Jumat, 13 Maret 2009

Poliandri Islamy

......Saya terima nikah dan kawinnya Suminah Binti Ruslanov dengan Maskawin satu juta rupiah kontan .... qobul yang diucapkan Sapoan .... dinyatakan bagus dan syah oleh kedua orang saksi dan Penghulu Kecamatan .... sementara diluar terdengar .... jangan sampai lepas ! jangan sampai lepas ! bawa saja kerumah sebelah .... aku tidak terima ! Suminah istrikuuuu ....

Setelah Ijab-Qobul kemudian dibacalah Sighot Taklik, yang oleh komunitas santri menyebutnya Taklik-Talak. … Sesudah akad nikah dan seterusnya selanjutnya … ‘saya membaca Sighot Taklik, sebagaimana yang terdapat pada Teks Sighot Taklik yang telah di Syahkan oleh Menteri Agama RI, demikian janji saya’

Wah singhotnya padat kata salah seorang yang hadir ... tiba-tiba mendekatlah Agus Teguh dari dalam rumah, membisikkan ke telinga Naib, kunci motornya Pak diluar banyak tamu berdatangan biar motornya mudah untuk dikeluarkan … acara berlanjut sampai selesai dan menikmati hidangan ringan, hidangann berat akan disajikan dua jam setelahnya, sehabis pengantin di rias dan ganti pakaian busana muslim-muslimah ke pakaian adat, ini biasanya kalau acara berlanjut hingga malam, … 2 hingga 3 macam busana bergantian, termasuk busana nasional dan barat.

Gus Teguh mendekati dan membisikkan ke telinga Naib, ‘Naib jangan lewat depan, banyak tamu dan kendaraan, jalannya tertutup, motornya ada di lorong sebelah rumah’ … Naib permisi, namun oleh salah seorang keluarga disuruh ke dalam lewat pintu samping dapur, tak jauh dari pintu dapur itulah motornya ditaruh Gus Teguh … sambil bertanya kepada yang mengantar ‘ada apa kok ramai ?’ ada orang edan kumat dan ngamuk ! ada orang gila yang sedang kambuh dan mengamuk, kata Pamuji yang mengantar …

Wah, ini baru dari rakyat untuk rakyat, kata penghulu Sofyan Amin, BcQ yang baru seminggu alih tugas dari kecamatan lain, dengan demikian ada tiga penghulu disini … disambutlah asyoi atau kresek yang penuh berkat dan kue ‘min haisu la yahtasib’ rejeki yang takterduga, kata penghulu yang katanya abituren PPUAN angkatan terakhir yang terlikwidasi bersama PGA, PHIN dan SPIAIN dimerger menjadi-satu dengan MAN, termasuk Ijazah SLA-nya dilegalisir oleh Kepala MAN, ia lebih bangga menggunakan gelar Sarmudnya dari pada SAg Sarlengnya, yang katanya -dengan bahasa kelakar- pernah kuliah di British UK, di The Queen College se kelas dengan Cat Stevens, katanya ... mulai propedus, candidat hingga bacalaureat dari College of the Queen, sarjana muda the Queen yang gak mau disebut sarjana UIN, setiap akan bekerja atau menghadiri perkawinan selalu mengucap bismillahi let’s me go …

Sehabis Solat Ashar, ketika hendak mau pulang sambil mengenakan Baju Oto, sebuah kantong diatas puser terbuat dari kulit sintesis, rompi penahan angin dibalik jaket jean … datanglah pembantu penghulu melaporkan, bahwa orang yang hiteris didepan rumah yang sedang dikerumuni orang tadi, mengaku sebagai suaminya Suminah … @ ia punya bukti gak ? Buku Nikah atau Itsbat Nikah, kata Naib … diambillah berkas pemeriksaan tadi, formulir dari desa disebutkan status perawan juga KTP dan KK orang tuanya tertulis tidak kawin umur 22 jalan 23 Tahun…@ begini saja pak penghulu tolong sampaikan kepada orang tuanya ‘pengantin jangan berhubungan kelamin dulu’ , dan besok mereka bertiga -kedua pengantin dan pak Ruslanov- suruh datang ke KUA, kalau memang benar sudah menikah maka pernikahannya tadi pagi batal demi syara’

Waduh, sambil beristighfar, rasanya punya beban moral yang amat berat, sampai di rumah kopi hangat yang tersedia tak tersentuh, tarak-pantang minum air dingin memang sudah lama dijalani menghindar ngilu –penambah cepat rontok giginya- akhirnya hanya air-anta air sedikit hambar dari air PDAM yang telah direbus, shock pikiran tergoncang sambil merebahkan diri berkaoskan oblong, tanpa lepas celana dan kaos kaki, hanya gasper ikat pinggang yang melilit perut dikendorkan, tertidurlah pelan perlahan sambil menikmati dagdigdug hentakan jantung, ujung jari tangan dan kaki terasa semut merayap hingga panggkal lengan dan paha entah asam-urat entah kolesterol, tiga puluh menit sehabis azan maghrib terbangun, bukan langsung ke kamar mandi tapi termenung barang lima menit.

Kontak ke penghulu desa dan pak Ruslanov terjawab dari kejauhan, maaf diluar jangkauan layanan, terbayang akan peristiwa beberapa bulan yang sudah, kakak pengantin wanita menampar ayah kandungnya gara-gara pernikahan adiknya ditunda sebab tidak mau hadir dan datang sebagai Wali Nikah, yang ia tinggalkan, ia ceraikan ibu-mereka ketika mereka masih kanak-kanak, bahkan yang melerai kena amukan sang kakak hingga memar terhempas tebok, untung golok yang terselip di pinggang belum dihunus, akhirnya ijab qobul dapat dilaksanakan dengan suasana tegang, walau resepsi pernikahan telah berlangsung.

Datanglah Suminah, pak Ruslan didampingi penghulu desa tanpa kehadiran suami Suminah, karena Sapoan harus kembali kerja di Jakarta sehubungan cuti yang diajukankan baru akan keluar seminggu lagi, sambil ngomong basa-basi kesana kemari akhirnya naib menanyakan ke penghulu.

@ Pesan Naib kemarin sudah disampaikan ke pak Ruslanov ? kata Naib.

- Sudah, buktinya kita sudah dapat hadir disini.

@ Terus masalah hubungan keduanya tadi malam, bagaimana ?

- Juga sudah saya sampaikan agar mereka jangan bersanggama dulu, tapi kelihatannya

si Ning habis mandi basah, apakah mandi jinabah karena junub atau sedang cuci

rambut, saya gak tahu, dapat ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

= Kan sudah syah, kenapa harus disusruh jangan bersanggama dahulu, kata pak Ruslan

@ Penjelasan penghulu kemarin, katanya Ning Suminah sudah nikah dengan Abd Jalil ?

= Nikah apa ? kan saya ayahnya, saya masih hidup, sudah saya larang jangan nikah

dengan Jalil, dan Jalil sendiri pernah datang berdua kesini dan telah saya usir, eee tiga

hari sebelum pelaksanaan datang lagi kalau ia telah menikah dengan Suminah,

sedangkan kami sekeluarga tidak ada yang tahu dan mengetahui, paling akal bulus

Jalil dan suminah agar jangan dinikahkan dengan Sapoan.

@ Memang benar Ning Suminah telah menikah dengan Abd Jalil

+ Benar pak Naib, Suminah telah menikah dengan Abd Jalil

@ Kapan ?

+ Seminggu setelah ayah mengusir bang Jalil.

= Bang, bang ! kan sudah diberitahu bahwa perkawinanmu itu batal, atau kamu pura-

pura kawin dengannya agar gak jadi ayah kawinkan dengan Sapoan, buktinya gak

punya Buku Nikah, itu namanya kumpul kebo, bukan kumpul kucing yang banyak

diketahui orang

+ Benar kami telah menikah pak Naib.

= Terus walinya siapa ? kan ayah masih ada dan kakek kamu juga masih hidup

+ Tapi kan sudah memberitahu ayah, kalau kami mau menikah, tapi ayah selalu saja

tidak menyetjui Suminah dengan Bang Jalil .

= Bang, bang ! sudah dibilang nikah kamu itu batal, tidak syah … masih bilang bang

bang

+ Bang Jalil kan suami Suminah, kan pantas dan sopan kalau dipanggil Abang

@ Terus yang menikahkan siapa ?

+ Bapak KH Hidayatulloh, di Pesantren beliau

= Enak saja ! ngawinkan anak orang, saya kan walinya, kan saya tidak mengizinkan.

@ Bagaimana proses pernikahannya ?

+ Kami datang kerumah beliau berlima, Yayuk Rahayu, Hang, Jumadi dan bang Abd Jalil

= Bang, bang lagi ! jauh-jauh di kuliahkan ke Semarang agar suapaya pintar, belum jadi
sarjana eee pulang-pulang ngajarin orang tua, ter - la - lu, kata pak Ruslan yang

emosinya mulai naik

.....Koq ada Hang segala, Hang Tuah apa Hang Lekir, kata pembantu penghulu Syamsul

Islam, sedikit mendinginkan suasana

+ Hang Jebat, ya bukan lah yoo, Miharsono teman kami kuliah. - - Harsono saja koq dipanggil Hang

@ Terus bagaimana ?

+ Kami ceritahakan bahwa kedatangan kami ini bersilaturahmi, adapun tujuan

silaturahim, kami memohon kepada pak Kiyai untuk dapat menikahkan Suminah

dengan Abd jalil, itu yang ngomong Jumadi sebagai juru bicara, karena Jumadi

sudah biasa ber-audien ke rumah tokoh-tokoh dan pejabat, lagi pula ia salah seorang

aktivis di Universitas kami.

@ Yang jadi Wali Nikahnya siapa ?

- dar’ul mafasid khoirun au muqoddam min jalbi mashaolih

@ Tapi nyatanya malah jalbu mafasid

= Benar pak naib, nyatanya saya masih hidup

+ Tadi itu apa maksudnya, … bukan yang itu … tapi pak Kiyai … Saya dan Bang

Abdul Jalil disuruh meng-hakimkan pak Kiyai menjadi Wali Nikah kami

= Bang bang lagi, seperti Hakim Agung saja mengangkat Hakim

+ Katanya syah menurut agama, dan Suminah tidak sendiri, banyak teman-teman dan

senior Suminah mengambil jalan demikian.

= Jalan apa ? kan ayah masih hidup dan ayah masih dapat dihubungi

+ Kan sudah dihubungi tapi ayah tidak merestui

# maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka ( kawinilah) seorang

saja. QSA: 4; 3, kata penghulu Sofyan dari ruang sebelah.

@ Bukan begitu, ayat yang dibacakan penghulu Sofyan tadi ayat poligami, sedangkan kasus ini sudah masuk ke wilayah poliandri, sedangkan Islam mengharamkan poliandri. Semenjak ayat itu turun para sahabat Nabi Muhammad yang memiliki istri lebih dari empat ia ceraikan yang lain, hingga yang tinggal ada-empat. Lagi pula azas perkawinan di Negara kita monogami, dapat poligami akan tetapi harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Jika demikian sebagai penjelasan Ning Suminah, maka pernikahan Ning Suminah dengan Abdul Jalil ataupun dengan Sapoan saya nyatakan dua-duanya cacat hukum atau rusak, walaupun usia Ning sudah lebih 21 tahun karena status Ning yang perawan dan wali Mujbirnya –bapak & kakek, ayahnya bapak- masih dapat dihubungi, ke-cacat-an dengan Sapoan karena pak Ruslan tidak menyebutkan keadaan Ning yang sebenarnya

+ Saya gak terima pak Naib, justru bang Jalil yang syah jadi suami saya

= Tidak bisa Sapoan yang syah, Sapoan yang menantu Ayah

+ Bang Jalil juga

# ‘Terjadilah pertempuran yang seru saudara-saudara, antara Wang Yu dengan Low Lieh, mereka berdua sama-sama menggunakan sabuk sosrobahu memperebutkan cinta kasih Lie Pheng titisan Dewi Kwan Ing dari Alam Mayapada’ komenter penghulu Sofyan berlogatkan laporan pandangan mata pertandingan Sepak Bola antara kesebelasan Semarang dengan Pandeglang, antara Mahesa Jenar dengan Mahesa Geseng

* Dapat saja, Penghulu Sofyan menjadi reporter pandangan mata seperti Alwi Tike, memang Wang yu dan Low Lieh gak pernah baikan, setiap ketemu pasti adu otot, seperti Sukarno M Noor dan Kusno Sujarwadi dalam layar Bioskup, kata penghulu Machfud

# Dan yang jadi Bao merangkap anggota BSF pak Naib … semua yang hadir

diruangan Naib pada ketawa.

= Wong anak seperti Rukmini kog disamakan Lie Pheng

+ Kalau Minah Rukmini, maka ayah sama-percis seperti Sumantri

@ Memangnya kena apa ?

+ GENDUT, coba lihat pak Naib, gendut kan perutnya ! ?

= Ya sudah kamu Lesmono saja…

+ Memang Tessy apa !, orang begini pantasnya seperti Dewi Persik

@ Coba minta nomor HP Sapoan, pak Naib akan bicara denganya, dan tolong jangan padu/berdebat dulu, mari kita dengar bersama ????? terdengar bunyi panggilan dari HP Minah.

+ Ini bang Jalil memanggil …+++ aluuu sayy pa kabar ??? ,,,,, biasa yaaaang, sedang kangen niii +++ sabar dulu ya sayyyy, ini kebetulan Minah dan Ayah sedang di KUA ,,,,, ada apa yaaaaang +++ urusan kita bertiga; Minah, Abang dan Kang Po’an

= Masih saja panggil bang, bang, bang … urusan kamu berdua dengan Po’an … ayah tidak punya menantu Jalil

@ Ini Naib, yang menikahkan Suminah dengan Sapoan kemarin ,,,,, iya pak Naib @ benar nak Jalil telah menikah Wali Hakim dengan Suminah ,,,,, benar pak, Wali hakimnya KH Hidayatulloh di Semarang hampir dua bulan yang lalu …. @ begini nak Jalil, nak Jalil harus cepat-cepat mengitsbatkan syah/batalnya pernikahan ananda berdua dengan Suminah di Pengadilan Agama, dapat di-itsbatkan di Jakarta atau di Semarang, KTPnya penduduk mana ? ,,,,, Gandaria … @ daftarkan di Pengadilan Agama Jaksel dan mengajak dua orang saksi yang menyaksikan ,,,,, bukan Gandaria Mayestik pak, tapi Gandaria belakang Komplek Perumahan Karyawan Gobel … @ pak Naib kira Gandaria Taman Puring dekat UHAMKA, kalau begitu ke Depok atau ke Bogor, dan jangan lupa Miharsono dan Jumadi sebagai saksi ,,,,, Hang dan Jumadi masih di Semarang, yang ada Rohmat bin Nasir dan Joko bin Santoso, pas ketika acara ijab-qobul mereka berdua datang mendengar dan manyaksikan …….. HP diraih Suminah +++ tunggu 3-4 semester lagi bang setelah dapat S1, kan kita sepakat pernikahan kita akan kita catatkan setelah S1 ,,,,, iya sih, kebetulan Sabtu nanti abang akan ke Semarang hari Senin ke Kampus mengambil Ijazah +++ iya sayyy tapi hari Senin, Minah akan ke kampung Kang Po’an selama dua minggu sesuai cuti yang diberikan perusahaan Kang Po'an habis itu baru ke Semarang, sabar dulu ya sayyy daaa ….. @ bagaimana nak Jalil ,,,, nunggu Minah selesai kuliah S1-nya

= Ter--- la--- lu

@ Perlu diketahui Ning Suminah bahwa ‘perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahgia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa’

+ Lahirnya dengan Kang Sapoan bathinya dengan Bang Jalil ……

= è è è èè ter – la – lu ======.> ...berlanjut edisi 2

-mic-

Tidak ada komentar: