Senin, 05 Januari 2009

Yahudi Berbeda Dengan Isroil

Yahudi Berbeda Dengan Isroil

Biasa, pamgkalan Ojek tepian gerbang tol tempat mangkalnya tukang ojek menunggu penumpang berderet antrian motor menunggu giliran untuk mebawa penumpang, juga datang beberapa ojek membawa penumpang dari berbagai arah. Memang simpang tol tersebut merupakan terminal bayangan bagi Bus atau angutan tak resmi menacari penumpang, atau sengaja berhenti disitu untuk menunggu penumpang.

Aku waktu itu sedang menunggu penumpang, khususnya menanti dan pelanggan istimewaku, Tuti istri tercinta khususnya, lagi pula antrian sore itu cukup panjang sekitar 20 sampai denga 30 motor siap ngantri. Bahrunpun demikian, mereka dan kawan-konconya yang lain dua-tiga-empat orang duduk di pagar pembatas jalan, ada juga yang ngobrol sambil ngopi di-amben warung minuman ringan milik pengecer koran. Aku dan Bahrun sedang asyik minum kopi sambil menikamati gambar, judul koran, sampul majalah.

Aneka koran dan majalah dijajakan, Fahrurozi, -pemilik petak warung 2 kali 4 meter yang bediri dibelakang pembatas jalan- baik terbitan Jakarta maupun terbitan local bahkan ada juga Koran Singapura, Hongkong maupun majalah Amerika, yang terbitan luar negeri khusunya berbahasa Inggris dan Mandarin itupun tidak banyak, masing-masing terbitan hanya 5 expl.

Berita khusus politik, hiburan, agama, film-musik, olah raga otomotif, wanita-remaja, anak-anak, juga ada yang semi porno, TTS semua dijajakan diatas lapak milik Oji, juga ada yang digantung dijepit kanan kiri depan warungnya, penarik perhatian pengguna jalan dan pejalan kaki. Selain jualan makanan minuman ringan, majalah koran juga mrngecer bensin, ada 5 jerigen isi 20 liter, tong bekas tempat carbide serta takaran 1 dan 0.5 liter.

Mata bahrun melotot, melihat wajah Ayu Azhari atau mungkin Sarah, yang sengaja dibungkus plastic dan dipaku payung didinding jendela, rupanya cover Koran Playboy berbahasa Indonesia terbitan perdana sebelum disahkannya UU anti pornografi, sementara Oji pemilik warung sedang asyik memperhati foto anak-anak Palestina yang sedang digendong sambil lari menuju Ambulance, sementara pada koran lain menampakkan foto kepulan asap menghitam dan reruntuhan bangunan akibat ledakan roket Isroil di pemukiman daerah Gaza.

Kamu tertarik pada teroris atau jihad ya Run, kata-ku, sedikit menggoda Bahrun yang matanya gak kedip-kedip melihat bibir kehausan warna merah jambu, mata sedikit agak ngantuk bergelantungan dua bomb-waktu hampir mbrosot dari kutangnya, milik bukan Azhari Nurdin Top

Eh, kamu Ro, begini-gini kalau membawa senapan otomatis berlilitan sabuk peluru, bergelantungan granat, gak ada bedanya dengan Rambo, Robinhootnya Amerika, pembela kaum tertindas dengan jalanya sendiri, pantas dikirim ke Palestina.

Heeleh, badan krempeng mata ceking, sampai dibukit Sinai kamu berdiri bertopikan telapak tangan menerawang kedepan, datang angin debu padang pasir kamu mabur jatuh kesungai disambut kuda niil.heh heh heh.

Dari pada kamu Ro, tidak solider sama bangsa Palestina.

Siapa bilang, tadi aku ngisi kerdus lima ribuan, yang disodorkan oleh orpol salah satu peserta pemilu, demi solidaritas bangsa palestina.

Kalau kamu ditawari jadi relawan mau pilih apa ?

Aku kan masih bulan madu, kalau rame-rame aku suka membawa pelontar granat, asal diajari gimana cara menggunakan.

Heeleh, cocoknya kamu itu bawa water-canon, gak usah jauh-jauh pergi ke Isroil, semprot itu Tuti sampai kembung.

Apa-apaan kalian, ngomong gak ada awalnya kok sampai sampai ke Palestina segala, kata Oji Fahruroji, sambil membalik balik koran yang dibaca.

Ini Ji, kataku, gara gara gambar teroris yang kamu tempel dijendela warungmu itu, kami berdua jadi teler alias teleris, untung aja kopi ini masih hangat jadi gak jadi teler.

Kok sampai ke Isroil segala, kata Oji.

Habis Kurokandas ngeledek, masak, orang dikatakan Rambo Krempeng, gini-gini veteran pasukan mujahadin, lhoo.

Siapa yang mengangkat kamu jadi pasukan Mujahadin, lari ngejar mobil aja kolor kamu kedodoran.

Laan !, Ulfah laan !, ada suara dari sebelah kami, rupanya memberi aba-aba pada Suparlan, seorang calo angkutan yang sedang menunggu bus atau angkutan yang belum kunjung datang, sebagai tanda datangnya cewek bahenol.

Memang benar, entah seorang karyawati atau mahasiswi, tinggi sekitar semester setengah badan lumayan bahenol, berjelanakan katun warna putih abu rokok sebatas dengkul, mblorot sedikit dibawah pinggang, kolor celana dalamnyapun nampak sedikit dari belakang . Sesekali menarik baju kaosnya yang semi youkenshi, menutup pusernya yang sedikit agak bodong seperti orang hamil, sedikit malu tapi berkehendak untuk dilihat, -seperti kucing atau anjing yang mengeluarkan cairan birahi yang mengundang kucing maupun anjing jantan bangkit nafsu birahinya untuk membuahi- mereka berdua dengan berjalan dengan seorang teman berjelana Lea berkaoskan agak panjang menutup kedua kantong samping celananya.

Gimana Lan ! kata Hamid dari sebelah.

Merah Jambu !, kata Suparlan sambil melotot melihat sedikit punggung, sampai kelihatan ujung ekornya diantara belahan bokongnya.

Secara spontan tangan kiri gadis itu menutup belakang ujung jelananya, tangan kanannya sambil membalik balik majalah dan korang seakan tak mendengar apa-apa, hanya saja temannya berdiri melihat wajah Parlan dan bokong temanya.

Dasar kadal padang pasir, kata Bahrun sedikit berbisik yang terdengar kedua gadis itu dan Parlan, tiba-tiba suara klakson bus terdengar, lari ngipritlah Parlan menuju bus yang datang membawa rejeki, seribu seorang dari kondektur.

Kuarang ajar, kata salah seorang perempuan yang kemudian membeli Koran mingguan khusus wanita, terbitan Jakarta.

Gimana menurut kamu Ji, tentang Isroil dan Palestina, kamu kan pernah di Pesantren setamat SMU kemarin dulu, sebelum buka warung ini.

Mana aku tahu, kata Oji, guru ngajiku selain sekolah dan pesantren yang paling banyak koran dan majalah.

Menurutku, jelas Oji, Yahudi itu agama, pemeluknya menyebar sekitar Timur Tengah Afrika Barat Eropa sampai Amerika Serikat dan Brasil, ke timur dari Iran India Singapur Cina Indonesia sampai Australia

Ada sekolah Yahudi yang mengajarkan agama Yahudi dari tingkat Dasar sampai Perguruan Tinggi dan Program Doktor, yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, system perdagangan keuangan, serta hubungan dengan non Yahudi.

Juga orang Yahudi beribadah setiap hari, ibadah berjamaah dipimpin oleh Imam dari keturun Levi, selain keturunan Levi tidak berhak menjadi Imam.

Juga dalam agama Yahudi ada ajaran agar berpuasa, hampir disetiap bulam ada hari hari untuk berpuasa, puasanya sehari semalam, puasa wajib pada hari Yom Kipor, sepuluh hari setelah Hari raya Ros shasanah, ketika puasa, badan jasmani dalam keadaan bersih dan memakai wewangian, membaca scroltauroh kitab suci Nabi daud.

Kurban juga diajarkan, memotong binatang yang sehat gemuk tidak muda tidak tua, juga tidak memakan Babi maupun Jabrik atau Celeng, juga binatang laut yang tidak bersisik.

Sesembelihan orang Yahudi halal bagi Muslim, kalau ada produk makan atau daging dalam kaleng atau di Toserba maupun Rumah Makan, ada gambar kepala babi di kros menandakan bahwa itu halal., bukan daging babi, begitu pula kawin dan mengawininya Muslim-Yahudi atau sebaliknya sah hukumnya serta halal hubungan suami isteri.

Sedangkan Negara Isroil, tanah dari pembelian dan pemberian Pemerintah Inggris dari sebagian tanah Palestina, yang dimerdekakan Kerajaan Inggris sebagai Negara berdaulah berdampingan dengan Negara Mesir Libanon Syiria Alawiyah dan Yordan Hasyimiyah, beberapa bulan kemudian Malaysiapun mendapatkan kemerdekaanya.

Negara Isroil dipimpin oleh Perdana Mentri, ada dua Partai Politik, kini ada tida; Partai Buruh, Lekut dan Kudama, yang kuasa sekarang dari partai Kudama yang berakar dari Partai Licut.

Warga Negara Isroil, ada Yahudi Palestina dan Oversea, Azkanezim dan Separadin, ada Yahudi Afrik dari Eutiopia, juga di Isroil ada komunitas Arab, juga keturunan Eropa.

Itu yang Oji ketahui dari dari koran dan majalah, kalau pendapatku-sih, lebih baik Indonesia membuka hubungan diplomatic dengan Isroil, kelebihan kita dapat menjadi media diantara kedua Negara tersebut, toh kita jauh dari Timteng, lagi pula mayoritas kita muslim, kan kelihatan kebaikan kita, itu kata Ustaz Oji Fahruroji lho, penjaja koran makan-minuman ringan, kemudia sambil mengangguk anggukan kepalanya dan mengajungkan telunjuk seperti orator politik.

Water canoooon, siaaap ! kata Bahrun sambil menusukkan telunjuk ke pinggang Kuro, ketika melihat salah seorang yang turun dari Bus Arimbi sewaan pabrik pengantar jemput karyawan tempat Tuti bekerja berhenti diseberang jalan…………

(mic)

Tidak ada komentar: