yang meriwayatkan nama mereka tapi para Sahabat melihat orangnya, ada janda ada perawan dari anak-anak sampai nenek-nenek, ada wanita-merdeka ada pula wanita-tertindas yang lazim disebut wanita-budak, ada yang beragama Islam, Kristen Yahudi adapula yang tidak diketahui agamanya, sebagian besar setelah menjadi istri nabi mereka Muslimah sebahagian lagi tidak

… Dengan demikian, kata Masud CHATIM ; Lelaki Muslim dapat menikahi Non-Muslimah … bahkan tidak hanya Nabi Muhammad para Sahabatpun banyak yang menikahi Ahli Kitab …para Sahabat ada yang memilki istri jumlahnya kur-kuran antara 21sd. 29 orang … ada yang hanya beristri satu … banyak juga yang jomlo tidak beristri. dan Imam Syafii menghalalkan dengan Ahlal Kitab … ada juga Ulama yang tidak menghalalkan … Setelah turun ayat 3 surah anNisa QSA : 4 :3, para Sahabat yang memiliki istri lebih dari empat, diceraikanlah mereka dan hanya empat yang jadi istrinya, … tapi bukan untuk Nabi Muhammad, setelah Nabi wafat Janda Nabi yang disebut Ummul Mukminin tidak ada yang kawin lagi termasuk Aisyah binti Abu Bakar yang telah memasukuki usia Remaja.

…. Namun sebagai Penghulu maupun Naib ia tidak mau mencatat perkawinan beda agama karena di KUA Kecamatan hanya menerima pendaftaran perkawinan yang Calon Suami-Istri sama-sama beragam Islam.

…. Selanjutnya ia membaca alQur’an ‘Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sesembelihan) orang-orang yang diberi alKitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi alKitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar Maskawin mereka dengan maksud menikahi, tidak maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya sebgai gundik-gundik. Barang siapa yang kafir setelah beriman (tidak menerima hukum hukum Islam) maka hapuslah amalan-amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi. QSA : 5 ;5’ dilanjutkan lagi …

‘Mereka itu tidak sama ; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Alloh pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud… Mereka beriman kepada Alloh dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan ; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh’ QSA : 3 ; 113 & 114

Sodaqollohu-l-’Adziim, selanjutnya Mic saya serahkan kepada pembawa acara, kesalahan-kekurangan mohon dibenarkan dan dimaafkan, kepada Alloh SWT pembicara mohon hidayah dan ampun-Nya

… Minuman makanan dikeluarkan, sambil menunggu pembicara inti, Qasidah dan Nasyid menyanyikan lagu Suasana di Kota Santri dan Syeh Ahmad Yasin, lagu romantis sentimentil dan patriotism RISMA lingkungan Masjid dan Pesantren, yang sama romantis dan pengobar semangat patriotismnya lagu Sepasang Mata Bola dan halo-Halo Bandung.

Gelas kosong diletak Aisyah dihadapan tamu deretan depan, Maida yang membawa nampan berisi gelas kosong matanya melirik ke Mad Kadut, Sahdi, Sos TU Pesantren mengabadikan pengunjung denganHandycam, sementara Rike dan Juju meletakkan kue-ringan dan buah-buahan yang dapat dijangkau tiga orang … Nasyid dilantumkan diikuti pemuda-pemudi penuh semangat seperti gembira menyanyikan lagu ‘sorak-sorak bergembira’

… setelah menikmati beberapa biji buah anggur dan kelengkenng, berdirilah Naib Masud CHATIM dan Sekdes Carik Faisol mendekati pembawa acara untuk permisi … baru dua langkah menyeberang meja, Kurokandas memanggil Esti Maida .. Da Ida…. Mata yang hadir tertuju Maida … dengan cekatan diangkatlah kursi bekas tempat duduk Naib … diambillah keranjang parcel berisi buah-buahan sambil teriak … da yang ini untuk Amin ya … dengan sedikit malu, mengangguklah Maida ……Ro, solidaritas dong !!! dimakanlah sekeranjang buah-buahan jeruk-anggur-kelengkeng bersama tiga temannya … pitar kau promosi Ro kata Mad Kadut… RT yang berkehendak mengambi sebuah, apa daya tak kesampaian, sambil berkata 'ter--la--lu' ===> dari kejahuhan mendung gelap,, bedug ditabuh saling bersautan pertanda ada bahaya topan angin puting beliung mendekat .... panik pontang panting menuju sawah atau tegal berlindung diantara galengan , ada juga yang masuk parit irigasi ......

-mic-


Tidak ada komentar: