Kamis, 26 Februari 2009

Ijab Qobul Akad Pernikahan


Waktu telah menunjukkan jam 10.30, Pak Buang, orang tua mempelai wanita sudah mulai gelisah jalan mondar-mandir dari dalam Mushalla menuju serambi depan kesamping kanan-kekiri, balik lagi menuju tempat duduk dekat calon besannya.

“Padahal dia sendiri yang memberi waktu jam 10 dan sudah berjanji pasti datang”

katanya kepada Pak Sakim calon besannya.

Sudah dihubungi lagi, kata Pak Sakim.

Tadi sebentar ini, katanya, calon suaminya belum datang dan masih dalam perjalanan.

Kalau begitu kita tunggu saja, artinya, Pak Naib bukan berhalangan tapi sedang menunggu.

Biasanya Naib Masud ,,,,,, kalau menunggu lebih dari satu jam dari rencana terus ditinggal menuju tempat berikutnya,,, itu kalau ada dua atau lebih peristiwa nikah saat itu.

Kan !!! Penghulunya ada dua.

Ya, tapi penghulu Machfud Suhada menghadiri di Desa Dukuhan dan Purwosari, itupun katanya ada tiga peristiwa, waktunya juga hampir sama dengan kita.

….sementara pengantar dan yang hadir sudah mulai gelisah, ada yang melonjorkan kaki, menggeser merobah posisi duduk, dari duduk sila keposisi lipat lutut sejajar perut silih ganti, kulit kacang tanah goreng pasir memenuhi piring pertanda telah habis bijinya dimakan, gelas plastic bekas air kemasan pun sudah banyak yang bergelimpangan tiada isinya, beberapa puntung rokok ikut menghiasi piring penganti asbak, kalao sebatang rokok memakan waktu 20 menit, dua batang puntung menandakan penantian hampir satu jam.

…..Ada yang tidak tahan duduk-sila lama, mereka keluar menuju serambi, ada yang duduk dipagar serambi ada juga yang berdiri sambil merokok dan ngobrol bergaya kuda sedang istirohat, sebelah kaki posisi siap tegap kaki yang lain lututnya dilipat sedikit menjinjitkan tumit, menelapakkan ujung jari kakinya.

….Pengantinpun mulai gelisah diantara senyuman, sambil menempel-nempelkan tissue harum diantara leher dagu pipi pelipis yang mulai mengeluarkan bintik-bintik keringat, ,keringat terangakat make-up pun melengket, menjadikan wajah samar-samar seperti ada panunya…barangkali betis mulai kram atau kejang, itu terlihat dari telapak kakinya yang nampak pucat pasi berkeringat terhimpit lilitan kain kebayanya yang agak ketat, duduk gaya macan menunggu kancil atau babi hutan …sementara calon suami bibirnya kumat kamit, memainkan ujung jari tengah tangannya, layaknya memainkan guitar, menggerakkan diantara gelombang anyaman bambu karpet tempat duduknya, yang dicat mirip lampit rotan craft tangang buatan suku Dayak Kalimantan.

- Penghulu Masud itu yang mana sih !

+ Penghulu yang rambutnya ubanan didepan pelipis kakan-kirinya, seperti anaknya H.Asmuni, pelawak dari Srimulat tempo dulu… sisiran rambutnya agak poni kekiri, a la Kak Seto Mulyadi Idola anak-anak, mengikuti kecenderungan tegak akar rambutnya…giginya lebih banyak yang ompong dari yang tersisa menandakan kepikunannya, masak giginya disangka kacak sukro, dikremus sendiri…kumisnya jarang lagi kaku layaknya kumis kucing, berjenggot lumayan panjang walau sejumput seperti jenggot H.Agus Salim, lebih suka makan muluk pakai empat jarinya dibanding pakai sendok garpu...Pecinya hitam tinggi kemerahan sedikit miring, meniru Prof.Dr H Ibrohim Husein LML, mantan ketua Komisi Fatwa MUI yang secara pribadi tidak mengharamkan minuman Bir maupun Champagne bir apel…merokoknya jalan terus, asapnya mengepul putih penghasil carbondioxide menambah climate dunia semakin menghangat, barangkali ia tidak paham Protokol Tokyo atau mungkin ngekor pada yang tidak tangan tangan, padahal merokok sudah diharamkan MUI, mungkin ia memeberi tahu kepada umat dengan tindakannya, bahwa merokok itu tidak mutlak haram…hobinya nonton dan main bola kaki, bukan pemain tetapi sebagai relawan hakim garis pada tanding sepak bola tingkat RW, yang lari mondar-madir dari pojok ke pojok mengikuti arah bola seperti sedang menjalankan Sa’i dalam rangkaian Ibadah Haji atau Umroh, sambil mengawasi penggiring dan teman seclub penggiring, pernah terjadi teman penggiring dinyatakan offside dengan mengajungkan bendera simapor dan peluit morsenya, rupanya setelah diamati salah lihat, kacamatanya yang bulat tebal jembung single glass, sehingga pandangan jauhnya tidak lurus tapi menukik melengkung, akibatnya sering diprotes pemain, sejak itu kalau penghulu Masud sebagai hakim garis ketika bola memasuki garis finalti penonton menyoraki mbah out-mbah out-mbah out-mbah out-mbah pout-mbah out-mbah out, bukan bola keluar tapi mensupport mensoraki hakim garis mBah Ud… kalau di kantor ia suka bersiul karena suaranya gemreng bin fals menyanyikan Imagine dan Mother lagu yang ditembangkan suaminya Yoko Ono kelompok The Beathel, ia ikut merenungkan bagaimana seandainya Tuhan tidak menurunkan kitab suci, cukuplah manusia yang mengatur dunia tanpa campur tangan Tuhan, pasti tidak ada perang suci yang ada perang profesional, patriotism profesionalis que sera dunia semakin nyaman dan indah, mother mengingatkan rindu kecintaan pada ibu-kandung, ini sering dinasehatkan kepada para pengantin, bahwa surga ada pada dibawah telapak kaki ibu, oleh karenanya para suami ketika menyanjung atau memuji istri jangan terlalu lurus kebablasan sebab agama berbatas, jangan sampai mengucapkan ‘adik/sayang , pinggul punggung-pinggang pundak pipimu seperti pipi pundak pinggang pinggul punggung ibuku’ ini namanya zihar/electra maksudnya suami menyamakan istrinya sama dengan ibu kandungnya, akibat hukumnya, suami dikenakan kifarat atau denda

@memerdekakan seorang budak, bila tidak mampu

@ menjalankan puasa dua bulan berturut-turut, bila tidak mampu

@memberi makan 60 orang miskin, dan

pelaksanaan dendanya harus mengurutkan urutannya, urutan pertama yang harus diutamakan ,bila tidak mampu pada urutan pertama baru pindah ke urutan berikutnya,,, kalau tidak mampu........., yaa ditalak/dicerai saja isterinya.

"Orang-orang yang menzihar isterinya diantara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun (QSA 58 : 2)

…tidak marah kalau diumpat maupun diledek dengan kata-kata Yahudi ataupun PKI, malah senag dan kelihatan giginya yang gigis, paling-paling ia menjawab dengan balasan tersenyum senyum kamu Majusi atau kamu Gerwani… memang Pak Masud pernah mengatakan bahwa agama-agama di dunia ini yang paling dekat dengan ajaran Agama Islam adalah Agama Yahudi, seperti banyaknya mazhab-mazhab intern dalam Agama Islam jumlahnya yang lazim disebut kur-kuran antara 21-29, maka mazahab Sunny dan Syiah-lah yang terdekat dengan Ajaran Islam… ia senang bersholawat kepada Nabi Muhammad, dalam mendoa sering sholawatnya dua macam allohumma sholli ala muhammadin fil awalin washolli wasalim ala sayyidina muhammadin fil akirin, sholawat yang pertamna tidak pakai sayyidina…Pernah ditanya apa mazhabnya, ia mengatakan bahwa ia tidak tahu mazhab yang ia anut, hanya ia mengatakan “pengamalan agamaku mengikuti penjelasan dan praktek bimbingan guruku baik semasa di tingkat SD sampai SLTA dulu” adapun yang diperoleh di Perguruan Tinggi atau Institut menurutnya hanyalah metodologi, kondisional sejarah pemikiran ulama, kritik dan anotasinya sebab akar dasar sama persis ketika diperoleh di sekolah ketika masih jadi siswa, itulaha analisanya, ....pengamalan kesehariannya ‘katanya’ banyak tidak diperoleh dari sekolah maupun Perguruan Tinggi akan tetapi dari Masjid dan Musholla.

Katanya, gurunya banyak dari kalangan NU Muhammadiyah dan Mathlaul Anwar, tapi ia tidak tahu amalan agama islam orang NU, Muhammadiyah maupun Mathlaul Anwar secara terperinci sitematis.

- Mungkin ia Syiah, barangkali.

+ Juga tidak, ia pernah mengatakan bahwa ia tawadhuk dan hormat pada al-sayyid yang benar-benar telah diketahui ke-sayyidan-nya, jadi bukan sembarang sayid.. yang sebaya denganya ia panggil yikdan yang sudah tua ia panggih wan/mi kependekan umi bukan ia panggil sayyidah… katanya, Syi’ah baru ia kenal setelah revolusi Islam Iran oleh Ayatulloh Chumaini beserta Camaradnya… sedangkan keislaman penghulu Masud telah mapan estability, kala masih jaya-jayanya Sah Pahlevi.

- Ooo,,, Masud Chatim,,, Naib Jempol, naib yang jempolnya kelihatan itu tho, tahu sudah aku sekarang, ia suka menonton wayang amat suka akan pribadi Kumbokarno dan Sengkuni.

+ memangnya kena apa ?

-Anu, kaos kakinya bolong tepat pada jempol kaki dan tumitnya… ceritanya begini, waktu itu keluarga mempelai pengantin ada yang bertanya mana naibnya ?’ dijawab, itu yang jempolnya kerlihatan… lalu Naib Masud menganggukan kepala, kemudian berseloroh, tadi pagi habis potong kuku tapi belum sempat dipangur rata atau dikikir, jadi kukuku masih seperti pahat, lagi pula sepatu sering kehujanan dan kepanasan akibatnya kulit sepatunya mengeras dan kaku.

+ Masak !, baru tadi pagi jempolnya sudah mbrosot

Terdengarlah suara knalpot motor tua, rupanya bunyi motor sepeda-uduknya Naib Masud, turunlah ia didepan gapura musalla lalu menyalami yang ada, diseberang serambi pemuda pemudi sambil berteria-teriak, Pak Naib aku mau kawin lagi, Pak Naib Sukirah kawinkan sama Badawi, kata Sukirah gak mau pak Naib, Poniyem saja yang sudah gatal, ya pak Naib kawinkan saja denga aku, kata Ngatijan sambil cengengesan, begini-gini aku udah punya ojek sendiri dan rumah mewah dari batako alias mepet kesawah.

Sampai di dalam, Naib langsung duduk disamping pak Buang bin Rapiudin wali mempelai wanita, kemudian dibacakan ulang isian dalam lembar NB daftar pemeriksaan calon penganntin dan dibenarkan oleh kedua mempelai dan walinya, kemudian ditulislah dua orang saksi yang ada di kanan-kirinya…karena tidak ada acara protokoler lainnya dan hanya acara ijab-qobul kemudian naib menyuruh walinya untuk menikahkan putrinya

…kata pak Buang, Pak Naib saja yang menikahkan

…dijawab, Naib tidak dapat menikahkan

… setengah tidak percaya atau mungkin salah dengar, pak Buang minta lagi, pak Naib saja yang memikahkan

… dijawab dengan kata yang sama, Naib tidak dapat menikahkan

… merah padam muka pak Buang, sambil gemetar bibirnya menanyakan, memangnya kenapa pak Naib ?

... iya, Naib tidak dapat menikahkan anak orang lain

…terus bagaimana ? pak Buang masih belum paham, tampak matanya basah berkaca-kaca, sambil berkata agak lirih terus bagaimana pak Naib ?

... terserah pak Buang, yang dapat menikahkan pengantin wanita adalah walinya bukan kule, Naib,

… pak Buang semakin tegang dan diam, kemudian dicolek oleh Pembantu Penghulu yang ada dibelakangnya, sambil membisikan ‘kule wakil ing pak Naib’ ditirukan oleh pak Buang kule wakil ing pak Naib

,… wakil dikeken nape ? kata pak Naib

...pak buang semakin cemas

… nikahaken !, nikahaken !, nikahaken ! teriakan pemuda-pemuda yang hadir

.. lhaa, kalau mewakili insya’alloh pak Naib dapat, kemudian pak Naib mulai mendongeng setelah salam terlebih dahulu, begini bapak, ibu saudari bahwa yang dapat menikahkan pengantin putri itu walinya sesuai dengan urutannya dalam urutan wali nasab, bila wali nasab tidak ada, terbutus, tidak diketahui atau walinya tidak dapat mewalikan karena syara’ baru pindah ke Wali Hakim, karena pak Naib bukan wali nasabnya maka pak naib hanya dapat mewaklili walinya, dalam hal ini mewakili pak Buang, dan pak Buang dapat mewakilkan kepada siapa saja tidak mesti harus kepada pak Naib, coba diulang lagi dikeken nape kule

…sambil dibisiki Pembantu Penghulu pak Buang mengucap ; ‘pak Naib Masud, kule wakil ing pak Naib keken anikahaken pecil wadon kule aran Markonah binti Buang ing Salamun bin Sakim kalawan Maskawin rong gram emas, kontan

…qobiltu wikalak, terima perwakilannya, kata Naib.

Dipandu pak Naib semua yang hadir mengiringi pengantin sama-sama mengucapkan dua kalimah syahadah dan istighfar…dibacakan khutbah nikah oleh Pembantu Penghulu lalu dijabkan pak Naib.

Kata Naib : ananda salamun bin Sakim

… ya Pak, kata Salamun

…aku nikahkan kamu kepada Markonah binti Buang, aku kawinkan kamu kepadanya, yang telah wakil pak Buang kepadaku dengan Maskawin dua gram emas, kooontan !

... langsung dijawab ; aku terima nikah dan kawinnya dengan Maskawin tersebut, kontaaan !

…bersoraklah yang hadir utamanya pemuda-pemudi, saaaaah, saaaah, saaaaah,

pak Naib mendo’a barokallohu laka, wabarokallohu ‘alaika, wajama bainakuma fil khoir.. aamiiin kata Salamun dan Markonah,,, sebagaimana dikatakan sebelumnya bahwa ia tidak akan membaca sighot taklik, demikian juga Markonah tidak meminta.

Diserahkan Kutipan Akta Nikah, atau Buku Nikah mereka, teman kerabat mengabadikan dengan HP Camera mereka

…memang benar rupanya Markonah jemper berat tidak mampu untuk berdiri, dengan cekatan Salamun merogohkan tangan kanannya dibawah lutut isterinya tangan kirinya membopong punggung tanpa dikomando Markonah langsung merangkulkan tangan kiri kepundak suaminya sambil menyembunyikan wajah pada antara ketiak dada, gak apa Mun sudah halal kata Pembantu Penghulu

…teman-temannya pada teriak langsung dibawa kerumah saja, langsung ke pelaminan ada juga yang teriak langsung ke kamar saja Mun.

...Salamun jalan setengah ngiprit disoraki, hoooooe, Rahwono nyolong Devi Shinta, takut digebug Romo, hanya Datayulah dan Hanoman yang peduli menyelamatkan sang Dewi, sampailah mereka kepelaminan, bergerimiskan saweran permen, picis kepengan / uang logam pecahan 1,2,3,5 ratusan dan ribuan, beraromakan kembang kenanga mawar tanjung melati sisiran daun pandan wangi kemuning pelangi beras kunyit...... sambil dinyanyilan lagu Romo-Romo Ono Maling ...

Mo romo ono maling

Malinge lanaang ganteng aran Salamun .......

Mooo romooooooooooo, ono maliiiii......ing

Malinge Lanaaaang ganteng, aran salamuuun

Moo Romooo Mooo Romooo

Mereka berjingkrak jingrak mengikuti Dul Jalil yang kebetulan mengenakan baju koko putih dan sarung putih kotak-kotak biru laut dan muda kayak Hanoman sebagai mayoretnya.

(mic)

Tidak ada komentar: